Weekly Message

Home / Archive by category "Weekly Message"

TUHAN, APAKAH YANG KAU INGINKAN DARIKU?

Diambil dari warta jemaat 27 November 2016:

“…apakah yang dimintakan dari padamu oleh TUHAN, Allahmu, selain dari takut akan TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, beribadah kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, berpegang pada perintah dan ketetapan TUHAN yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu.” Ulangan 10:12-13

Salah satu pertanyaan yang sering kita utarakan adalah “Apakah yang TUHAN inginkan dariku?” Semua anak-anak TUHAN tentunya ingin menyenangkan hati-Nya, karena Ia telah menyelamatkan dan terus mengasihi kita sekalipun sebenarnya kita tidak layak untuk menerimanya. Apapun yang kita lakukan tidak akan dapat menandingi apa yang telah TUHAN berikan dan sediakan bagi kita. Karena itu sepatutnya kita mengasihi dan menyenangkan Dia.

 

Israel sedang memasuki fase yang penting dalam keberadaan mereka setelah keluar dari Mesir.  Sejak generasi ayah-ibu mereka keluar dari perbudakan Mesir, mereka hidup di padang gurun, generasi yang baru yang akan memasuki Tanah Perjanjian. Mereka bersiap akan memasuki perubahan dalam kehidupan mereka, yaitu dari fase padang gurun menjadi fase Tanah Perjanjian. Di antara mereka sebenarnya tidak ada yang benar-benar tahu apa yang akan terjadi di depan mereka. Sebelum Musa mengakhiri kepemimpinannya, ia mengulang kembali (kitab “Ulangan”) apa yang telah TUHAN perbuat kepada mereka selama ini sebelum mereka masuk Tanah Perjanjian. Menghadapi fase yang baru ini, setiap orang akan bertanya-tanya “Apakah yang TUHAN inginkan dariku?”

  1. Takut Akan TUHAN

“Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah” (2 Korintus 7:1)

“Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.” (Ibrani 12:28)

 

Jikalau kita mengatakan bahwa kita mengasihi TUHAN, seharusnya kita juga menghormati dan takut akan Tuhan. Secara sederhana, kita bisa membuktikan sikap mental kita sebagai orang-orang yang mengasihi Dia adalah dengan takut untuk berbuat dosa, dan takut untuk menyia-nyiakan kasih karunia yang sudah Yesus berikan. Ketakutan ini adalah ketakutan yang positif, sebagai penghormatan (reverence) kepada TUHAN yang begitu mengasihi kita. Kejadian 39 menuliskan bahwa Yusuf memiliki kesempatan untuk berbuat dosa melalui godaan istri Potifar, tetapi karena ia takut akan Tuhan maka ia menolak untuk melakukannya.

 

Mengapa orang Kristen bisa jatuh dalam dosa? Karena ia tidak takut akan TUHAN dan tidak takut akan konsekuensi yang ia terima jika tidak mentaati TUHAN. Tidak adanya takut akan TUHAN yang membuat banyak orang berbuat dosa dan kejahatan. Takut akan TUHAN bukan berarti Dia yang kita sembah adalah Tuhan yang menakuti-nakuti kita. Sama sekali tidak. Jika seseorang tidak takut akan TUHAN maka ia juga tidak takut akan konsekuensi dari segala kesalahannya, sebagai akibatnya ia akan menjalankan hidupnya seperti tidak terjadi apa-apa dan tidak ada yang dapat menghukumnya. Ini sesuatu yang tidak disukai TUHAN karena inilah hakikat pemberontakan.

“Tuhan bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka” (Mazmur 25:14)

 

  1. Hidup Menurut Jalan Yang Ditunjukkan-Nya

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2)

Manusia diberikan kehendak bebas selama dia hidup. Ia diberikan kebebasan dan tanggung-jawab atas segala keputusan yang diambilnya, termasuk cara ia hidup di muka bumi ini. Pertanyaannya adalah apakah cara hidup yang kita pilih sudah sesuai dengan yang IA tunjukkan atau tidak? Dalam Perjanjian Lama TUHAN sangat sering mengajarkan anak-anak-Nya bagaimana mereka harus hidup berkenan di hadapan-Nya. Di dalam Perjanjian Baru, cara hidup TUHAN YESUS adalah teladan utama tentang bagaimana seharusnya kita menjalani kehidupan kita. YESUS berkata bahwa DIA-lah jalan, kebenaran dan hidup (Yohanes 14:6) oleh karena itu sudah seharusnya kita hidup sebagaimana YESUS hidup sehingga semakin lama kita menjadi semakin serupa dengan gambarannya.

 

Apa yang dimaksud hidup yang berkenan kepada-Nya?

  • Hidup yang tidak mengikuti keinginan daging atau duniawi

Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.” Roma 8:8

  • Hidup yang kudus dan dipersembahkan kepada Allah untuk melakukan apa yang Ia kehendaki.

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” Roma 12:1

  • Hidup yang didedikasikan untuk melayani TUHAN dan sesama

Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.” Roma 14:17-18

 

  1. Mengasihi DIA

Di dalam Kitab Ulangan, Musa mengingatkan Bangsa Israel bahwa kasih setia dan penyertaan TUHAN kepada mereka tidak berkesudahan. Kita sekarang tahu bahwa kasih setia TUHAN dibuktikan melalui pengorbanan YESUS di atas kayu salib. Itulah sebabnya TUHAN menginginkan kita pun mengasihi DIA karena DIA sudah terlebih dahulu mengasihi kita. Kata “kasih” di sini adalah “love” atau “affection” yang juga dapat diartikan jatuh-cinta dan tidak tergoyahkan pada alternatif yang lain. Sama seperti seorang suami jatuh cinta kepada istrinya (dan sebaliknya) demikian juga kita hanya mencintai dan me-ngasihi TUHAN dalam hidup ini dan tidak kepada ilah-ilah lain.

 

Sangat penting bagi kita untuk menjaga hubungan kasih/keintiman dengan TUHAN. Jangan biarkan permasalahan hidup, pergumulan-pergumulan dan berbagai kesulitan hidup menjauhkan kita dari kasih yang mula-mula kepada TUHAN. Ingatlah selalu apa yang telah Kristus perbuat bagi kita dari dahulu sampai hari ini dan percayalah bahwa Ia akan terus memberkati dan mengasihi kita. Belajarlah dari jemaat Efesus dalam Wahyu 2:1-7 yang ditegur Tuhan karena menjauh dari kasih mereka yang mula-mula, namun Yesus juga yang memberi kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan berbalik kepada-Nya.

 

  1. Beribadah Kepada TUHAN Dengan Segenap Hati Dan Jiwa

Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.” (Matius 22:37-38)

TUHAN sangat menginginkan agar kita beribadah kepada-Nya dengan hati yang tulus dan jiwa yang sungguh mengasihi Dia. Ada begitu banyak orang yang menjalankan kewajiban agama mereka dengan motivasi sekedar mendapat untung atau untuk menjauhkan diri dari malapetaka. Banyak orang menjalankan ibadah mereka sepertinya kepada TUHAN tetapi sebenarnya berpusat pada dirinya sendiri, misalnya: beribadah hanya ketika diberkati; begitu ada masalah, langsung goyah. Seharusnya kita beribadah kepada TUHAN dengan segenap hati, terlepas dari apapun keadaan yang sedang atau akan kita hadapi.

Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:12-13)

 

  1. Berpegang Kepada Perintah Dan Ketetapan TUHAN

Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku” (Yohanes 14:15)

TUHAN Yesus menegaskan bahwa bukti dari orang yang mengaku mengasihi diri-Nya adalah mereka akan menuruti segala perintah-Nya. Perintah TUHAN bukanlah beban. Apa yang Ia perintahkan, Ia juga akan memperlengkapi kita dengan kekuatan-Nya agar kita bisa menggenapinya. Itulah sebabnya dalam ayat-ayat selanjutnya dari Yohanes 14:15, Yesus menjelaskan bahwa Roh Kudus akan dicurahkan untuk menyertai kita, agar di dalam perjalanan hidup ini kita selalu melakukan perintah-Nya. Penyertaan Roh Kudus dan damai sejahtera yang dianugrahkan kepada kita sejalan dengan ketaatan kita melakukan Firman-Nya.

Menarik sekali bahwa dalam Ulangan 10:13 Musa menggunakan kata “berpegang pada perintah”. Dalam segala situasi dan keadaan kita harus tetap berpegang teguh kepada perintah dan ketetapan Tuhan yang kokoh dan dapat diandalkan. Semua perintah dan ketetapan yang IA berikan bukanlah untuk membuat kita susah atau menyulitkan hidup kita, justru sebaliknya untuk membuat hidup kita diberkati.

 

Jika kita hidup sesuai dengan kehendak TUHAN, menyenangkan hati TUHAN dan membalas kasih-Nya dengan melakukan apa yang Ia kehendaki, pastilah kita mengalami berkat yang luar biasa dari-Nya. Amin.

dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” (1 Yohanes 3:22)

 

Quote:

“Sebab inilah kasih kepada Allah yaitu,

Bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya.”

1 Yohanes 5:3

 

MENGENALI TANDA-TANDA JAMAN – PESAN TUHAN KEPADA TUJUH SIDANG JEMAAT

 

Diambil dari warta jemaat 20 November 2016:

Mari baca Matius 16:1 “Kemudian datanglah orang-orang Farisi dan Saduki  hendak mencobai Yesus. Mereka meminta supaya Ia memperlihatkan suatu tanda dari sorga  kepada mereka.  16:2 Tetapi jawab Yesus: “Pada petang hari karena langit merah, kamu berkata: Hari akan cerah, 16:3 dan pada pagi hari, karena langit merah dan redup, kamu berkata: Hari buruk. Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak. 16:4  Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.  Lalu Yesus meninggalkan mereka dan pergi.”

Dalam Matius 16 Orang-orang Farisi dan Saduki  hendak mencobai Yesus dengan meminta supaya Ia memperlihatkan suatu tanda dari Sorga.  Yesus menjawab “Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak.” Matius 16:3b.

 

Alkitab dengan jelas memberikan tanda-tanda akhir jaman sebelum kedatangan Yesus kali yang ke dua.  Ada 6 tanda akhir jaman yang saat ini sedang terjadi dan semakin lama akan semakin “intense”:

  1. Banyak Pengajar Sesat dan Nabi-nabi Palsu (Mat 24:5).

Pengajar sesat akan mengajarkan hal-hal yang keliatannya benar tetapi sesat kepada orang-orang yang bisa disesatkan. Kalau orang yang belum mengenal Tuhan, mereka tidak perlu disesatkan lagi karena mereka dalam keadaan tersesat. Matius 24:24, “Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.”

Agar kita tidak mudah disesatkan, yang harus dilakukan adalah baca firman Tuhan setiap hari dan tertanam dalam gereja local, jangan mudah tergoda dengan tawaran-tawaran yang menyenangkan kedagingan kita.  Pada saat kita menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, Roh Kudus tinggal di dalam hati, maka kita akan bisa membedakan yang asli dan yang palsu, dan kalaupun ada yang mau mengajak kita untuk mengikuti pengajaran sesat itupun tidak bisa. Jadi kalau ada orang Kristen yang bisa murtad, itu karena dari awal mereka tidak memiliki Roh Kudus di dalam hati mereka.

  1. Perang Dunia (Mat 24:6).

Perang Dunia I terjadi 100 tahun lalu pada tahun 1914-1918, di mana saat itu peralatan perang semua masih terbatas.  Perang Dunia II diperlengkapi dengan kapal laut dan udara dan diakhiri dengan meledakkan bom atom.  Perang Dunia III nanti, bangsa-bangsa akan berperang dengan peralatan yang diperlengkapi dengan teknologi mutakhir seperti cyber and nuklir. dan kalau Tuhan tidak intervensi maka semua manusia akan lenyap.  Tetapi karena Tuhan mengasihi orang-orang benar, maka sebelum semuanya itu terjadi Tuhan akan datang menjemput orang-orang benar, dalam sekejap mata tubuh kita akan diganti dengan tubuh kemuliaan dan diangkat ke awan-awan.

Matius 24:29-31, “Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.”

1 Tesalonika 4:16-17, “Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.”

  1. Kelaparan, Sakit Penyakit dan Gempa Bumi di Berbagai Tempat (Mat 24:7).

Mengapa bisa ada kelaparan? sementara ada yang berkelimpahan.  Seharusnya yang berkelimpahan berbagi dengan yang kekurangan sehingga terjadi keadilan sosial tetapi pada kenyataannya tidak demikian. Sejak manusia jatuh dalam dosa dan kehilangan kemuliaan Allah, Life doesn’t matter, sehingga manusia tidak memikirkan hidup orang lain.  Seperti orang-orang kaya yang egois, mereka mengeruk harta dan menyimpannya untuk kepentingan diri sendiri dan tidak membagikannya kepada orang-orang yang tidak punya/miskin sehingga kelaparan itu terjadi.  Life matters to God.  Dalam Yoh 10:10 dikatakan, pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh dan membinasakan; banyak orang meninggal karena kelaparan, sakit penyakit dan gempa bumi.

