Monthly Theme

Home / Archive by category "Monthly Theme"
Hiduplah BIJAKSANA (by Ps. Nehemia L)

Hiduplah BIJAKSANA (by Ps. Nehemia L)

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” 2 Timotius 3:16

Bulan Juli ini Pesan Tuhan adalah: Hiduplah Bijaksana.  Tuhan mau apa yang dikatakan dalam firman Tuhan ini menjadi rhema dalam hidup kita, dan dikatakan beberapa kali di sini “sebagai contoh bagi kita” karena Tuhan tidak mau itu terjadi kepada kita.

1 Kor 10:1-13, “Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut.  Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut.  Mereka semua makan makanan rohani yang sama dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus.  Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun.  Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat, dan supaya jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala, sama seperti beberapa orang dari mereka, seperti ada tertulis: “Maka duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria.”  Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang.  Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular.  Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut.  Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.  Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!  Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebih kekuatan manusia.  Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu.  Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”

Setiap hari berdoa minta hadirat Tuhan dalam hidup kita, karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari.  Tuhan mau kita pandai dan bijaksana dalam hidup ini, karena yang namanya hidup selalu akan ada tantangan.

Tiga Hal Untuk Membuat Hidup Lebih Baik:

  1. Personality.  Mengenal siapa kita di mata Tuhan dan pribadi kita, bahwa kita sangat berharga di mata Tuhan dan mempunyai nilai, sudah ditebus dengan harga yang mahal.
  2. Community.  Menolong orang lain dan komunitas sekitar kita, dan memberitakan Injil.
  3. Life.   Mempunyai prioritas dan Tuhan yang menjadi utama dalam hidup kita.

Jadikan Tuhan yang utama dalam setiap pikiran, perkataan dan perbuatan (Maz 1:1-3):

  • Tidak peduli bagaimana perasaan anda hari ini. Bangun, berpakaian dan keluarlah (bekerja, berdoa, melayani, dll).
  • Berterimakasihlah kepada Tuhan.

Jangan Pernah Batasi Kuasa Tuhan (Bil 14:15-16).

Pada waktu Musa mengutus 12 orang pengintai termasuk Yosua dan Kaleb, di mana kota yang mereka intai itu ada orang Enak yang tinggi besar yang harus dikalahkan.  Dan ke-10 pengintai berkata kita ini seperti belalang di mata mereka, sedangkan Yosua dan Kaleb percaya bahwa Tuhan akan menyertai mereka untuk mengalahkan musuh.

Bil 13:30-33, “Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: “Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!”  Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan dia berkata: “Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita.”  Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: “Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya.  Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.”

Bil 14:6-9, “Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan pakaiannya, dan berkata kepada segenap umat Israel: “Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya.  Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.  Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis.  Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka.”

Dari firman Tuhan yang kita baca di atas, kesimpulan yang dapat diambil adalah jangan batasi kuasa Tuhan.  Karena dalam hidup kita pasti ada tantangan dan masalah besar yang harus kita hadapi (Orang Enak), tetapi apakah kita bisa tetap mempunyai keyakinan dan percaya bahwa Tuhan menyertai dan pasti menolong hidup kita.

Ada tiga macam orang dalam hidup:

  1. Orang yang membuat kejadian.
  2. Orang yang sekedar menonton.
  3. Orang yang sekedar bertanya-tanya: Ada apa?

Kita termasuk orang yang bagaimana?  Apakah yang membuat kejadian atau hanya penonton saja yang hanya bisa berkomentar?

Kalau kita adalah orang-orang yang membuat kejadian maka kitalah yang pertama kali akan melihat pertolongan Tuhan dalam hidup kita, tetapi kalau hanya penonton hanya bisa bersungut-sungut/complain, dan juga jangan jadi orang tipe ketiga yang hanya bisa bertanya: Ada apa?

Beberapa hal yang dapat kita pelajari:

  • Mencegah lebih baik dari pada mengobati; Kesehatan, belajar, bisnis, dll (Bil 14:6-9).
  • Mencegah lebih murah dari pada mengobati.
  • Mencegah lebih ringan dari pada mengobati.
  • Mencegah lebih sebentar dari pada mengobati.

Dalam hidup harus selalu ada cek dan ricek, jangan sampai sudah parah baru bertobat, lebih baik mencegah dari pada mengobati.

