“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:16)
PENDAHULUAN
Tuhan memanggil kita untuk membangun kehidupan yang memuliakan DIA dalam segala aspek.
Ketika hati kita berpusat pada TUHAN, setiap perilaku dan keputusan yang kita ambil mencerminkan karakter-Nya. Semua sumber daya, talenta, karunia yang Tuhan percayakan, kita kelola dengan setia sehingga menjadi kesaksian bagi kemuliaan-Nya.
Matius 5:14-16 mengingatkan kita bahwa kita adalah terang dunia. Terang itu datang dari Tuhan Yesus yang adalah Terang hidup. Bila terang itu ada di dalam kita, maka seluruh aspek kehidupan yang kita serahkan kepada Tuhan juga tinggal dalam terang.
Bagaimana cara membangun hidup yang memuliakan Tuhan?
ISI
- PENYEMBAHAN (WORSHIP)
“Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” (Yohanes 4:23-24).
Yohanes 4:23-24
Setiap anggota jemaat perlu memahami bahwa penyembahan sejati bukan hanya bernyanyi atau kegiatan ritual agamawi, tetapi seluruh kehidupan yang dipersembahkan kepada Tuhan.
Kita menyembah Allah dalam roh dan dalam kebenaran.
Menyembah dalam roh:
- Penyembahan sejati (worship) yang keluar dari lubuk hati yang paling dalam, tulus, dan penuh kasih. Roh kita yang telah dilahirkan kembali oleh Roh Kudus penuh gairah kepada Allah, bukan sekadar ritual luar atau gerakan bibir semata. Karena Allah adalah Roh, penyembahan sejati dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, tidak lagi terikat pada tempat fisik tertentu, tradisi, atau letak geografis (seperti di gunung tertentu atau di Yerusalem).
Menyembah dalam Kebenaran:
- Menyembah dengan pengenalan dan pemahaman yang benar tentang siapa Allah, yaitu berdasarkan Firman Tuhan dan kebenaran yang dinyatakan melalui Yesus Kristus.
Penyembahan dalam Roh dan kebenaran bersama-sama secara seimbang artinya dalam roh dan jiwa.
• Roh tanpa kebenaran akan membuat manusia jatuh ke dalam penyesatan atau menjadi terlalu emosional.
• Kebenaran Firman yang dimengerti tanpa roh akan membuat ibadah terasa kaku, dingin, dan jatuh pada kejenuhan atau legalisme.
Penyembahan adalah fondasi hubungan kita dengan Tuhan. Penyembahan membawa kita semakin mengasihi Tuhan dan mengenal Pribadi-Nya.
Kita menyembah Tuhan karena siapa DIA, bukan karena apa yang dapat diberikan-Nya kepada kita. Alasan kita menyembah TUHAN:
- Karena TUHAN adalah Pencipta, Penebus, Juru Selamat, Raja Agung yang Mulia, dan Mahakuasa.
- Karena karakter-Nya: kudus, setia, baik, murah hati, sabar, dan kuat.
- Karena perbuatan-Nya di kayu salib menebus dan membenarkan kita; memulihkan keadaan kita; menyembuhkan dan memberkati hidup kita.
Penyembahan sejati dimulai dari hati yang tulus dan melekat pada Tuhan, bukan sekadar penampilan luar. Melalui penyembahan, kita belajar menyerahkan segala aspek kehidupan kita kepada Tuhan. Akibatnya, hidup kita semakin selaras dengan firman dan perintah-Nya.
Hati kita berpusat pada Tuhan—menempatkan DIA sebagai yang utama dalam keseharian kita, sehingga kita mampu mengambil langkah-langkah yang benar.
Penyembahan mencakup kasih, rasa hormat, kepercayaan, ketaatan, dan penyerahan diri kepada Tuhan.
Pertanyaan Diskusi
- Apakah saudara memuji dan menyembah Tuhan karena mengasihi-Nya, atau hanya karena ada kebutuhan, pergumulan, dan masalah?
- Siapakah yang menjadi pusat penyembahan kita? Diri sendiri atau Tuhan?
- Apa yang menghalangi hati kita untuk melekat kepada Tuhan? Kekuatiran? Kesombongan? Kepahitan? Ambisi pribadi? Kesibukan? Harta materi?
- Apakah karakter, perkataan, sikap, dan perilaku saudara mencerminkan seorang penyembah yang benar?
Proyek Ketaatan
- Belajar mendisiplinkan diri untuk berdoa, memuji, dan menyembah Tuhan setiap pagi (termasuk ketika saudara sedang berlibur atau cuti). Luangkan waktu dengan sengaja, jangan terburu-buru.
- Jadikan firman Tuhan sebagai dasar penyembahan: merenungkan firman, memahami kebenaran, memilih lagu penyembahan yang berdasarkan firman Tuhan dan berpusat pada Kristus (bukan pada perasaan kita).
- Menyembah Tuhan bukan hanya dengan lagu, tetapi dengan kehidupan kita setiap hari: jaga hati, perkataan, perilaku; hidup dalam kekudusan dan ketaatan; melayani dengan kasih dan ketulusan; mengambil keputusan selaras dengan kebenaran firman; tolak aktivitas/kegiatan yang tidak berkenan kepada Tuhan.
Bersambung minggu depan..