 

  1. Penganiayaan Bangsa Israel (Mat 24:9).

Sejak jaman dulu, bangsa-bangsa mau melenyapkan bangsa Israel. Bangsa Israel adalah bangsa pilihan Tuhan.  Bangsa-bangsa yang tidak mengakui adanya Tuhan mau melenyapkan bangsa ini dari muka bumi.  Mereka adalah orang-orang atheis dan agnostic, orang-orang ciptaan Tuhan yang tidak mau mengakui sang pencipta.

  1. Gereja Tuhan Akan Murtad/Apostasy of the Church (Mat 24:10).

Matius 24:10, “dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.” Kalau orang yang sungguh-sungguh lahir baru tidak akan menjadi murtad karena ada Roh Kudus yang tinggal di dalam mereka. Tetapi di sini dikatakan bahwa banyak orang akan menjadi murtad, karena meski orang-orang tersebut pergi ke gereja, tetapi pada saat penganiayaan datang dan iman mereka gugur maka mereka akan meninggalkan Tuhan.

  1. Injil Kerajaan Diberitakan ke Seluruh Dunia (Mat 24:14).

Matius 24:14, “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”

Orang-orang yang hidup benar merindukan kedatangan Tuhan Yesus kali yang kedua, karena itu tugas kita memberitakan Injil. Meski tidak semua bangsa menerima Yesus sebagai Juruselamat tetapi Injil harus tetap diberitakan ke seluruh dunia, barulah tiba kesudahannya. Mengapa? Because “Life” Matters.  Dalam Yohanes 10:10, kata ‘Hidup’ mempunyai arti: Hidup yang seutuhnya dan tidak kekurangan sesuatu apapun, kehidupan yang sejati dan yang sebenarnya.

Orang hidup didunia pada umumnya hanya sekedar mempertahankan existensi, mereka hidup hanya untuk bekerja, makan dan berkeluarga dstnya.  Tanpa Tuhan mereka akan kehilangan nilai, arah dan tujuan sehingga kehidupan mereka binasa karena keinginan dan hawa nafsu mereka sendiri.  Apa yang mereka lakukan tidak ada hubungannya sama sekali dengan Tuhan dan kekekalan, tidak banyak beda-nya dengan binatang yang hanya sekedar exist.

Sebagai orang yang mengenal Tuhan, kita hidup tidak hanya sekedar exist, tetapi kita “alive” karena Roh Allah yang hidup dalam hati kita.  Sehingga hidup ini kita pakai untuk menjadi garam dan terang dunia, memberi pengaruh bagi orang lain, menjadi pemimpin di dalam segala bidang, di marketplace, di dunia pendidikan, ekonomi, politik, semuanya dipenuhi orang-orang percaya.

Waspadalah sebagai orang percaya yang terjun ke dunia jangan tercemar dan menjadi tertarik/kembali ke dunia.  Untuk itu setiap orang harus berakar dan tertanam dalam kasih Tuhan, sehingga bisa menjadi berkat untuk orang lain karena mereka bisa melihat Tuhan yang ada di dalam hidupmu.

Kata Yesus ‘datang’ dalam Yoh 10:10, berarti Ia datang ke dunia, mengetok pintu hatimu dan masuk, dan kata ‘datang’ juga berarti Ia yang datang dari sorga meninggalkan semua keilahian-Nya dan mengambil rupa sebagai hamba lalu mati di atas kayu salib untuk menanggung dosa kita, sehingga Ia dapat memberikan kemuliaan-Nya kepada kita. Tuhan rela mati untuk kita yang hidupnya tidak karu-karuan ini, because your life matters to God.

Kita yang tadinya berdosa dan hina tetapi menerima kemuliaan-Nya karena Tuhan sudah mati untuk kita, baiklah kita sadar dan hidup sepadanan dengan panggilan-Nya dan memancarkan kemuliaan Yesus. Walaupun kita hidup di dunia tetapi kita tidak hidup secara duniawi karena kita adalah anggota sorgawi, kemuliaan Tuhan terpancar dalam kehidupan kita sebagai duta-duta besarnya Allah.

Dalam kitab Wahyu Tuhan berpesan kepada 7 sidang jemaat atau gereja-Nya pada waktu itu dan kita hari-hari ini, disitu Tuhan Yesus menunjukkan apa yang dikehendaki-Nya, yaitu apa yang Dia sukai sehingga mereka yang melakukan akan mendapat pujian. Dia juga menunjukkan apa yang Dia benci, sehingga mereka yang melakukan akan mendapat hukuman. Dia menunjukkan konsekuensi kepada yang tidak taat, dan upah bagi mereka yang berjaga-jaga dan setiap kepada-Nya.

 

Jadi kalau kita melihat ini ternyata:  Tidak benar kalau dikatakan bahwa setiap orang percaya pasti masuk sorga apa pun yang dia lakukan selama hidup di dunia ini.  Di sini Tuhan Yesus menunjukkan bahwa yang masuk sorga itu hanya yang menang. “Barangsiapa yang menang!” Perhatikan hanya pemenang yang masuk sorga!

  1. Hanya yang menang yang akan makan dari pohon kehidupan (Wahyu 2:7)
  2. Hanya yang menang yang tidak akan menderita kematian yang kedua, artinya tidak masuk neraka (Wahyu 2:11)
  3. Hanya yang menang yang akan menerima manna yang tersembunyi dan akan diberikan nama baru di dalam sorga (Wahyu 2:17)
  4. Hanya yang menang yang akan dikaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa, yaitu memerintah bersama dengan Tuhan Yesus (Wahyu 2:26)
  5. Hanya yang menang, yang namanya tidak akan dihapus dari kitab kehidupan (Wahyu 3:5)

Nama yang tertulis dalam kitab kehidupan bias dihapus kalau kalah.  Hati-hati! jangan sampai ada yang namanya dihapus, karena kita harus keluar sebagai pemenang.

  1. Hanya yang menang akan tinggal bersama Allah dalam Bait-Nya dan akan mengenakan Nama Allah Kristus dan Yerusalem baru (Wahyu 3:12)
  2. Hanya yang menang yang akan duduk bersama-sama dengan Kristus di atas takhta-Nya (Wahyu 3:21)
  3. Hanya yang menang yang akan menjadi anak-anak Allah selama-lamanya. Amin!

 

Pesan Tuhan kepada kita semua adalah “Baca Kitab Wahyu!” Mengapa kita harus membaca Kitab Wahyu? Karena Tuhan Yesus berkata, “Aku datang segera!” Di situlah saya mulai mengerti mengapa saya harus banyak membaca Kitab Wahyu, sebab sebanyak 4x Tuhan katakan “Aku datang segera!” dan 2x dikatakan, “Waktunya sudah dekat!”.

Yang pertama yang berkata adalah Yohanes dan yang kedua adalah malaikat Tuhan. Jadi 6x dalam Kitab Wahyu yang memperingatkan kita bahwa waktunya sudah dekat! “Aku datang segera!”, kata Tuhan. goncangan yang sekarang ini masih biasa, tetapi nanti kita lihat bahwa goncangan itu semakin lama akan semakin keras. Bukan hanya di Indonesia, tetapi di seluruh dunia. Tetapi bagi para pemenang Tuhan memberikan perlindungan yang khusus. Dan janji Tuhan yang lebih lagi adalah kita akan masuk sorga bersama-sama dengan Dia.  Amin!

 

Other posts:

KITA HARUS KELUAR SEBAGAI PEMENANG!

KITA HARUS KELUAR SEBAGAI PEMENANG!

Diambil dari warta jemaat 13 November 2016:

Dari tanggal 3 Oktober 2016 s/d 20 September 2017, menurut kalender Yahudi adalah tahun 5777 yang disebutkan dengan Tahun Ayin Zayin (77). Ayin adalah angka 70 yang berbicara tentang sebuah mata.  Di Mazmur 32:8 dan Mazmur 33:18, dikatakan bahwa mata Tuhan tertuju kepada kita, orang-orang yang takut akan Tuhan dan yang berharap hanya kepada kasih setia-Nya. Orang yang berharap kepada kasih setia-Nya, pasti mata-Nya tertuju kepada Dia.

 

Zayin (7), Tuhan hendak mengajar, menasehati, menunjukkan jalan apa yang harus kita tempuh. Ada beberapa arti dari Tahun Ayin Zayin, yaitu:

  1. Tahun Penuaian jiwa yang terbesar dan terakhir sebelum Tuhan Yesus datang untuk kali yang kedua.
  2. Tahun Pedang > Pedang Tuhan akan turun! Pedang berbicara tentang sesuatu yang tajam mungkin sesuatu yang tidak enak. Pedang Tuhan sedang turun bagi gereja-Nya berarti Tuhan sedang memurnikan gereja-Nya. Pedang Roh berbicara tentang Firman Tuhan.
  3. Tahun Peperangan > Peperangan secara fisik maupun peperangan secara rohani sedang terjadi. Semua ini terjadi karena Tuhan izinkan agar terjadi penuaian besar-besaran.
  4. Tahun Penyembahan > Ini berbicara tentang apa yang kita lakukan dalam peperangan rohani: doa, pujian dan penyembahan bersama-sama dalam unity siang dan malam.

Jika kita melihat Indonesia sedang digoncang, banyak dari antara Saudara mengalami masalah-masalah, tekanan-tekanan yang terjadi dalam hidup ini, Saudara harus tahu bahwa kita memang harus melalui ini semua. Dan semua itu hanya bisa kita lalui kalau Saudara hidup intim dengan Tuhan di dalam doa, pujian dan penyembahan bersama-sama dalam unity siang dan malam.

 

RESTORASI PONDOK DAUD

Apa Kehendak Tuhan Pada Zaman Ini?

Kehendak Tuhan pada zaman ini adalah PENTAKOSTA YANG KETIGA, yaitu tentang pencurahan Roh Kudus, kemuliaan Tuhan sedang turun ke bumi ini. Apa yang terjadi dalam Pentakosta yang Ketiga?

  1. Lima (5) generasi akan dipakai Tuhan secara luar biasa
  2. Mujizat terjadi luar biasa
  3. Goncangan yang luar biasa
  4. Penuaian jiwa yang terbesar dan yang terakhir sebelum Tuhan Yesus datang untuk kali yang kedua.

 

Selain itu Tuhan juga mau kita melakukan kehendak Tuhan pada zaman ini yaitu menjadi penuai-penuai jiwa! Untuk menjadi penuai-penuai jiwa, maka:

  1. Kita harus menjadi prajurit-prajurit Tuhan yang gagah perkasa yang melakukan peperangan rohani dan keluar sebagai pemenang.
  2. Kita harus hidup intim dengan Tuhan dalam doa, pujian, penyembahan bersama-sama dalam unity siang dan malam.

 

LANGKAH-LANGKAH UNTUK KELUAR SEBAGAI PEMENANG

  1. Tidak Memusingkan Diri Dengan Soal-soal Penghidupan

Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.” 2 Timotius 2:3-4

Prajurit-prajurit Tuhan yang gagah perkasa harus siap menderita. Kalau kita sungguh-sungguh dengan Tuhan, kita taat kepada Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh, maka kita akan mengalami banyak penderitaan! Orang yang sungguh-sungguh, yaitu prajurit Tuhan pasti banyak menderita dan kita harus siap, dan keluar sebagai pemenang!

 

Pada waktu kita menjadi kaya, jangan sampai kita menjadi seperti orang di Laodikia sehingga Tuhan berkata, “Aku ini muak melihat kamu…kamu ini suam-suam kuku! Sebaiknya kalau mau dingin, ya dingin sekalian…kalau mau panas, ya panaslah! Jangan suam-suam kuku begini”. Mengapa bisa suam-suam kuku? Sebab kamu berkata, “Aku kaya dan telah memperkaya diriku, dan aku tidak kekurangan sesuatu apa pun.” Tetapi Tuhan berkata, “Aku muak melihat kamu! Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku”. (Baca Wahyu 3:14-22)

 

Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.” Kolose 3:1-4

Ada beberapa hal yang harus kita lakukan, yaitu:

  • Mencari dan memikirkan perkara-perkara yang di atas bukan yang di bumi.
  • Melawan dosa
  • Hidup sama seperti Kristus telah hidup

“Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal,….” Yohanes 6:27a

Kelak pada waktu Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya dan menjemput kita, kita akan diangkat dan bersama-sama dengan Tuhan Yesus selama-lamanya.

 

  1. Kenakan Seluruh Perlengkapan Senjata Allah

Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.” Efesus 6:11-13

 

Peperangan kita bukan melawan darah dan daging, artinya bukan melawan sesama, bukan istri, suami, mertua, atau teman baik. Bukan itu! Tetapi peperangan kita melawan Iblis dan roh-roh jahat di udara. Kekuatan iblis adalah tipu muslihatnya! Kelemahan Iblis adalah kalau kita menggunakan seluruh perlengkapan senjata Allah, maka iblis akan kalah.