Perbuatan daging telah nyata (Gal 5:19-21):

  • Tato (Ul 14:1-2; Im 19:28; 1 Raja18:28)

Ul 14:1-2, “Kamulah anak-anak TUHAN, Allahmu; janganlah kamu menorah-noreh dirimu ataupun menggundul rambut di atas dahimu karena kematian seseorang; sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu, dan engkau dipilih TUHAN untuk menjadi umat kesayangan-Nya dari antara segala bangsa yang di atas muka bumi.”

1 Raja 18:28, “Maka mereka memanggil lebih keras serta menorah-noreh dirinya dengan pedang dan tombak, seperti kebiasaan mereka, sehingga darah bercucuran dari tubuh mereka.  Sesudah lewat tengah hari, mereka kerasukan sampai waktu mempersembahkan korban petang, tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab, tidak ada tanda perhatian.  Kata Elia kepada seluruh rakyat itu: “Datanglah dekat kepadaku!” Maka mendekatlah seluruh rakyat itu kepadanya.  Lalu ia memperbaiki mezbah TUHAN yang telah diruntuhkan itu.”

  • Mabuk (Ef 5:18; Dan 5:1-3; 24-30)
  • Rokok (1 Kor 6:19-20)
  • Kikir (1 Kor 6:9; 5:11)
  • Percabulan (1 Kor 10:8)

Tubuh ini adalah Bait Allah, jangan kita merusaknya baik dengan tato maupun rokok, mabuk, percabulan, dll.  Jadilah pandai, hidupmu adalah anugerah dari Tuhan.

Gal 5:19-21, “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora, dan sebagainya.  Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu seperti yang telah kubuat dahulu bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”

1 Kor 10:23, “Segala sesuatu diperbolehkan.”  Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna.  “Segala sesuatu diperbolehkan.”  Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.”

Sebelum kita melakukan segala sesuatu, kita tanya dulu apakah yang akan kita lakukan itu berguna dan membangun?  Jadi perlu kedewasaan untuk membuat keputusan dan berkata: “Tidak” kepada dunia dan dosa, karena tubuh kita adalah Bait Allah dan hormat kepada Roh Kudus yang tinggal di dalam kita dan yang juga menjadi Penolong kita.

Fil 3:7, “Apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku sekarang kuanggap rugi karena Kristus.”

Orang yang pintar dan bijaksana mampu menatap masa depan (Roma 8:18; Ibrani 12:2).  Pintar dalam mengatur waktu, uang, dll.

Tidak ada seorangpun yang bisa buat pohon.  Tetapi jika tanam benih dari setiap pohon di tempat yang subur, maka di masa yang akan datang kita akan mendapatkan sebuah pohon bersama dengan buahnya.

Mulai hari ini jadilah pandai dan jangan pernah batasi kuasa Tuhan dalam hidup!  Kita sedang melayani Tuhan di atas segala tuhan dan Raja di atas segala raja, maka Ia yang akan memberikan kita reward, terutama hidup kekal yang akan menjadi jaminan bagi hidup kita.  Amin.

 

Other posts:

BUKAN KUAT DAN GAGAH  MELAINKAN OLEH ROH-KU (by Ps. Nehemia Lolowang)

BUKAN KUAT DAN GAGAH MELAINKAN OLEH ROH-KU (by Ps. Nehemia Lolowang)

Maka berbicaralah ia, katanya: “Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.             

             Zakharia 4:6

 

Pesan Tuhan untuk bulan November ini terdapat di dalam kitab Zakharia, di mana ia mendapat pesan Tuhan melalui mimpi-mimpi dan salah satu pesan-Nya adalah: Bukan Kuat dan Gagah Melainkan Oleh Roh-Ku.

Orang Kristen yang penuh dengan sukacita tidak bisa disantet, karena perlindungan Tuhan sempurna atas kita dan juga karena Roh yang ada di dalam kita lebih besar dari semua roh yang ada di dunia ini.

Mazmur 91:1-14,Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”  Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk. Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.  Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang. Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik.  Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.  Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.  Singa dan ular tedung akan kaulangkahi, engkau akan menginjak anak singa dan ular naga. Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.”  

Baik kita dalam melayani dan beribadah, Tuhan mau supaya segala sesuatu bukan karena kekuatan kita tetapi karena Roh Tuhan yang ada pada kita.