  • Berdiri Tegap. Jangan sampai tawar hati. “Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu” (Amsal 24:10).
  • Berikat pinggang Kebenaran. Kita harus hidup dipimpin oleh Firman Tuhan.
  • Berbaju zirah Keadilan. Artinya bertindak adil dan benar terhadap orang lain.
  • Kerelaan Memberitakan Injil Damai Sejahtera.
  • Iman adalah perisai terhadap tipu muslihat dari si jahat.
  • Ketopong Keselamatan. Kita harus mengerjakan keselamatan itu dengan takut dan gentar, setia sampai akhir.
  • Pedang roh atau Firman Tuhan
  • Doa dan Permohonan

Berdoa itu tidak cukup hanya pagi hari atau malam hari; namun di tengah-tengah hari kita terus berdoa!

  1. Membaca Mazmur 91

Siapa diantara Saudara yang membaca, memperkatakan, menghafalkan Mazmur 91 setiap hari? Terus membaca, perkatakan, hafalkan dan percaya, “Tuhan, saya percaya Firman-Mu!”.  Di situ dikatakan bahwa kita menjadikan Tuhan Yesus tempat perlindungan, sebagai kubu pertahanan  dan hati kita melekat kepada-Nya.

Tuhan berjanji bahwa kita akan ditolong, kita akan diluputkan, kita akan dilepaskan dari sakit-penyakit, panah api dari si jahat, jerat penangkap burung, kedahsyatan malam. Saudara tahu jerat penangkap burung? Itu adalah usaha-usaha yang dilakukan orang lain dengan jebakan-jebakan. Hari-hari ini manusia bertambah jahat di mana kadang-kadang kita tidak menyangka orang yang tadinya dekat ternyata menjebak. Dan itu kalau bukan Tuhan yang menolong kita akan kena jebakannya. Kedahsyatan malam itu berbicara tentang perampokan, pemerkosaan, pembunuhan dan hal-hal lainnya. Tetapi Tuhan berjanji kalau kita menjadikan Dia tempat perlindungan, kubu pertahanan dan hati kita melekat kepada Tuhan, kita justru akan diluputkan, ditolong, dilepaskan dari hal-hal yang seperti itu.

 

  1. Mendengarkan Apa Yang Dikatakan Roh

Dalam Wahyu 2 dan 3 ada pesan Tuhan Yesus kepada 7 sidang jemaat atau 7 gereja-Nya pada waktu itu. Saya mau katakan kepada Saudara, pesan Tuhan Yesus pada waktu itu kepada 7 gereja-Nya itu bukan hanya 7 gereja pada waktu itu saja, sebab 7 gereja itu berbicara tentang gereja sepanjang masa termasuk gereja masa kini. Karena itu kalau kita melihat Kitab Wahyu itu dibagi menjadi 3, yaitu:

  • Pasal 1 berbicara tentang hal-hal yang dilihat oleh Yohanes
  • Pasal 2 dan 3 berbicara tentang pesan Tuhan Yesus kepada gereja-Nya tentang hal-hal yang sedang terjadi sekarang ini.
  • Pasal 4 – 22 berbicara tentang hal-hal yang akan terjadi setelah ini, yaitu peristiwa-peristiwa sebelum dan sesudah kedatangan Tuhan Yesus ke dalam dunia ini.

Pesan Tuhan itu selalu diakhiri dengan kata-kata, “Barangsiapa bertelinga, hendaklah mendengarkan apa yang dikatakan oleh Roh kepada jemaat-jemaat” (Apa yang dikatakan Tuhan Yesus kepada jemaat-jemaat). Baru setelah itu dikatakan, barangsiapa menang Tuhan memberi upah dan mahkota.

 

Saudara yang dikasihi Tuhan, kita akan keluar sebagai pemenang kalau kita mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat. Kita mendengar dan melakukan apa yang dikatakan Tuhan Yesus kepada gereja-Nya sekarang ini. Akhir-akhir ini Tuhan berpesan kepada kita untuk banyak membaca Kitab Wahyu. Ada pesan-pesan Tuhan yang khusus terutama dalam Wahyu 2 dan 3 tentang apa yang menjadi isi hati-Nya Tuhan.

Wahyu 1:3, “Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.”

 

Kalau kita membaca, mendengar dan menuruti apa yang terdapat dalam Kitab Wahyu, kita akan berbahagia. Mari kita melakukannya!

Wahyu 22:7, “Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!” Ini Tuhan Yesus sendiri yang berkata, “Aku segera datang, berbahagialah kamu yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!”.

 

Other posts:

HIDUP DALAM PERTOBATAN

HIDUP DALAM PERTOBATAN

“dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami…” (Matius 6:12)

Doa Bapa Kami adalah bentuk doa yang sempurna yang diajarkan Yesus Kristus kepada murid-murid-Nya. Doa Bapa Kami ini memuat semua unsur penting yang harus kita minta dan nyatakan kepada Tuhan, salah satunya seperti yang tertulis didalam ayat 12 tadi. Saat kita berdoa, kita harus sadar dan mengakui diri kita dihadapan Tuhan bahwa kita masih banyak kekurangan dan kelemahan dan untuk itu kita harus selalu memohon belas kasihan dan pengampunan dari Tuhan karena hanya Dialah yang sanggup memberikan pengampunan kepada kita dan bahwa sesungguhnya pengampunan itu hanya tersedia dalam Kristus Yesus karena pengorbanan-Nya di atas kayu salib.

 

Dua ribu tahun lalu Yesus mati di kayu salib untuk menebus segala dosa dan pelanggaran kita umat manusia. Manusia hanya akan menerima karya kematian dan kebangkitan Kristus itu jika manusia mau datang dan percaya kepada-Nya. Setelah percaya, Alkitab mengatakan bahwa kita harus minta ampun dan mengakui segala dosa dan pelanggaran kita, sebab pengampunan tidak secara otomatis diberikan tapi kita akan menerimanya ketika kita datang dengan iman percaya, mengakui dan minta ampun kepada Tuhan.

“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yohanes 1:9)

 

Ayat di atas dengan jelas menyatakan bahwa untuk diampuni dan disucikan, maka kita harus datang dan mengakui dosa kita. Mengaku bahwa kita sudah bersalah dan memohon belas kasihan dan pengampunan-Nya. Namun saat ini ada beberapa kalangan orang Kristen yang mencoba untuk mengabaikan ayat-ayat ini dengan berdalih “yang pen-ting kan sudah terima Yesus, maka semua dosa kita yang dulu, sekarang, dan yang akan datang, sudah diampuni semua, jadi ketika berbuat salah / dosa, tidak perlu minta ampun lagi.” Di sinilah sering terjadi kesalahan; memang Kristus sudah mati untuk semua dosa kita tetapi untuk menerima pengampunan itu secara pribadi maka kita harus datang dan mengakuinya, setelah itu kita akan menerima pengampunan dosa tersebut secara pribadi.

 

Sama seperti seseorang yang diberikan kartu ATM, misalnya berisi uang sebesar Rp. 500 milyar. Uang yang sangat banyak itu tidak pernah dimanfaatnya sama sekali oleh orang tersebut sampai akhirnya ia datang ke mesin ATM dan mengambil sejumlah uang yang dia perlukan untuk dipakai dan dibelanjakan. Dia harus melakukan transaksi dahulu, yaitu dengan menggunakan kartu ATM tersebut, barulah setelah itu dia akan dapat menikmati ‘berkat’ yang sebenarnya dia sudah miliki. Pengampunan Kristus tidak hanya bernilai 500 milyar – yang bisa habis terpakai – tapi kasih dan pengampunan Kristus itu unlimited / tanpa batas, tapi hanya bisa kita alami ketika kita datang memintanya dalam DOA, dan dengan iman menerimanya!

Datang kepada Tuhan dan mengakui segala dosa dan pelanggaran kita itu sama dengan hidup dalam pertobatan. Sadar, akui, dan bertobat, itulah yang Tuhan kehendaki. Banyak orang hanya mengaku sebagai orang Kristen saja tetapi tidak hidup dalam pertobatan, mereka tidak pernah menyadari dan tidak pernah mau mengakui dosanya untuk datang minta ampun kepada Tuhan. Yang ada dipikirannya hanyalah “yang penting sudah percaya Yesus, tidak perlu bertobat dari dosa atau dari kehidupan yang lama, karena semua sudah diampuni di atas kayu salib.” Ini pikiran yang sesat!

 

Sekurangnya ada 5 alasan mengapa kita harus selalu datang dan minta ampun kepada Tuhan seperti yang Yesus telah ajarkan dalam ‘Doa Bapa Kami’ :

  1. Agar kita sadar akan kelemahan dan kekurangan kita

Mengakui setiap kesalahan kita dihadapan Tuhan menunjukkan ketergantungan kita kepada-Nya. Tanpa Tuhan kita tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak ada yang baik yang bisa kita perbuat diluar Tuhan. Kita hidup semata-mata karena anugerah Tuhan, sebab itu tidak ada alasan bagi kita untuk memegahkan diri apalagi menjadi sombong, karena semua dari Tuhan, oleh Tuhan, dan untuk Tuhan. Lalu dengan apa kita membalas segala kebaikannya, selain kita datang dan merendahkan diri dihadapanNya, hidup selalu dalam takut dan hormat akan Tuhan.

“Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.” (Galatia 5:13)

 

  1. Mencegah kita semakin jatuh dan jauh dari Tuhan

Ada istilah yang berkata “dosa beranak dosa”. Artinya, sebuah dosa jika tidak cepat-cepat diakui dan dibereskan, akan selalu melahirkan dosa yang berikutnya, yang berikutnya, dan seterusnya. Sampai kita sadar dan mengakuinya, barulah dosa itu selesai. Sebagai contoh, sebuah kebohongan yang tidak kita akui dan ditutup-tutupi maka akan membuat kita terus berbohong untuk menutupi kebohongan itu, sampai akhirnya kita mengakuinya, minta ampun, bertobat dan mulai berkata jujur.

“Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang. Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan. Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.” (Ibrani 12:15-17)

 

  1. Kita harus siap sedia kapanpun Dia datang menjemput kita

Alkitab mengajarkan supaya kita selalu hidup dalam perdamaian dengan Tuhan. Kristus sudah memperdamaikan kita dengan Bapa di Surga oleh darah-Nya yang mahal dan berharga. Respon kita ialah untuk hidup dalam pengudusan dan perdamaian dengan-Nya, sampai Dia datang kedua kali dan menjemput kita Gereja-Nya.

“Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semua-nya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.” (2 Petrus 3:14)

 

  1. Karena Roh Kudus yang menyadarkan kita akan dosa dan membuat kita berubah

Selama kita mengeraskan hati untuk tidak mau mengakui dan minta ampun kepada Tuhan, maka selama itu pula tidak akan terjadi perubahan apapun dalam diri kita. Selama kita terus membela diri terhadap kesalahan yang dibuat, selama itu pula kita tidak akan mengalami pertumbuhan dan kedewasaan dalam hal apapun. Ketika kita sadar dan mau berubah, Roh Kudus pasti bekerja dan memampukan kita untuk berubah menjadi semakin serupa dengan Kristus.

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:1-2)

 

  1. Selalu berharap akan Anugerah dan Kasih Karunia Tuhan

Menyadari akan kelemahan dan kekurangan kita membuat kita selalu rindu untuk bersekutu dan bergaul karib dengan Tuhan, sebab hanya dari Dialah sumber segala-galanya. Tuhanlah yang empunya segala berkat dan anugerah, mujizat dan kesembuhan, kelepasan dan pembebasan yang seutuhnya. Kita memperoleh semua itu ketika kita datang dan merendahkan hati dihadapan-Nya. Rasul Paulus menuliskan bagaimana dalam segala hal dia hanya berharap dan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan.

“Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.” (2 Korintus 12:9)

 

Firman Tuhan dengan jelas berkata :

“Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” (1 Petrus 1:14-16)

Hidup kudus adalah perintah Tuhan yang harus dilakukan oleh setiap orang percaya. Hidup dalam pertobatan setiap hari akan membawa kita kepada kehidupan yang kudus di hadapan Tuhan. Kekudusan menjadi syarat untuk kita bisa melihat Dia dan kemuliaan-Nya. Amin.

 

“Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.” (Ibrani 12:14)

 

Other posts:

MENGENAL SIFAT ALLAH YANG BENAR

MENGENAL SIFAT ALLAH YANG BENAR

Sifat Allah yang pengasih dan penyayang merupakan hal yang sangat indah dan didambakan setiap manusia, sebagai dasar pengharapan untuk mendapatkan anugerah keselamatan (grace) dan pengampunan. Dasar pemahaman Teologia (Theological premise) mengajarkan bahwa Allah adalah kasih, tapi kita harus mengerti bahwa Allah yang mengasihi adalah Allah yang adil.  Karena keadilan Allah, Ia membuat hukum sehingga kasih karunia (Grace) itu semakin nyata.

Adalah keliru jika kita hanya mengajarkan tentang sifat Allah yang penuh dengan kasih dan anugerah, tanpa pengajaran tentang sifat Allah yang adil, yang menekankan akan disiplin dan kekudusan sebagai gaya hidup. Pengajaran yang tidak berimbang akan berakibat pada pemahaman tentang kasih Allah yang tanpa batas membiarkan pelanggaran sebagai sesuatu yang lumrah.  Sebagai contoh: Allah tidak akan marah apabila firman-Nya dilanggar; atau kita memandang Allah sebagai pribadi yang tidak memiliki sifat kekudusan, kebenaran, dan keadilan sehingga akan menciptakan pemahaman yang akan meremehkan akan pelanggaran dosa dan pertobatan. Itu adalah sikap umat Kristen yang menyia-nyiakan kasih karuniaNya.

MENGENAL ALLAH LEWAT PERNYATAAN-NYA

Kita harus mengerti sifat-sifat Allah seluruhnya, tidak hanya kasih karunia. Allah memiliki sikap kasih, namun Ia juga tegas; Ia Maha Pengampun, tapi Ia juga pembalas kejahatan dengan adil. Dari mana kita dapat mengenal sifat-sifat Allah tersebut? Kita dapat mengenal-Nya dari pernyataan diri-Nya dan melalui perbuatan-perbuatan-Nya.  Firman Allah menggambarkan karya dan ciptaan Allah sebagai petunjuk simbolis tentang sifat-sifat-Nya.

Sekalipun mungkin ada dua sisi dalam sifat Allah yang terkesan bertentangan, namun jika kita perhatikan kedua sifat Allah memiliki kemampuan untuk hadir bersamaan. Kita tidak dapat membuang salah satu sifatnya dan mengedepankan sifat lainnya,

1.) Kedaulatan Allah

Hari-hari ini ada pengajaran yang menekankan akan kebebasan manusia untuk melakukan segala sesuatu tanpa harus khawatir apakah tindakan tersebut dosa atau tidak. Mengapa demikian? Karena orang percaya telah ditebus oleh Kristus, itu artinya semua dosa orang percaya yang telah dilakukan atau akan dilakukannya sudah diselesaikan Kristus di kayu salib. Jika hanya dipandang dari sisi kasih karunia Allah, pengajaran ini tampak benar.  Tetapi pengajaran ini sangat tidak cocok dengan sifat Allah yang lain seperti kebenaran-Nya, yaitu memberkati mereka yang hidup benar atau menghukum mereka yang melakukan pelanggaran.

‘Kedaulatan’ disini bukan berarti Tuhan akan bertindak semena-mena seperti seorang raja yang memiliki kedaulatan penuh.  Namun kuasa kedaulatanNya ini berlaku sesuai dengan hukum dan ketetapan yang sudah ditetapkan pada mulanya.  Kuasa Allah juga bukan berarti akan membelenggu dan membebani kita dengan kewajiban-kewajiban yang memberatkan. Lebih dari itu, kesadaran akan kekuasaan Allah akan membawa umat Kristen dalam perlindungan dan pimpinan-Nya. Pandangan yang mengajarkan bahwa orang percaya boleh hidup sesukanya adalah menghina otoritas dan kekuasaan Allah.

Bagi orang percaya, kedaulatan Allah dapat  menjadi sebagai berkat atau sebagai penghukuman. Berkat atau hukuman tergantung dari respon kita terhadap kehendakNya. Sebagaimana Allah hebat dalam kesetiaan-Nya terhadap orang yang mengasihi-Nya (Mazmur 89:9), demikian juga murka-Nya amat dahsyat terhadap orang yang melawan-Nya (Mazmur 59:14). Konsep Allah yang cemburu juga berkaitan erat dengan kekuasaan Allah. Contohnya adalah dimana kecemburuan Allah menyala terhadap penyembahan berhala (Ulangan 32:16) juga terhadap penyelewengan perjanjian yang disengaja (Ulangan 29:18-20). Tetapi konsep kecemburuan tersebut juga menjadi jaminan akan perlindungan Allah kepada umat-Nya (II Raja-raja 19:31; Yesaya 26:11), ketakutan kita kepada penghukuman dan kecemburuan Allah akan membuat kita hidup dalam ketaatan, tapi sebaliknya, mereka yang tidak mengenal keadilan Allah akan hidup sesuka hatinya. DR. Ludwig Koehler menyatakan bahwa takut akan Tuhan (ketaatan) adalah sebuah wujud kebenaran.

2.) Kekudusan Allah

Allah senang akan kebaikan dan kebenaran (Yeremia 9:24), namun Allah juga membenci segala yang jahat, yaitu yang menajiskan nama-Nya yang kudus (Imamat 20:3). Kekudusan menjadi media/alat untuk menjaga hubungan perjanjian Allah dengan umat-Nya. Pada saat Rasul Paulus mengutip beberapa bagian Hukum Taurat dalam pengajarannya. Rasul Paulus sedang mengajarkan moral kekudusan. Jika kita pelajari, Hukum Taurat itu terbagi menjadi 3 bagian, yaitu: hukum moral, ibadah, dan sipil. Dalam mengajarkan moral, Hukum Taurat jelas sekali menekankan kekudusan Allah. Hukum Taurat menulis barangsiapa taat pada kekudusan Allah akan diberkati, tetapi barangsiapa melanggar kekudusan-Nya akan “hangus.” Hukum Taurat memang tidak kita lakukan lagi, tetapi ia bagaikan seorang guru yang membawa orang-orang kepada Kristus (Galatia 3:24). Melalui Hukum Taurat kita semakin mengerti betapa berbahayanya jika seseorang melanggar kekudusan Allah.

Sebagaimana kekuasaan Allah bisa menjadi berkat atau penghukuman, demikian juga kekudusan Allah dapat dialami orang percaya sebagai penghukuman (Yesaya 10:17) atau sebagai penyelamatan (Yesaya 43:3). Justru dengan kekudusan kita bisa melihat Tuhan; melihat-Nya dengan lengkap.

3.) Kebenaran Allah

Kebenaran Allah berhubungan erat dengan sifat keadilan atau keputusan-Nya yang didasarkan hukum. Keadilan Allah terlihat jelas dalam pemeliharaan perjanjian-Nya dengan umat-Nya. Allah menghendaki umat-Nya untuk lebih mengedepankan hidup dalam kebenaran ini daripada yang lainnya, bahkan lebih dari ritual sebuah ibadah. Rasul Yohanes dalam penglihatan di pulau Patmos ‘melihat’ pengantin perempuan pada perjamuan Kawin Anak Domba akan mengenakan kain lenan halus yang merupakan perbuatan yang benar dari orang-orang kudus (Wahyu 19:8). Kebenaran dan Keadilan Allah menyatakan pemeliharaan, tetapi kita harus ingat bahwa kebenaran juga menyatakan dua hal yang lainnya, yaitu penghakiman Allah dan murka Allah. Pilihan tetap ada ditangan kita.

 

Allah kita adalah Hakim yang adil. Keadilan-Nya tidak hanya memutuskan hukuman, tetapi Ia juga mengumpulkan bukti-bukti dan bekerja secara kreatif dalam melaksanakan keputusan. Ia tidak semena-mena dalam bertindak, tetapi Ia juga tidak akan mengabaikan ketidaktaatan sekecil apapun. Penghakiman Allah bersifat memulihkan bagi mereka yang taat; sekalipun dalam penghukuman-Nya Allah selalu menyertakan kemurahan dan anugerah-Nya (Yesaya 30:18) namun bila kehendak-Nya ditentang secara terus menerus maka murka Allah akan bangkit. Murka Allah bukan sebuah proses yang tak dapat dihindarkan atau spontan, sedapat mungkin Allah menahan atau memperlambatnya dengan kemurahan-Nya, itulah kasih karunia-Nya yang ajaib. Tapi jika manusia menjadi bebal dan tetap tidak mau taat dan bertobat maka murka Allah merupakan kebijakan terakhir untuk menghadapi para penentang-Nya.

 

Seperti yang telah kita lihat, sifat Kekuasaan, Kekudusan, Kebenaran, dan Keadilan-Nya saling berkaitan erat. Sifat-sifat Allah tersebut menjadi seperti kepingan-kepingan puzzle yang harus secara lengkap tersusun untuk penyingkapan Allah. Satu keping puzzle tanpa keping yang lainnya tidaklah berguna. Mengenal hanya kasih Allah tanpa mengenal sifat-sifat yang lainnya sangat berbahaya.

Kemurahan seringkali dikaitkan dengan kelemahan atau sikap pasrah, namun dengan latar belakang sifat-sifat Allah yang tersebut di atas; kita tidak dapat berkata demikian lagi. Kemurahan merujuk pada kesetiaan Allah kepada perjanjian yang ditetapkan-Nya (Kejadian 32:10). Kemurahan mendahului adanya perjanjian tersebut, sehingga kemurahan pun akan bertahan lebih lama daripada perjanjian itu sendiri (Mazmur 136). Menurut DR. Koehler, kemurahan dalam perjanjian berkembang ke arah pertanggung-jawaban antara mereka yang memiliki hubungan. Artinya umat yang menerima kemurahan (kasih karunia) memiliki tanggung jawab untuk memelihara perjanjian dengan Allah.

 

KESIMPULAN

Kasih karunia Allah dan disiplin-Nya bagaikan dua sisi dari sebuah koin. Kedua hal tersebut tidak mengurangi nilai satu sama lain, justru menjadi dasar yang menguatkan satu dengan lainnya. Allah bukanlah Hakim yang semata-mata menghukum langsung setiap anak-Nya yang bersalah, Ia berusaha mencari jalan untuk membawa anak-Nya pada pemulihan.  Walaupun pada akhirnya Ia rela berkorban karena keadilanNya telah menimpakan hukuman atas diriNya sendiri.  Ada titik final ketika seseorang tidak berbalik kepada-Nya.  Semua manusia akan menghadapi keadilan Allah.

 

Quote:

Kehendak bebas manusia adalah mahkota kemuliaan dari Allah.

Kehendak bebas senantiasa berada dalam prinsip-prinsip kebenaran Allah.

Kehendak bebas bukan berarti boleh melakukan segala sesuatu yang kita inginkan.

 

Other posts:

KOBARKAN KARUNIA DI DALAM MU BERSAMA TUHAN SEMAKIN HARI SEMAKIN KUAT

KOBARKAN KARUNIA DI DALAM MU BERSAMA TUHAN SEMAKIN HARI SEMAKIN KUAT

“Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.” 2 Timotius 1:6

Banyak orang tidak menyadari bahwa hidup ini adalah kesempatan yang terbatas.  Mereka hidup menjalani nasib dengan bekerja keras memenuhi tuntutan kehidupan atau sekedar bersenang-senang.  Orang yang tidak mempunyai tujuan cenderung menjadi lemah, kompromi atau hidupnya sia-sia, karena tidak tahu bagaimana memfungsikan hidupnya.  Kita tahu dari firman Tuhan bahwa tidak ada di dunia ini diciptakan tanpa tujuan.  Tuhan menciptakan segala sesuatu mempunyai fungsi dan tujuan untuk mencapai dan melakukan apa yang sudah Tuhan tetapkan.

Agar kita kuat di dalam Tuhan, kita harus berjalan sepakat dengan Tuhan, maka kita akan berjalan bersama Tuhan semakin hari semakin kuat.

 

Ada 3 langkah yang harus kita lakukan untuk mengetahui tujuan hidup:

  • Mengetahui karunia yang ada di dalam diri kita.  Dengan cara perhatikan apa yang senang kita lakukan.
  • Menyalurkan karunia itu untuk orang lain.  Bagaimana menyalurkan apa yang kita suka lakukan untuk memberkati orang lain.
  • Kita harus melatih diri kita agar kita mengembangkan karunia itu.

Dalam firman Tuhan ada perumpamaan tentang talenta, di mana hamba yang mempunyai lima talenta mengembangkannya menjadi sepuluh talenta, begitu juga hamba yang menerima dua talenta melipatgandakannya, lalu tuannya berkata: Baik sekali hambaku yang baik dan setia.  Tetapi hamba yang menerima satu talenta berkata engkau adalah tuan yang jahat dan hanya menyimpan talenta yang dipercayakan padamu, lalu tuannya berkata: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas.

 

Jadi apa yang ada pada kita harus dipakai menjadi berkat bagi orang lain.  Kebanyakan orang yang tidak mengerti maka ia hanya menyimpan karunia tersebut, sehingga kehidupannya bukan makin naik tetapi makin turun.  Semakin kita menyimpan karunia itu, kita menjadi semakin terhilang, dan tidak berhasil.