1 Yohanes 4:4, Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.”

Karena itu kita mau siap menerima Roh yang excellent dan kita mau belajar seperti apa orang yang kuat, dan bagaimana kita bisa bertahan pada saat mengalami tantangan dan masalah:

1.) Lewat Proses/Aniaya (Daniel 6:1-29). 

Daniel pada waktu dituduh karena kepercayaannya kepada Tuhan, meski di tengah tantangan/ masalah yang dihadapi Daniel, Roh Tuhan tetap ada di dalam dirinya.  Daniel mempunyai sikap hati yang rendah hati dan suka berdoa, karena itu ia bisa tetap kuat di tengah masalah.

Daniel 6:11, Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya.  Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.”

Kalau kita memiliki Roh Tuhan, tidak ada yang dapat menghalangi kita untuk berdoa dan membaca firman serta melayani Tuhan.

ayat 22-23, “Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan.  Lalu sangat sukacitalah raja dan ia memberi perintah, supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu.  Maka ditariklah Daniel dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya.

2.) Pengharapan Yang Tidak Terpenuhi?  Tetap Percaya (Daniel 3:14-18). 

Pada waktu Sadrakh, Mesakh dan Abednego diperintahkan raja untuk menyembah patung tetapi mereka menolak perintah raja.

Daniel 3:14-18, “Berkatalah Nebukadnezar kepada mereka: “Apakah benar, hai Sadrakh, Mesakh dan Abednego, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu?  Sekarang, jika kamu bersedia, demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu!  Tetapi jika kamu tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala.  Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?”  Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: “Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.  Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”

Mereka mempunyai keteguhan hati dan mampu berkata kepada raja untuk tidak menyembah patung buatan tersebut.  Orang yang pandai adalah orang yang selalu merenungkan firman Tuhan siang dan malam, dan yang kuat pada saat mengalami aniaya.  Meski pengharapan yang kita nantikan belum terpenuhi tetapi tetap percaya bahwa pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat dan tepat pada waktunya.

3.) Kecewa dan Sakit Hati (2 Samuel 15:1-12). 

Orang yang mengalami kecewa dan sakit hati itu sangat berbahaya.  Kita lihat dari kisah seorang penasihat raja yang bernama Ahitofel, tetapi ia bergabung dengan anak raja Daud yang mau memberontak terhadap raja.

1 Tawarikh 27:33, Ahitofel adalah penasihat raja; Husai, orang Arki, adalah sahabat raja.”

2 Samuel 15:12, Ketika Absalom hendak mempersembahkan korban, disuruhnya datang Ahitofel, orang Gilo itu, penasihat Daud, dari Gilo, kotanya.  Demikianlah persepakatan gelap itu menjadi kuat, dan makin banyaklah rakyat yang memihak Absalom.”

Ahitofel bergabung dengan Absalom untuk memberontak terhadap raja, karena ia kecewa terhadap raja Daud.  Ternyata Ahitofel ini adalah kakek dari pada Batseyba, di mana Daud mengambil Batsyeba menjadi istrinya dengan membunuh Uria di medan perang, sehingga ia mulai kecewa kepada Daud.

2 Samuel 11:3, Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: “Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu.”

2 Samuel 23:34, “Elifelet anak Ahasbai orang Maakha; Eliam anak Ahitofel orang Gilo;”

Karena Ahitofel kecewa dan sakit hati, ia mau menggulingkan raja Daud dan akhir hidupnya Ahitofel bunuh diri.

2 Samuel 17:23, “Ketika dilihat Ahitofel, bahwa nasihatnya tidak dipedulikan, dipasangnyalah pelana keledainya, lalu berangkatlah ia ke rumahnya, ke kotanya; ia mengatur urusan rumah tangganya, kemudian menggantung diri.  Demikianlah ia mati, lalu ia dikuburkan dalam kuburan ayahnya.” 

Orang yang kecewa dan sakit hati itu seperti racun yang sedikit demi sedikit akan menghancurkan hidup seseorang.

4.) Berani Menghadapi Kenyataan Hidup (Rut 1:1-22; 2:1-7). 