Hasil riset di Amerika ini, 70% orang di Amerika itu dilanda depresi, sehingga mereka harus minum obat anti-depresi setiap hari, karena mereka tidak mengetahui arti dan tujuan hidup mereka. Sistem pendidikan tidak mengajarkan hal ini.  Keluarga-keluarga yang berantakan tidak mengerti hal ini akibatnya masyarakat kehilangan sesuatu yang sangat penting yaitu kesempatan untuk memaksilmalkan hidup mereka.

 

Apabila kita sudah mengetahui tujuan dan fungsi kita, jadilah kuat berjalan bersama Tuhan karena di dalam perjalanan menuju garis akhir, bisa saja kita menjadi lemah dan tawar hati.

Kebanyakan orang punya alasan kenapa hidup mereka tidak bisa maksimal, contoh orang tua yang kekuatannya semakin menurun, kalau masih muda mempunyai banyak alasan untuk menunda.  Sementara keadaan dunia, semakin hari teknologi semakin canggih, kalau kita tidak belajar kita akan ketinggalan di belakang.  Jadi kita harus maju terus dan umat Tuhan harus semakin kuat.

 

Untuk menjadi kuat, yang harus dilakukan:

Tidak Sendiri, Berjalan Bersama Tuhan.

Ibrani 13:5, “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu.  Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

1 Tim 6:10, “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang.  Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”

Orang yang kuat kalau cinta akan uang maka ia akan menjadi lemah karena tidak mengandalkan Tuhan.  Bangunlah iman percaya kepada Tuhan.

 

Yesaya 40:28-31, Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.  Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.  Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”

 

Orang yang menanti-nantikan Tuhan adalah orang yang senang berada di dalam hadirat Tuhan, dia senang berdoa, membaca firman Tuhan, pujian dan penyembahan.  Kalau kita berdiam diri dalam hadirat Tuhan, kita mendapatkan kekuatan yang baru, tidak menjadi lemah bahkan semakin hari menjadi semakin kuat.

1 Kor 15:57-58, “Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan!  Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”

 

Kita harus tahu dalam hidup ini kita tidak berjalan sendiri karena Tuhan berjanji tidak akan meninggalkan atau membiarkan kita.  Dunia mungkin menawarkan banyak hal, tetapi kita harus tahu bahwa Tuhanlah yang terutama, kita harus berakar dan tertanam di dalam Kristus Yesus, sehingga tidak ada yang dapat memisahkan kita de-ngan Tuhan.  Giatlah di dalam pekerjaan Tuhan, melalui pekerjaan Tuhan inilah kita menjadi berkat buat orang lain.

 

Menjadi Berkat untuk Orang Lain.

Tuhan tidak meminta sesuatu yang tidak kita miliki, tetapi dengan apa yang ada pada kita, asal kita mau menjadi berkat bagi orang lain, Tuhan akan pakai kita.  Terus berada dalam hadirat Tuhan dan melayani

pekerjaan Tuhan.  Tuhan mengasihi jiwa-jiwa dan Ia juga mau kita memiliki hatiNya mengasihi jiwa-jiwa, melayani orang lain dan menjadi berkat untuk orang lain.

Kalau hidup kita ibarat pohon, pohon itu tidak pernah makan buahnya sendiri, tetapi ia berikan buahnya untuk jadi berkat bagi orang lain.  Kalau kita mau hidup kita menjadi berkat untuk orang lain, maka saudara adalah orang yang paling berbahagia dan paling diberkati.  Lebih berbahagia memberi dari pada menerima.  Kita harus memberi dengan sukacita dan tulus hati.

Saudara bisa memberi tidak hanya sebatas uang saja, tetapi juga bisa memberi waktu, pengetahuan, pertolongan, senyuman, duku-ngan, menjadi telinga yang baik dan mendoakan orang lain.  Ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menjadi berkat.  Kita sudah menerima kasih dari Tuhan, untuk menjaganya kita harus mengalirkan kasih itu.

 

Di kitab Amsal 11:24 mengatakan, “ada orang yang menyebar harta (membagi berkat, menabur) tetapi bertambah kaya, ada yang berhemat secara luar biasa namun selalu berkekurangan.”

Perintah Tuhan adalah kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, segenap akal budimu dan segenap kekuatanmu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.  Bagaimana kita me-ngasihi sesama kita, yaitu dengan menjadi berkat bagi mereka.

Pada saat kita punya, kita bisa memberikan kepada orang lain, dan ada saatnya kita tidak punya, orang lain akan memberi kepada kita, jadi kita saling mengisi, dan saling membantu sehingga tidak ada yang berkekurangan.

Pengkhotbah 4:9-10, “Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka.  Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!”

Di Amerika dibangun suatu kebudayaan individualis, di mana kita merasa kita dapat melakukan semuanya sendiri, kita tidak mau dibantu orang lain, sehingga sulit membangun hubungan.  Ini bukan kehendak Tuhan.  Kalau kita berjalan sendiri, pada waktu kita jatuh, siapa yang mengangkat kita?

 

Bersambung minggu depan…

Other posts:

SEPAKAT MAKIN LAMA MAKIN KUAT

SEPAKAT MAKIN LAMA MAKIN KUAT

Amos 3:3 “Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?” ”Can two walk together unless they agreed?”

Apa arti kata sepakat? Bagi orang bisnis kata sepakat berarti mencapai “deal” (= persetujuan) untuk melanjutkan kerjasama sesuai perjanjian. Bagi musisi, kata sepakat itu artinya bisa bersama-sama mengalirkan musik untuk menghasilkan sebuah simfoni yang harmonis dan terdengar menyatu. Intinya, sepakat itu artinya kedua belah pihak (atau lebih) sudah setuju dengan keputusan bersama yang telah dibicarakan sebelumnya. Bayangkan apabila anda bersepakat untuk bertemu di sebuah tempat pada jam yang sudah ditentukan. Jika salah satu melanggar kesepakatan, misalnya datang pada jam yang berbeda atau pergi ke tujuan yang berbeda, tentu anda tidak akan pernah bisa bertemu bukan?

Seperti itulah sebuah gambaran kesepakatan. Dalam membuat surat perjanjian atau kontrak pun demikian. Keduabelah  pihak harus terlebih dahulu sepakat atas pasal-pasal yang di atur di dalamnya sebelum menandatangani surat atau menyetujui langkah/arah yang di inginkan. Tanpa itu, sebuah kontrak tidak akan berlaku. Demikian pentingnya sebuah kesepakatan dalam berbagai aspek hidup kita. Tanpa adanya kesepakatan, kita tidak akan bisa berjalan bersama-sama.

Kesepakatan sering disepelekan atau dianggap tidak penting bagi banyak orang. baik dalam keluarga, pekerjaan, belajar maupun dalam beribadah. Mereka lebih suka berjalan sendiri dan memutuskan segalanya sendiri dan menganggap orang lain kurang penting atau bahkan tidak ada. Coba pikir apabila dalam sebuah gereja jemaatnya hanya datang, duduk, diam, dengar dan kemudian pulang, bisakah gereja itu tumbuh menjadi berkat bagi sesamanya apalagi mendampaki komunitas dan kotanya?

Jika semua unsur di dalamnya berjalan sendiri-sendiri, bisakah sebuah gereja menjalankan program-programnya dengan baik? Jika dalam sebuah keluarga semuanya sibuk dengan dunianya masing-masing tanpa peduli satu sama lain, ayah hanya bekerja, ibu yang tidak mau mengurus rumah tangga hanya ngobrol dan urus kecantikan/shopping, anak-anak ke sekolah dan bermain bersama teman dan berkumpul dengan keluarga hanya sekali-kali saja, bisakah keluarga itu menjadi harmonis dan kuat? Dapatkah sebuah tujuan dicapai jika semua yang terlibat berjalan sendiri tanpa ada kesatuan atau kesepakatan?

Pertanyaan ini mungkin terdengar klise biasa, tapi sebenarnya pertanyaan yang sama sudah ada sejak dulu dan tercatat dalam kitab Amos. “Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?” (Amos 3:3). Bisakah dua orang berjalan bersama ke arah yang sama tanpa membuat perjanjian, persetujuan atau kesepakatan terlebih dahulu? Itu tidak mungkin bisa. Sebuah kesepakatan merupakan hal yang memegang peran yang sangat penting agar kita bisa berjalan ke arah yang sama untuk mencapai tujuan bersama. Baik dalam keluarga, pertemanan, pekerjaan, pelayanan atau dalam hal-hal yang spiritual kesepakatan itu merupakan sebuah unsur yang sangat penting, atau kita akan berjalan di tempat, tidak maju-maju malah semakin mundur.

Tuhan sendiri sangat mementingkan dan memperhatikan kesepakatan. Dan hal ini dianjurkan dalam begitu banyak kesempatan baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Sebuah kesepakatan selalu bisa menghasilkan dampak besar.  Lihatlah bagaimana Yesus mengajarkan pentingnya membangun sebuah kesepakatan. “Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.” (Matius 18:19).

Tuhan ternyata menganggap penting bagi kita untuk bersepakat dalam berdoa dan meminta sesuatu kepadaNya, dan itu disampaikan oleh Yesus sendiri. Selanjutnya Yesus pun mengatakan “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” (ay 20). Jika dua atau tiga orang berkumpul, itu artinya bersepakat, dan dilakukan dalam NamaNya, maka Yesus pun akan segera hadir ditengah-tengah kita. Bukankah ini menunjukkan tingginya sebuah nilai kesepakatan bagi Tuhan? Jika Tuhan saja menganggap sebuah kesepakatan itu penting mengapa kita tidak mulai berpikir bahwa itu penting bagi kita juga dalam hubungan dengan orang lain?

Ingatlah bahwa tidak ada satupun yang maksimal yang bisa kita lakukan apabila kita hanya berjalan sendiri-sendiri. Sebuah keluarga tidak akan bisa harmonis dan kuat tanpa adanya kesatuan di antara anggota-anggotanya. Meski semua melakukan tugasnya masing-masing dengan baik, kekuatannya akan sangat lemah apabila tidak ada kesatuan di dalamnya. Dalam pekerjaan, bisnis maupun pelayanan pun sama. Tidak akan ada program yang bisa berjalan dengan baik, tidak akan ada sebuah pencapaian yang luar biasa apabila tidak didasari dengan kesepakatan. Kita tidak akan bisa tetap tegar atau teguh dalam menghadapi masalah jika hanya sendirian.

Mengingat pesan Tuhan bulan ini melalui Gembala Rayon kita, Bersama dengan Tuhan mereka berjalan makin lama makin kuat (Mazmur 84:8).  Untuk menjadi kuat kita harus berjalan sepakat bersama dengan Tuhan dan saudara seiman.  Beberapa alasan mengapa kita berjalan bersama dengan Tuhan makin lama makin kuat?

  1. Tidak Sendirian. Untuk pergi beribadah kepada Allah di Sion, harus sehati, sepakat, dan seiman.. Sepakat = Symphoneo = beberapa orang dalam satu Komunitas/persekutuan; Symphony = Sesuatu yang harmonis, sama seperti didalam orchestra, alat musik berbeda-beda memainkan alunan yang senada dengan tempo yang sama menjadi indah. Dikatakan bersama-sama di sini, pertama bersama dengan Tuhan, lalu bersama-sama dengan orang-orang yang berjalan bersama dengan Tuhan.
  1. Akan Melewati Lembah Baka (Maz 84:5-7).

Baka dalam bahasa Ibrani artinya “Air Mata” atau lembah ratapan, tangisan (apapun masalah yang kita hadapi, bersama Tuhan yang selalu memberi kekuatan baru). Dalam perjalanan kita mengiring Tuhan, kita pasti melewati lembah Baka, tantangan dan masalah yang kita hadapi. Banyak pelayan Tuhan pada waktu melewati lembah Baka, akhirnya tidak kuat, mundur dan hancur.

Yesaya 40:28-31, “Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu tidak terduga pengertian-Nya. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”

Dikatakan ayat di atas bahwa orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru yang dari pada Tuhan.  Ayub mengatakan bahwa hidup itu berat, mungkin saudara juga berkata bahwa hidup saudara berat dan banyak mengalami tantangan, kita harus tahu bahwa Tuhanlah yang memberikan kekuatan.

Bagaimana caranya agar kita berjalan bersama Tuhan, makin lama makin kuat?

  1. Berdiri teguh, jangan goyah, dan giat selalu dalam pekerjaan Tuhan (1 Kor 15:57-58).
  2. Firman Tuhan menjadi prioritas setiap hari (1 Yoh 2:14).
  3. Tidak terbawa arus, harus melawan arus (Ibrani 2:1)
  4. Bertumbuh dalam iman dan menjadi dewasa (Ibrani 4:2).
  5. Percaya bahwa Roh dalam kita lebih dari pada roh yang ada di dalam dunia (1 Yoh 4:4; Ef 6:10).

1 Kor 15:57-58, “Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”

Dalam persekutuan dengan Tuhan, pada waktu menjadi lemah, di situlah Tuhan kasih kekuatan. Demikian juga dalam persekutuan orang percaya ada kekuatan (comfort) dan kasih (penerimaan). Semua pelayanan yang kita lakukan untuk Tuhan meski ada tantangan dan masalah yang kita hadapi, meski orang lain tidak melihat apa yang sudah kita lakukan, dan kalau sampai hari ini kita boleh tetap melayani Tuhan, itu semua karena kekuatan dari Tuhan. Karena Tuhan memberikan kekuatan kepada orang yang menanti-nantikan Tuhan.

Pengkotbah mengatakan “Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!” (Pengkotbah 4:9-10). Dan selanjutnya juga diingatkan bahwa dua orang yang bepergian bersama dapat menangkis serangan, tapi orang yang sendirian akan dengan mudah dapat dikalahkan. “Dan bilamana seorang dapat dikalahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.” (ay 12). Sudahkah kita menyadari betapa pentingnya sebuah kesepakatan dalam berbagai aspek kehidupan kita?

Gereja hanya akan bisa menjadi garam dan terang bagi lingkungan atau kotanya apabila jemaatnya mau bersatu, bersepakat dan melakukan bagian masing-masing secara terintegrasi atau terpadu. Sudah saatnya gereja menjadi kumpulan orang-orang kudus yang mau terlibat melakukan langkah nyata bukan hanya bersikap apatis, hanya datang, duduk diam dan mencari berkat untuk dirinya sendiri saja. Di sisi lain sebuah gereja seharusnya mampu mempermudah orang untuk pelayanan dan bukan sebalik-nya malah membangun tembok pembatas lewat peraturan-peraturan atau tradisi duniawi yang terlalu rumit sehingga menyulitkan jemaatnya untuk terlibat. Tuhan sangat memperhatikan kesepakatan, itu merupakan hal yang penting bagiNya dan sudah saatnya kita pun menanggapi sebuah kesepatakan itu dengan sangat serius. Kesepakatan memegang peranan penting bagi terkabulnya doa kita. Amin!

 

HIDUP YANG SENANTIASA PENUH DENGAN ROH KUDUS

HIDUP YANG SENANTIASA PENUH DENGAN ROH KUDUS

Kotbah Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo:

Tuhan Yesus sangat mengasihi Saudara dan saya. Kasih-Nya itu luar biasa. Alkitab katakan bahwa Tuhan Yesus mati karena dosa-dosa kita, Dia dikuburkan tetapi pada hari yang ketiga Dia bangkit dari kematian. Setelah itu selama 40 hari Dia mengunjungi murid-murid-Nya. Dia mengunjungi murid-murid-Nya dengan 2 alasan, yaitu:

  1. Untuk membuktikan bahwa Dia hidup
  2. Untuk menghibur, menguatkan murid-murid-Nya yang sedang frustrasi, mengalami gon-cangan yang berat, depresi akibat kematian-Nya.

Setelah 40 hari mengunjungi murid-murid-Nya, maka Tuhan Yesus naik ke sorga dan pesan yang terakhir kepada murid-murid-Nya terdapat dalam Kisah Para Rasul 1:8, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung-ujung bumi.” Jika Saudara dan saya adalah murid Tuhan Yesus berarti pesan ini berlaku bagi kita semua.

Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutupi-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”

Dari ayat ini saya sangat percaya dan yakin kalau yang melihat Tuhan Yesus naik ke sorga adalah murid-murid-Nya, maka yang akan melihat Dia turun dari sorga juga murid-murid-Nya. Dan waktunya sudah tidak lama lagi!

Setelah itu murid-murid Tuhan Yesus pergi ke Yerusalem dan mereka berkumpul di kamar atas. Pada saat itu hanya ada 120 murid yang berkumpul, padahal Tuhan Yesus menampak-kan diri kepada lebih dari 500 murid (kurang dari 25%). Tuhan Yesus memberikan pesan yang sama kepada mereka “Janganlah kamu meninggalkan Yerusalem sebelum kamu diper-lengkapi dengan kuasa dari tempat maha tinggi”. Pesan ini berlaku untuk kita juga saat ini.

Apa yang mereka lakukan pada waktu itu? Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dan pada hari yang ke-10, tepat pada Hari Raya Pentakosta ketika mereka sedang melakukan itu tiba-tiba turunlah dari langit seperti tiupan angin keras dan mereka semakin sungguh-sungguh berdoa, lalu tiba-tiba tampaklah lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap kepada mereka masing-masing. Mereka penuh Roh Kudus dan mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa seperti yang diberikan Roh Kudus kepada mereka untuk mengatakannya. Dan itu adalah bahasa roh! Setelah murid-murid Tuhan Yesus dipenuhi dengan Roh Kudus dengan tanda awal berbahasa roh, mereka dipakai Tuhan secara luar biasa.

Sekitar 100 tahun kemudian, 70% dari wilayah yang dulu dikenal sebagai ‘dunia’ yang men-jadi wilayah Kristen! Ini saya sebut dengan Pentakosta yang Pertama. Namun setelah itu kekristenan

menurun tajam dan gereja memasuki masa kegelapan selama ± 1000 tahun. Pada masa ini jumlah orang Kristen adalah 30% dari jumlah penduduk dunia; dan dari 30% ini 70%-nya dimenangkan mulai awal abad ke-20 atau tahun 1900-an yang dimulai melalui peristiwa Azusa Street, yaitu kebangunan rohani pada tahun 1906; di mana seorang hamba Tuhan berkulit hitam yang bernama William Seymour dipakai Tuhan secara luar biasa. Ini yang disebut dengan Pentakosta yang Kedua.

Melihat Pentakosta pertama dan kedua dahsyatnya seperti itu, maka yang Pentakosta Ketiga hebatnya akan luar biasa, sebab bumi akan penuh dengan kemuliaan Tuhan seperti air yang menutupi dasar laut. Tuhan berkata, “Hari-hari ini kita sedang memasuki Pentakosta yang Ketiga!”.

Apa yang terjadi ketika Roh Kudus dicurahkan melalui Pentakosta yang ketiga? Seperti apa yang tertulis dalam Yoel 2:28-32, yaitu:

1) Tiga generasi akan dipakai Tuhan secara luar biasa (Yoel 2:28-29)

Kalau kita lihat sekarang sebenarnya ada 5 (lima) generasi, yaitu:

– Generasi Z: lahir antara tahun 1998 – sekarang

– Generasi Y: lahir tahun 1977 – 1997

– Generasi X: lahir tahun 1965 – 1976

– Generasi Baby Boomer: lahir tahun 1946-1964

– Generasi Silent: usia 70 ke atas

(lahir tahun1945 dan sebelumnya)

Saya mengerti bahwa 5 generasi akan dipakai Tuhan secara luar biasa. Amin!

2) Mujizat akan terjadi secara luar biasa (Yoel 2:30-31)

3) Goncangan akan terjadi secara luar biasa

4) Penuaian jiwa besar-besaran akan terjadi (Yoel 2:32)

 

CIRI-CIRI ORANG YANG MENJADI SAKSI TUHAN

Mari kita melihat keadaan 2000 tahun yang lalu dan kita mulai instrospeksi diri.

1) Khotbah Singkat Petrus Menuai 3000 Jiwa Yang Bertobat

Saat Petrus berkhotbah tidak sampai 4 menit, 3000 orang bertobat dan dibaptis. Itu terjadi 2000 tahun yang lalu, jika terjadi sekarang mungkin akan jutaan orang! Mungkin Saudara tidak bisa berkhotbah seperti itu, tetapi Saudara mungkin bisa berkata kepada teman Saudara atau ke-luarga, “Tuhan Yesus mengasihi anda”, tiba-tiba orang itu menangis lalu bertobat, terjadi muji-zat yang terjadi luar biasa!

2) Pelayanan Yang Disertai Tanda dan Mujizat (‘Sign & Wonder’)

Pada waktu itu Petrus dan Yohanes dipakai untuk menyembuhkan orang yang sakit lumpuh sejak lahir. Bayangan Petrus saja bisa menyembuhkan orang sakit. Saudara pun bisa dipakai Tuhan seperti itu.

KESAKSIAN DARI PEMIRSA TBN RUSIA:

Saudara, kita sudah mengadakan 260x KKR Kesembuhan Ilahi dan ribuan orang sakit telah disembuhkan dan bertobat. Acara ini disiarkan di televisi, baik siaran di televisi Kristen seperti Life dan U-Channel, maupun televisi nasional seperti Indosiar dan RCTI. Di luar negeri, acara ini disiarkan melalui TBN Rusia sejak 22 Desember 2015 dalam bahasa Rusia. Ternyata orang yang berbahasa Rusia itu, mereka tersebar ke 180 negara termasuk Israel. Saya menerima be-berapa kesaksian dari mereka, yaitu:

Kesaksian dari Grigoreth Galina yang berasal dari kota Kamenets Podolsky, Ukraina:

Galina berkata, “Terima kasih untuk program Anda, karena mujizat-mujizat dan kesaksian-kesaksian yang saya saksikan yang terjadi di Indonesia dan seluruh dunia, saya menyadari bahwa mujizat untuk situasi saya tidaklah mustahil bagi Tuhan. Saya sudah menderita kanker payudara selama beberapa tahun. Dokter mengatakan kepada saya bahwa ada kemungkinan yang sangat kecil bagi saya untuk hidup setelah menjalani operasi besar yang harus kulalui. Saya menyaksikan TBN Rusia dan Pendeta Niko membangun iman saya. Minggu lalu saya pergi ke dokter karena penyakit saya telah meninggalkan tubuh saya. Saya mengetahuinya dan saya perlu mereka mengetahuinya juga. Para dokter sangat kaget, mereka tidak bisa berkata apa-apa. Saya berkata kepada mereka bahwa Tuhan telah menyembuhkan saya. Sekarang saya memberitakan tentang Yesus kepada semua orang yang saya kenal dan bahwa Dia ingin menyelamatkan dan menyembuhkan mereka juga. Terima

kasih, walaupun kita terpisah begitu jauhnya Tuhan mengerjakan mujizat-Nya yang luar biasa!”

  • Ada seorang yang juga bernama Galina dari St. Petersburg, Rusia yang ‘disembuhkan’ dalam bidang keuangan dengan cara yang ajaib.
  • Kesaksian Paul yang berasal dari Siberia:

“Selama bertahun-tahun saya kecanduan heroin atau benda semacamnya yang bisa saya dapat-kan. Saya dilempari batu di rumah ibu saya dan saya melihat seorang pria Asia berbicara di TBN Rusia dan itu seperti dia sedang berbicara langsung kepada saya. Bagaimana dia bisa mengeta-hui situasi saya? Saya langsung menjadi sadar dan saya tahu bahwa saya membutuhkan apa yang dia ‘jual’. Tetapi dia sedang tidak menjual sesuatu kepada saya! Saya menerima Kristus dan keinginan saya untuk memakai narkoba meninggalkan saya dan saya mulai pergi ke gereja dengan ibu saya. Ayah saya melihat perubahan di dalam diri saya. Bertahun-tahun yang lalu dia telah menyerah atas situasi yang saya alami dan tidak memiliki harapan apa pun terhadap saya dan dia tidak mau ke gereja. Tetapi setelah dia melihat saya, dia akhirnya datang ke gereja dan mengenal kasih penebusan dari Yesus Kristus. Terima kasih Pendeta Niko karena telah berbicara kepada saya di saat saya membutuhkannya. Saya sudah disembuhkan dan dibebaskan!”

3) Bertekun Dalam Pengajaran Rasul-Rasul dan Dalam Persekutuan

Mereka bertekun dalam pengajaran Rasul-rasul dan dalam persekutuan, dengan kata lain:

a) Mereka suka membaca Alkitab dan belajar Alkita

b) Mereka selalu berkumpul memecahkan roti dan berdoa. Ini berbicara tentang unity dan suka berdoa.

c) Mereka selalu bergembira dan tulus hati sambil memuji Allah.

d) Mereka suka memberi sehingga tidak ada yang berkekurangan.

e) Mereka disukai semua orang dan tiap-tiap hari jumlah orang-orang yang diselamatkan bertambah.

 

4) Memberitakan Injil

Pada waktu itu mereka sedang di Yerusalem, keadaan mereka senang dan tidak ada yang berkekurangan,dan mereka hidup dalam persekutuan yang menyenangkan, tetapi tiba-tiba aniaya datang! Mereka harus lari dan lari! Sambil berlari mereka memberitakan Injil.

5) Mengerti Adanya Perubahan Paradigma Pelayanan

Sebagai saksi Yesus harus mengerti adanya perubahan paradigma dalam pelayanan. Pelayanan itu tidak monoton tetapi ada perubahan paradigma. Mereka yang tadinya mengira bahwa keselamatan hanya untuk orang Yahudi saja, melalui peristiwa Kornelius, orang gentile atau bukan.