Rut 1:1-2, “Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel.  Lalu pergilah seorang dari Betlehem-Yehuda beserta isterinya dan kedua anaknya laki-laki ke daerah Moab untuk menetap di sana sebagai orang asing.  Nama orang itu ialah Elimelekh, nama isterinya Naomi dan nama kedua anaknya Mahlon dan Kilyon, semuanya orang-orang Efrata dari Betlehem-Yehuda; dan setelah sampai ke daerah Moab, diamlah mereka di sana.

Mereka tinggal di Moab selama 10 tahun dan Elimelekh meninggal, kedua anak laki-lakinya menikah, tetapi kedua anak laki-lakinya juga meninggal sehingga tinggal hanya Naomi dengan kedua menantu perempuannya yaitu Rut dan Orpa.  Naomi begitu menyesal dan ia menyuruh kedua menantunya untuk pergi dan menikah lagi, tetapi Rut tetap tinggal dengan Naomi.  Meski Rut dan Naomi juga sama-sama janda, tetapi Rut tidak complain dengan keadaannya.

Rut 2:1-7, Naomi mempunyai seorang sanak dari pihak suaminya, seorang yang kaya raya dari kaum Elimelekh, namanya Boas.  Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: “Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku.”  Dan sahut Naomi kepadanya: “Pergilah, anakku.”  Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh.  Lalu datanglah Boas dari Betlehem.  Ia berkata kepada penyabit-penyabit itu: “TUHAN kiranya menyertai kamu.”  Jawab mereka kepadanya: “TUHAN kiranya memberkati tuan!”  lalu kata Boas kepada bujangnya yang mengawasi penyabit-penyabit itu: “Dari manakah perempuan ini?”  Bujang yang mengawasi penyabit-penyabit itu menjawab: “Dia adalah seorang perempuan Moab, dia pulang bersama-sama dengan Naomi dari daerah Moab.  Tadi ia berkata: Izinkanlah kiranya aku memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas jelai ini di belakang penyabit-penyabit.  Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketikapun ia tidak berhenti.”

Rut tidak menyesali diri, complain atau depresi tetapi ia terus bekerja sungguh-sungguh, ia mampu menghadapi kenyataan hidup. 

5.) Berani Bersaksi (Kisah 1:8) 

Kisah 1:8, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Kita percaya bahwa Roh Tuhan ada dalam kita, karena itu tidak usah takut tetapi ada keberanian untuk memberitakan Injil sehingga banyak jiwa boleh dimenangkan untuk Tuhan, kita percaya bahwa satu orang percaya maka seisi rumah kita akan diselamatkan.  Dan kalau kita pegang semua prinsip ini maka Tahun Pemulihan seutuhnya akan terjadi dalam kehidupan kita.  Amin.

 

Other posts:

RENCANAMU (TUHAN)  TAK PERNAH GAGAL By Ps. Nehemia L.

RENCANAMU (TUHAN) TAK PERNAH GAGAL By Ps. Nehemia L.

Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.”  Ayub 42:2

 

Rancangan Tuhan tidak pernah gagal dalam kehidupan kita.  Segala sesuatu yang ada di kolong langit ini, semuanya ada tujuannya, begitu juga dengan kita semua lahir di dunia ada tujuannya.

Yesaya 55:6-11,Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekatBaiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnyaSebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.  Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmuSebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.”

Sebelum kita lahir, Tuhan sudah mengenal kita, Tuhan sudah tahu setiap rancangan dalam hidup kita.

Yeremia 1:5, Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah meguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.”

Tuhan mempunyai rencana yang luar biasa dalam hidup kita, yang kita sendiri tidak tahu dan kekuatan yang kita miliki itu berasal dari Tuhan.

Kita belajar dari sebuah benih, di dalam biji itu ada pohon, ada buah, dan ada pohon lagi dan seterusnya yang akan menjadi sebuah taman, itu adalah potensi dari sebuah biji/benih.  Begitu juga dengan hidup kita, apabila kita sudah bertumbuh menjadi dewasa dan menjadi berkat orang lain dan orang lain dapat menikmati berkat yang Tuhan berikan kepada kita.

Matius 13:32, Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.”

Rencana Tuhan Tidak Pernah Gagal:

1.) Temukan “Kekuatan” dari dalam (2 Kor 4:6-7).

2 Korintus 4:6-7,Sebab Allah yang telah berfirman; “Dari dalam gelap akan terbit terang!”, Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah KristusTetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.” 