Yahudi yang percaya kepada Tuhan Yesus, yang dibaptis, dan dibaptis Roh Kudus serta

berbahasa roh, yang kemudian menimbulkan satu perdebatan, tetapi karena mereka dipenuhi dengan Roh Kudus perdebatan itu berakhir dengan pengertian bahwa Tuhan Yesus ternyata tidak memberikan keselamatan kepada orang Yahudi saja, tetapi juga kepada bangsa-bangsa lain termasuk bangsa Indonesia.

Kalau Saudara melihat hari-hari ini bagaimana Timur Tengah, Afrika dan negara-negara muslim digoncang-goncang oleh Tuhan, itu karena Tuhan punya rencana untuk itu.

Yesaya 19:23-25 berkata, “Pada waktu itu akan ada jalan raya dari Mesir ke Asyur, sehingga orang Asyur dapat masuk ke Mesir dan orang Mesir ke Asyur, dan Mesir akan beribadah bersama-sama Asyur. Pada waktu itu Israel akan menjadi yang ketiga di samping Mesir dan di samping Asyur, suatu berkat di atas bumi, yang diberkati oleh TUHAN semesta alam dengan berfirman: “Diberkatilah Mesir, umat-Ku, dan Asyur, buatan tangan-Ku, dan Israel milik pusaka-Ku.”

Ketiga bangsa ini yaitu: Mesir, Asyur (Suriah) dan Israel adalah kekasih-kekasih Tuhan.

Kalau Saudara melihat keadaan Suriah hari-hari ini, jauh dari perdamaian rasanya. Hati saya merasa tidak tahan jika melihat orang-orang Suriah yang harus lari, meninggal serta mengungsi, tetapi Tuhan izinkan itu terjadi. Di tengah-tengah pelariannya, saya mendapatkan laporan bahwa ada jutaan dari mereka yang didatangi Tuhan Yesus dalam mimpi dan penglihatan. Dan banyak dari mereka yang menjadi percaya! Ini adalah penggenapan. Demikian pula dengan Mesir dan Israel! Pada masa sengsara yang terakhir orang Mesir akan mengalami hal yang seperti ini dan mereka akan berseru, “Tuhan Yesus, Engkau adalah Tuhan dan Juruselamat kami!”.

 

PERSIAPAN MENJADI SAKSI YESUS

1) Bertekun dengan Sehati dalam Doa Bersama-sama

Bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama artinya berdoa, memuji dan menyembah Tuhan dalam unity siang dan malam. Ini berbicara tentang RESTORASI PONDOK DAUD, MENARA DOA, KEHIDUPAN YANG INTIM DENGAN TUHAN, dan DNA GEREJA KITA!

“Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini, yang telah diketahui  dari sejak semula.” Kisah Para Rasul 15:16-18

Tuhan Yesus merestorasi pondok Daud supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, artinya “Supaya setiap lutut bertelut, setiap lidah mengaku, Yesus adalah Tuhan!”. Itu adalah cara untuk terjadinya satu penuaian jiwa yang besar.

DNA gereja kita ini sudah diakui dan dilihat oleh internasional melalui Pentacostal Theological Seminary pada 28 April yang lalu. Maka dibuatlah satu “Chair” yang akan menyiarkan pengajaran ke seluruh dunia tentang “Restorasi Pondok Daud”. Dulu kita mendapatkannya secara profetik tetapi sekarang di-ilmukan! Ketika saya berdoa kepada Tuhan, Tuhan memberikan konfirmasi kepada saya dan kali ini Tuhan mengkonfirmasi secara profetik yang luar biasa melalui seorang hamba Tuhan yang bernama Chuck Pierce. Beliau pernah datang 10 tahun yang lalu dan menubuatkan saya tentang pelayanan healing yang kita lakukan sekarang dan itu benar! Di tahun ini, dalam bulan yang sama, yaitu bulan April ketika kita mendapatkan “Chair” tersebut Chuck Pierce mendapatkan dan menuliskan bahwa,

  • Kita sedang memasuki musim yang baru
  • Tubuh Kristus tidak akan sama lagi

Ini kemungkinan kunci utamanya adalah dalam doa syafaat, artinya berdoa syafaat untuk

perubahan Tubuh Kristus yang tidak sama keadaannya.

  • Kita sedang memasuki sebuah masa di mana Tabernakel Daud sedang dipertontonkan dan muncul di bumi. Ini akan berdampak kepada budaya agama-agama di seluruh bumi.

Ketika saya membaca ini, saya gemetar dan jantung saya berdebar, saya tahu bahwa Tuhan memberikan konfirmasi bahwa untuk ke depannya, hal-hal seperti itulah yang Tuhan mau kita lakukan di dalam mempersiapkan penuaian besar! Jadi sebetulnya DNA ini bukanlah DNA kita saja, karena seharusnya setiap anak Tuhan harus melakukannya, sebab itu berbicara tentang keintiman dengan Tuhan.

Chuck Pierce juga sampai meminta supaya kita sama-sama mendekritkan:

“Kami bersedia menjadi ekspresi Yehuda yang menciptakan prototype (model asli) bagi masa depan!”.

Chuck Pierce juga mendapat penglihatan bahwa gereja di Amerika yang akan dipakai

adalah orang-orang yang berkulit hitam termasuk Afrika. Mereka akan dipakai untuk merubah dan meluruskan apa yang salah yang telah dilakukan gereja hari-hari ini. Sebab kalau kita melihat model-model gereja di Amerika hari-hari ini; saya tidak menghakimi gereja-gereja; tetapi buat saya itu merupakan satu hal yang sulit saya terima. Tetapi Tuhan berjanji itu akan diubah!

Chuck Pierce berkata, “Gereja di Asia akan bangkit dan menciptakan sebuah prototipe yang belum pernah kita lihat!”. Melalui Jerusalem House of Prayer for All Nations, Empowered 21, pengakuan orang-orang Kristen dan gereja-gereja yang di Asia, kita dianggap “bapa”-nya. Mereka semua mengadopsi DNA kita tentang “Restorasi Pondok Daud” dan terjadi kebangunan rohani yang luar biasa!

  • Di Taiwan sekarang terjadi pelipatgandaan orang Kristen yang bertobat.
  • Di Mainland China dan Jepang, anak-anak muda bergerak dengan luar biasa.
  • Pada awal bulan Juli, akan ada konferensi orang Vietnam sedunia di Indonesia di SICC! Tapi karena sesuatu hal, maka tempatnya dipindahkan ke GBI PRJ, namun mereka akan tetap ke menara doa di SICC secara bergantian. Acara ini rencananya akan dihadiri 750 orang dan itu bukan jumlah yang sedikit, malahan awalnya berjumlah 2000 orang dan saya berpikir bagai-mana caranya mereka bisa keluar dari Vietnam itu bukan suatu hal yang mudah. Seperti pada waktu Mainland China datang ke SICC untuk mengikuti Empowered 21, terjadi hal yang sama.
  • Srilanka pernah mendatangkan team ke SICC 1x dan begitu mereka kembali ke negaranya terjadi kebangunan rohani! Sekarang sudah ada 1000 pendeta yang berkumpul, padahal belum sampai 1 tahun revival terjadi di sana dan dengan izin pemerintah mereka mendirikan 1 de-nominasi baru dimana mereka juga minta supaya kita ikut serta disana sebagai “bapa”-nya bagi mereka.

Ini luar biasa dan saya tahu kalau berbicara tentang Asia dan prototipe, itu pasti berbicara tentang “Restorasi Pondok Daud!”

Selanjutnya Chuck Pierce berkata, “Untuk menyambut Pentakosta yang ke-3 ini kita diminta untuk banyak membaca Kitab Wahyu!”.

Mari kita baca Wahyu 1:3, “Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengar-kan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.”

Saudara, saya sudah berulang-ulang membaca Kitab Wahyu, tetapi apa yang saya baca hari-hari ini sungguh lain rasanya! Nanti Saudara yang sudah membaca biarlah membacanya lagi. Membacanya bukan berarti dalam 1 hari harus habiskan semua, tetapi Saudara bisa mulai ambil 2 – 3 pasal lalu merenungkan pasal tersebut! Nanti Saudara akan melihat bahwa ada sesuatu dan bagi saya itu sesuatu yang ‘fresh’, sesuatu yang baru, padahal itu sudah ada sebelumnya namun itu menjadi baru di mana Roh Kudus berbicara tentang sesuatu yang baru. Saudara nanti akan dituntun dan diberi pengertian apa yang Tuhan mau bukakan tentang keadaan dunia ke depannya.

2) Yudas diganti Matias

Yudas berbicara tentang orang yang cinta uang dan Tuhan akan ganti dengan Matias, artinya Tuhan akan membersihkan segala sesuatu yang berhubungan dengan keuangan. Ada seorang hamba Tuhan yang bernama Luke Nebergahl yang mendapat satu penglihatan:

Ada satu sungai yang mengalir dari Tahta Allah ke tengah bangsa-bangsa, tetapi bukan sungai air melainkan sungai api.

  • Yang pertama sungai api revival
  • Yang kedua sungai api pemurnian

Dan tiba-tiba dia mendengar suara Tuhan Yesus dari tahta itu, “Engkau tidak dapat memiliki yang satu tanpa lainnya”. Jadi jika Saudara mau melihat revival, itu harus dibarengi dengan pemurnian. Karena itulah Yudas-Yudas akan diganti dengan Matias.

Saudara, Tuhan akan memproses kita semua. Di mana hartamu berada, di situ hatimu berada! Kalau hatinya ada pada uang, itu pasti akan Tuhan proses! Relakan hatimu untuk diproses.

Saya pernah disuruh menulis lagu oleh Tuhan: “Berkat-Mu yang telah kuterima, sempat mem-buatku terpesona….”. Saudara, saya diberi berkat oleh Tuhan, tetapi itu hanya sempat

membuat saya terpesona, artinya tidak terus-menerus terpesona. Namun saya terus-menerus terpesona kepada Sang Pemberi berkat! Kalau Saudara sudah sampai ‘di sana’ nanti, Saudara akan lihat bahwa Saudara bukan tidak diberkati tetapi malah diberkati berlimpah-limpah!

Sekarang fokus saya adalah mempersiapkan diri untuk lebih lagi hidup lebih intim dengan Tuhan. Dan ternyata berkat itu datang terus kepada saya dan saya tahu bahwa berkat yang datang itu bukan hanya untuk saya sendiri, melainkan untuk disalurkan lagi kepada orang lain yang membutuhkan karena saya adalah saluran berkat-Nya Tuhan. Semakin Saudara memberi seperti itu, semakin banyak berkat yang datang kepada Saudara! Amin.

 

Berkat Hukum dalam Kehidupan Gereja

Berkat Hukum dalam Kehidupan Gereja

Tuhan memberikan hukum, ketetapan dan peraturan bagi umatNya dengan maksud baik dan mulia.  Namun pandangan keliru tentang hukum membuat orang percaya hidup se enaknya.  Pandangan ini mengajarkan bahwa salah satu tugas Yesus Kristus datang ke dalam dunia ini adalah untuk meniadakan hukum Taurat.  Sebenarnya keadaan manusia tanpa hukum sangat berbahaya.  Tuhan berikan hukum untuk menjaga kita hidup dalam keamanan dan damai sejahtera.

Alkitab berkata Tuhan Yesus datang bukan untuk meniadakan hukum tetapi untuk menggenapinya.  Tetapi pengajaran yang hanya melihat Taurat itu dari kacamata negatif akan tidak menyukai hukum dan menganggap hukum itu sebagai suatu yang mengekang dan menghambat.  Perjanjian Lama diberikan untuk menunjukan hukum Taurat lalu Perjanjian Baru diberikan untuk menggenapi hukum tersebut.  Perjanjian Baru menunjukan keadilan Tuhan sehingga Dia rela mati untuk menggenapi hukumNya.

Martin Luther melihat pelaksanaan Taurat adalah bukti orang yang hidup berdasarkan iman. Dalam Yakobus 2:18 dikatakan bahwa, “Tetapi mungkin ada orang berkata: “Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan”, aku akan menjawab dia: “Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku.” Dalam suratnya ini Yakobus menegaskan bahwa orang yang mengatakan saya memiliki iman tetapi saya tidak memiliki perbuatan, itu adalah iman palsu, iman yang mati.

Hukum Taurat terdiri dari 3 bagian:

  1. Hukum Sipil yaitu hukum yang mengatur bagaimana umat Allah hidup bermasyarakat.
  2. Hukum Seremonial berisi tata cara peribadatan, misalnya mengenai korban bakaran.
  3. Hukum Moral yaitu hukum yang mengatur relasi umat dengan Tuhan dan sesamanya, termasuk di dalamnya adalah “10 perintah Allah.”

Saat ini hukum sipil dan hukum seremonial tidak berlaku bagi orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi hukum moral masih berlaku sampai sekarang.