Kekuatan, talenta, karunia, dan semua yang kita miliki itu datangnya dari Tuhan.  Kalau kita tahu bahwa rencana Tuhan tidak pernah gagal, maka kita akan berjalan dalam rencana Tuhan sesuai dengan panggilan kita.

2.) Siap dibersihkan (diproses).  “Tinggallah” dalam Rencana-Nya (Yoh 15:2-7).

Yohanes 15:2-7, Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuahKamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.  Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.  Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.  Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya.  Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apaBarangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.  Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

Meski harus melalui proses, tetap tinggallah di dalam rencana Tuhan, banyak pengerja Tuhan mengalami stress karena tidak mengerti rencana Tuhan dalam hidupnya.  Dalam firman Tuhan dikatakan bahwa rancangan Tuhan bagi kita adalah damai sejahtera dan masa depan yang penuh harapan.

3.) Setia dalam Perkara-perkara Kecil (Luk 16:10).

Lukas 16:10, Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.  Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Setiap benih, talenta, potensi sudah Tuhan berikan pada kita, jadi kita harus melangkah dengan iman agar semua rencana Tuhan itu terjadi dalam hidup kita.  Tuhan berjalan bersama dengan apa yang kita miliki/punyai.  Allah turut bekerja dalam segala sesuatu bagi kita yang mengasihi Dia.

2 Korintus 9:10,Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;”

4.) Komitmen = Keterikatan Perjanjian untuk melakukan sesuatu (2 Tim 4:5-8; Maz 105:8).

Pada waktu kita komitmen untuk mengikut/melayani Tuhan, itu berarti ada keterikatan, komitmen bukan perasaan, begitu juga seperti orang yang berkomitmen untuk menikah, berjanji untuk sehidup semati.

5.) Hormatilah Tuhan (Bil 20:12); Hidup Kudus (Daniel 3:29).

Jangan pernah meremehkan Tuhan tetapi hormati Tuhan, jangan menyebut nama Tuhan dengan sembarangan.

6.) Rukun (Maz 133:1-3).  Tuhan akan perintahkan berkat-berkat untuk datang apabila kita rukun.

7.) Lakukan dengan Kasih (1 Kor 16:14).

 

Apabila kita melakukan semua hal di atas, rencana Tuhan pasti digenapi dalam hidup kita, tidak akan pernah gagal rencana-Nya dalam hidup kita, masa depanmu akan berhasil dan beruntung, kita tidak perlu kuatir karena Tuhan sudah menyiapkan masa depan yang penuh harapan bagi hidup kita.  Amin.

Other posts:

PERGILAH IMANMU TELAH  MENYELAMATKAN ENGKAU By Ps. Nehemia L.

PERGILAH IMANMU TELAH MENYELAMATKAN ENGKAU By Ps. Nehemia L.

“Lalu kata Yesus kepadanya: “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.”

Markus 10:52, Tanpa doa puasa, kita tidak bisa mendapatkan hadirat Tuhan, karena untuk menarik hadirat Tuhan harus datang dari iman, hati yang unity, dan hidup yang kudus.

Markus 10:17-27, Orang kaya sukar masuk Kerajaan Allah.
Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”  Jawab Yesus:”Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.  Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!”  Lalu kata orang itu kepada-Nya:”Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.”  Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: “Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku.”  Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanyaLalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.”  Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu.  Tetapi Yesus menyambung lagi: “Anakanak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah.  Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”  Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”  Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah.  Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.”

Mark 10:46-52, Yesus menyembuhkan Bartimeus.
Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho.  Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan.  Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!”  Banyak orang menegornya supaya ia diam.  Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!”  Lalu Yesus berhenti dan berkata: “Panggillah dia!”  Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: “Kuatkanlah hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau.”  Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus.  Tanya Yesus kepadanya: “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang buta itu:”Rabuni, supaya aku dapat melihat!”  Lalu kata Yesus kepadanya:”Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.

Dari ayat ini kita melihat ada banyak orang yang mengikut Yesus, dan ada seorang pengemis yang mendengar Yesus datang dan berteriak memanggil Yesus, dan Yesus berkata kepadanya: pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau, saat itu melihatlah orang buta itu.

Bagaimana caranya agar Yesus yang sama berkata kepada kita: pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau, Aku menyertai engkau.

Yang Harus Kita Lakukan:

  1. Terus berseru walaupun ada tantangan/rintangan.
  2. Tanggalkan “jubah” yang menjadi andalan kita.
  3. Apa yang menjadi kebutuhan kita (yang terpenting) itu yang kita minta.
  4. Jangan lupa diri, harus ikut Yesus sampai mati.

Di Israel, orang buta itu memakai tongkat yang ada bell dan ada jubah tersendiri untuk orang buta, dan orang yang lewat memberikan uang kepada orang buta itu.

Selama kita mengikut Tuhan, mungkin kita ada ‘jubah’ yang kita andalkan, yang mengira kita hebat dalam suatu hal, jubah kesombongan kita, itu harus kita tanggalkan untuk kita dapat melihat mujizat Tuhan.

Dalam mengikut Tuhan, jangan sampai putus di tengah jalan, tetapi ikut Yesus sampai mati.

Upah Mengikut Yesus (Mat 19:27-30):

  1. Apa yang pernah hilang, pada masa ini juga engkau akan menerima kembali 100x lipat, dan akan menerima hidup yang kekal (Mark 10:28-31).
  2. Sekalipun disertai berbagai penganiayaan.
  3. Ia akan dihormati Bapa di sorga (Yoh 12:26).
  4. Kamu tau dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia (1 Kor 15:58).
  5. Terkutuklah orang yang melakukan pekerjaan Tuhan dengan lalai (Yer 48:10).
  6. Anak manusia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani.

Mark 10:28-31, Berkatalah Petrus kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!”  Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekalTetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

Jangan sampai kita menjadi yang terbelakang, jangan sampai kita ketinggalan karena pelayanan kita.

Yoh 12:26, Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan beradaBarangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.”

Cara hidup kita harus berhati-hati, karena ke manapun kita pergi Tuhan menyertai kita.

Mengapa Tuhan berhenti karena panggilan dari Bartimeus, orang buta tersebut:

  1. Aku datang bukan untuk memanggil orang yang benar tetapi untuk orang berdosa supaya mereka bertobat (Luk 5:31-32).
  2. Yang Kukehendaki adalah belas kasihan (Mat 9:13).
  3. Orang banyak yang mengikuti Yesus (Mark 8:1-3).
  4. Orang yang sakit kusta (Mark 1:41).
  5. Orang yang sedih hati yang dalam/menangis (Luk 7:13).
  6. Benar, Yesus keturunan Daud yang sanggup menolong kita (Mark 10:47-48).

Dalam kitab Injil, setiap kali ada mujizat terjadi karena ada dua hal yaitu karena belas kasihan dan iman.  Tuhan Yesus tergerak karena belas kasihan.

Saya berdoa supaya kita sebagai pelayan Tuhan mengerti siapa Tuhan yang kita sembah, agungkan dan kita muliakan setiap hari, Dia tidak hanya ada di sorga tetapi Ia ada di dalam hati kita, dalam hidup kita.  Biar imanmu dikuatkan senantiasa di dalam Tuhan, berharap dan mengandalkan Tuhan dalam hidupmu, karena Ia satu satunya yang dapat kita andalkan.  Amin.

Other posts:

JALAN BERSAMA TUHAN MAKIN LAMA MAKIN KUAT – By Ps. Nehemia Lolowang

JALAN BERSAMA TUHAN MAKIN LAMA MAKIN KUAT – By Ps. Nehemia Lolowang

“Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.”   Mazmur 84:8

 

 

 

Pesan Tuhan bulan ini membawa kita makin lama makin dekat dengan Tuhan, makin hari makin kuat dengan Tuhan.  Saya mendapat pesan Tuhan ini begitu jelas yaitu Mazmur 84.

Mazmur 84:2-11, “Betapa disenangi tempat kediaman-Mu, ya TUHAN semesta alam!  Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran TUHAN; hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup. Bahkan burung pipit telah mendapat sebuah rumah, dan burung layang-layang sebuah sarang, tempat menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu, ya TUHAN semesta alam, ya Rajaku dan Allahku!  Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau. Sela.  Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!  Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat.  Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.  Ya TUHAN, Allah semesta alam, dengarkanlah doaku, pasanglah telinga, ya Allah Yakub. Sela.  Lihatlah perisai kami, ya Allah, pandanglah wajah orang yang Kauurapi!  Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.”

Saudara kalau kita bisa merenungkan apa yang telah terjadi sampai pada hari ini, tentu ada kalanya kita mengalami lembah Baka.