Alkitab memberikan begitu banyak bukti ayat bahwa Tuhan Yesus mengutip hukum Taurat. Dengan demikian Tuhan Yesus tidak pernah memandang hukum Taurat sebagai hal yang negatif atau hal yang tidak perlu, buktinya:

  1. Sebagai manusia yang sejati Yesus tetap taat kepada hukum Taurat

Di dalam Lukas 2:40-52 kita melihat bagaimana Yesus itu begitu taat kepada hukum Taurat, Dia belajar hukum Taurat, Dia menjadi Anak yang taat kepada orang tua semuanya Tuhan Yesus lakukan karena tuntutan daripada hukum Taurat.

  1. Kristus Meneguhkan Hukum Taurat

Dari pengajaran Yesus dan pengajaran murid-murid, kita bisa melihat perkataan Yesus di dalam Matius 5:17 yang mengatakan bahwa, “Aku datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat, tetapi Aku datang untuk menggenapi hukum Taurat”.

Kata “menggenapi” di sini seringkali di salah artikan, banyak orang mengartikan ayat ini dengan: “orang Kristen tidak perlu lagi hukum Taurat, karena sudah digenapi oleh Tuhan Yesus” , dalam bahasa Yunani, kata menggenapi bermakna “mengisi”, serupa dengan mengisi tempayan dengan air ataupun alat takaran dengan gandum. Di sini kata ini di pakai dalam arti kiasan: Yang belum lengkap, dijadikan lengkap; ajaran hukum dan para Nabi yang selama ini belum cukup dipahami dan belum dilihat semua implikasinya, diperjelas oleh Yesus. Intinya Tuhan Yesus ingin mempertegas arti hukum Taurat di dalam Perjanjian Baru.

  1. Kristus lebih tinggi dari Hukum Taurat

Musa diagungkan oleh orang Yahudi sebagai pemberi hukum Taurat, tetapi dalam Ibrani 3:3; 5-6, menyatakan bahwa Yesus itu jauh lebih tinggi dari pada Musa. Tuhanlah yang memberikan hukum Taurat itu kepada Musa, bukan Musa yang memberikan hukum Taurat kepada bangsa Israel, Musa hanyalah sebagai perantara kepada orang Israel.

Bangsa Israel adalah bangsa pilihan yang diberkati oleh Tuhan. Tuhan memberkati bangsa itu dengan hikmat dan kecerdasan yang lahir dari pergaulan dengan hukum Taurat sehingga bangsa Israel menjadi bangsa yang cerdas. Memang mayoritas dari mereka masih menolak pewahyuan Yesus sebagai Mesias; namun berkat-berkat jasmani yang dinikmati sebagai akibat pergaulan mereka dengan hukum Taurat sangat dirasakan dan diakui oleh dunia.

Kepada gereja Perjanjian Baru Rasul Paulus mengatakan dalam 2 Timotius 3:16-17, “Segala tulisan yang diilhamkan oleh Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk mendidik orang di dalam kebenaran”. Dalam konteks ini yang dimaksud segala tulisan adalah Alkitab Perjanjian Lama. Lalu di dalam 1 Yohanes 5:3 dikatakan, “Sebab inilah kasih kepada Allah yaitu bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya”, di sini ditunjukkan bahwa setiap orang yang berkata ia mengasihi Allah, orang itu pasti menuruti perintah-perintah-Nya.

Aku datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat, tetapi Aku datang untuk menggenapi hukum Taurat” (Matius 5:17)

Quote:

Kasih adalah puncak segala hukum. Maka, hukum menjadi genap bila puncaknya ditempati oleh kasih – L.Deiss

“The ultimate demonstration of Law is Love”

Pekerjaan Roh Kudus dalam Kehidupan Orang Percaya

Pekerjaan Roh Kudus dalam Kehidupan Orang Percaya

Inti iman Kristen bersumber pada Allah Tritunggal. Hal ini memang merupakan satu misteri yang kompleks, sehingga tidak dapat dipahami melalui logika. Hanya melalui pencerahan dari Roh Tuhan sendiri, orang percaya dapat mengerti. Allah Tritunggal ialah satu keberadaan Allah dalam tiga manifesasi: Bapa, Anak dan Roh Kudus. Yang dimaksud adalah Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus. Jadi Bapa adalah Allah , Anak adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah, namun tidak ada tiga Allah melainkan hanya satu Allah.

Pekerjaan Roh Kudus Dalam Kehidupan Orang Percaya:
1. Menginsafkan Dunia Akan Dosa
Dewasa ini berbagai pengajaran muncul yang kelihatannya menarik tetapi sebenarnya telah menyimpang dari kebenaran Alkitab yang sesungguhnya. Seperti pengajaran hyper grace yang menyatakan bahwa Roh Kudus tidak menyadarkan (menginsafkan) orang percaya akan dosa, karena Tuhan sudah mengampuni dan melupakan semua dosa kita dan Ia melihat kita sempurna di dalam Yesus. Hal ini jelas bertentangan dengan Alkitab dalam Matius 5:48, di mana Tuhan Yesus sendiri mengajar murid-murid-Nya: “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” Kata ‘haruslah kamu sempurna’ berasal dari bahasa Yunani “teleioi” dalam bentuk jamak. Berarti banyak yang harus disempurnakan dalam diri orang-orang percaya. Yohanes 16:8 “Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman.” Kata Yunani yang diterjemahkan untuk menginsafkan (convict) adalah “elencho” yang berarti meyakinkan, menegur, mengoreksi, dan menghardik

Roh Kudus yang bekerja dalam diri sesorang, menginsafkannya, menegurnya dan menyadarkan akan dosa-dosanya, sehingga ia bertobat dan menyambut Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya dan dilahirkan baru. Tidak seorang manusiapun yang dapat datang dan percaya kepada Yesus bila Roh Kudus tidak terlebih dahulu berkarya dalam diriya. Tuhan Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah. Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika sesorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging dan apa yang dilahirkan dari Roh adalah Roh” (Yohanes 3:3; 5-6). Untuk dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah, seseorang harus mengalami kelahiran kembali. Inilah karya Roh Kudus pada awal kehidupan orang percaya. Setelah seseorang mengalami kelahiran kembali, bertobat, berbalik dari jalan-jalannya yang jahat kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup (1 Tesalonika 1:9) maka Roh Kudus akan berdiam dalam dirinya. Karena itu setiap orang percaya tidak perlu takut kepada setiap kuasa iblis yang termanifestasi dengan berbagai cara, dengan sebutan nama yang berbeda. “Sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia” (1 Yohanes 4:4b).

2. Memimpin Kepada Kebenaran
Tanpa tuntunan Roh Kudus, tidak ada seorangpun yang dapat memahami setiap kata yang ada dalam Alkitab (Yohanes 14:26, 16:13). Sekeras-kerasnya manusia berupaya memahami Allah, manusia tetap tidak akan mengerti. Pernyataan ini adalah jaminan bagi orang percaya, bahwa bukan kepandaian yang menentukan sesorang dapat memahami kebenaran, tetapi Roh Kuduslah yang membimbing. Hanya Roh Kudus yang dapat membuka hati manusia untuk dapat mengerti tentang kebenaran Firman Allah. Ketika manusia dipimpin oleh Roh Kudus, maka ia akan dibuka pikirannya sehingga dapat mengerti akan apa yang dahulu dia tidak mengerti. Tuhan Yesus sendiri mengatakan: “Aku akan meminta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran” (Yohanes 14:16-17a).

3. Memimpin Kepada Hidup Dalam Ketaatan Dan Kekudusan
Roh Kudus yang tinggal dalam kehidupan orang percaya, akan terus berkarya untuk membimbing agar orang percaya tersebut tetap dalam kekudusan. Roh Kuduslah yang menguduskan dan membimbing setiap orang percaya agar mereka dapat hidup dalam kekudusan dan ketaatan kepada Allah. ” … yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya” (1 Petrus 1:2)..

Untuk dapat hidup dalam ketaatan dan kekudusan, Roh Kudus dapat menegur setiap orang percaya yang mulai menyimpang dari kebenaran, agar segera kembali ke jalan Tuhan. Di saat orang percaya disadarkan oleh Roh Kudus akan kesalahannya, itu bukan satu penghakiman, tetapi karya Roh Kudus dalam hidup orang percaya agar terus berjalan pada kehendak Tuhan. Pengajar hyper grace mengatakan saat Roh Kudus berbicara kepada mereka tentang sesuatu yang salah di dalam hidup mereka, mereka merasa tidak berdaya dan terhukum dan membuat mereka menjauh dari Tuhan. Pandangan hyper grace percaya bahwa iblislah yang menegur orang percaya apabila berbuat dosa. Ini jelas pandangan yang menyesatkan dan dapat membuat orang mejauh dari pertobatan dan keselamatan.

Alkitab menyatakan bahwa teguran ilahi adalah tanda kasih Bapa kepada anak-anak-Nya. “Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan jangan putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya.” (Ibrani 12:5). Setiap orang pecaya harus selalu membuka dirinya bila Roh Kudus menegurnya; berilah respon yang benar sehingga hidup kita semakin berkenan di hadapan Allah.

Penting untuk mengikuti tuntunan/suara Roh Kudus dalam kehidupan dan pelayanan. Dalam Kisah Para Rasul 16:4-12 Rasul Paulus hendak masuk dalam pelayanan ke Misia di daerah Bitinia, tetapi Roh Kudus mencegahnya melalu satu penglihatan di mana seorang Makedonia berseru kepadanya: “Menyeberanglah kemari dan tolonglah kami.” Paulus menaatinya dan tiba di Filipi. Melalu ketaatan Paulus kepada tuntunan Roh Kudus, Injil masuk ke Filipi.

4. Menunutun Yang Terhilang Untuk Kembali Ke Jalan Yang Benar
Dalam perjanjian lama, berulang kali Roh Tuhan memperingatkan umat-Nya saat mereka menyimpang untuk kembai ke jalan yang benar. Bahkan saat Adam dan Hawa memberontak kepada Allah, Ia sendiri datang untuk mencari, memanggil. Tetapi Tuhan Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepada-Nya: “Di manakah engkau?” (Kejadian 3:9). Allah yang sama terus melakukan hal tersebut sampai hari ini. Berkat dan pembebasan diterima oleh semua orang yang menjawab panggilan Allah: “Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu. Tetapi jika kamu melawan dan memberontak, maka kamu akan dimakan oleh pedang. Sungguh Tuhan yang mengucapkannya.” (Yesaya 1:19-20).

Perumpamaan tentang anak yang hilang di Perjanjian Baru (Lukas 15:11-24) merupakan contoh yang sangat baik. Setelah anak bungsu itu meninggalkan ayahnya, menghabiskan hartanya dengan hidup befoya-foya, timbullah bencana kelaparan di negeri itu. Saat ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi, tidak seorangpun yang memberikan kepadanya. Lalu ia menyadari keadaannya dan bangkit dan mengaku dosanya kepada bapanya.

Beberapa hal yang penting dalam kisah ini, yang perlu kita perhatikan yaitu:
* Anak bungsu yang hilang ini, sadar keadaannya, karena Roh Tuhan bekerja dalam hatinya dan ia memberikan respon yang benar
* Setelah ia menyadari akan keadaanya (dosa-dosanya) ia bangkit meninggalkan lingkungannya dan kembali kepada bapanya.
* Setelah kembali kepada bapanya, apa yang diucapkan anak yang hilang ini? Ia tidak berkata: “Terima kasih bapa, saya adalah anak yang sempurna di hadapan bapa. Tidak!!! Anak bungsu itu mengaku dosanya: “Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.” Bandingkan dengan paham hyper grace yang mengatakan kalaupun kita jatuh dalam dosa cukup hanya mengingatkan diri sendiri bahwa kita sudah sempurna dalam Tuhan Yesus.
* Karena anak bungsu itu sadar, akan dosanya, lalu bangkit dan mengakui dosa-dosanya, maka bapanya menerima dia kembali.

Roh Kudus dapat bekerja dalam diri orang yang belum percaya dan juga orang percaya. Bagi yang belum percaya, Roh Kudus menyadarkan akan karya Kristus sehingga sadar bahwa dirinya adalah orang berdosa, lalu ia membuka hati dan menerima Yesus sebagai Juru Selamatnya. Bagi orang yang percaya, Roh Kudus memimpin kepada kebenaran, memimipin agar orang percaya hidup dalam ketaatan dan kekudusan sesuai dengan Firman Allah. Juga menunutn mereka yang telah menyimpang, ataupun yang telah hilang untuk kembali ke jalan yang benar. Bagi mereka yang tidak mau ditegur dan dipimpin oleh Roh Kudus mereka beresiko mengeraskan hati sehingga Allah akhirnya menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka (Roma 1:24). Keadaan hati yang seperti ini dapat mengancam akan keselamatan mereka.