Mengapa kita berjalan bersama dengan Tuhan makin lama makin kuat?

1. Tidak Sendirian. Untuk pergi beribadah kepada Allah di Sion, harus sehati, sepakat, dan seiman.

Pada waktu orang mau ke Sion harus berjalan bersama-sama, tidak boleh sendiri-sendiri, karena mereka akan melewati lembah Baka, jika bersama-sama maka lebih kuat.

Dalam Alkitab dikatakan jika dua atau tiga orang sepakat meminta di bawah kolong langit ini maka Allah akan menjawab doa.

Sepakat = Symphoneo = harus beberapa orang dalam satu.

Komunitas/persekutuan; Symphony = Sesuatu yang harmonis, sama seperti untuk orchestra.

Dikatakan bersama-sama di sini, pertama bersama dengan Tuhan, lalu bersama dengan orang lain.

2. Akan Melewati Lembah Baka (Maz 84:5-7).

Baka dalam bahasa Ibrani artinya “Air Mata” atau lembah ratapan, tangisan (apapun masalah yang kita hadapi, Tuhan selalu memberi kekuatan baru).  Dalam perjalanan kita mengiring Tuhan, kita pasti melewati lembah Baka, tantangan dan masalah yang kita hadapi.  Banyak pelayan Tuhan pada waktu melewati lembah Baka, akhirnya tidak kuat, mundur dan hancur.

Yesaya 40:28-31, “Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu tidak terduga pengertian-Nya.  Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.  Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Dikatakan ayat di atas bahwa orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru yang dari pada Tuhan.

Beberapa hal yang dapat kita pelajari dari ban kendaraan:

  1. Ban itu tidak pernah berubah, selalu bulat, selalu konsisten.
  2. Mengalami kejadian yang terberat.
  3. Mengalami beban berat.
  4. Tidak pernah menolak permintaan.
  5. Selalu senang bekerja sama.
  6. Tidak mau menonjolkan diri, tetap rendah hati, meski tidak pernah diperhatikan.
  7. Mempunyai fungsi dan menjalankan tugas sampai selesai.

Ayub mengatakan bahwa hidup itu berat, mungkin saudara juga berkata bahwa hidup saudara berat dan banyak mengalami tantangan, kita harus tahu bahwa Tuhanlah yang memberikan kekuatan.

Bagaimana caranya agar kita berjalan bersama Tuhan, makin lama makin kuat?

  1. Berdiri teguh, jangan goyah, dan giat selalu dalam pekerjaan Tuhan (1 Kor 15:57-58).
  2. Firman Tuhan menjadi prioritas setiap hari (1 Yoh 2:14).
  3. Tidak terbawa arus, harus melawan arus (Ibrani 2:1). Orang yang kuat tidak akan peduli dengan orang lain dan mempunyai integritas.
  4. Bertumbuh dan menjadi dewasa (Ibrani 4:2).
  5. Percaya bahwa Roh dalam kita lebih dari pada roh yang ada di dalam dunia (1 Yoh 4:4; Ef 6:10).

1 Kor 15:57-58, “Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.  Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan!  Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”

Dalam persekutuan dengan Tuhan, pada waktu menjadi lelah dan lemah, di situlah Tuhan kasih kekuatan.  Pada waktu ia membatasi Tuhan maka ia akan menjadi lemah dan mundur.

1 Yoh 2:14, “Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, karena kamu mengenal Bapa.  Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu mengenal Dia, yang ada dari mulanya.  Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu dan kamu telah mengalahkan yang jahat.”

Karena firman itu sudah ada di dalam kita maka kita menjadi kuat di dalam Tuhan.  Yang Tuhan mau dalam hidup kita bahwa firman Tuhan dan hadirat Tuhan menjadi prioritas yang utama, dan memang pasti ada harga yang harus dibayar.

Semua pelayanan yang kita lakukan untuk Tuhan meski ada tantangan dan masalah yang kita hadapi, meski orang lain tidak melihat apa yang sudah kita lakukan, dan kalau sampai hari ini kita boleh tetap melayani Tuhan, itu semua karena kekuatan dari Tuhan.  Karena Tuhan memberikan kekuatan kepada orang yang menanti-nantikan Tuhan, dan apabila kita berjalan dengan Tuhan, makin lama makin kuat.  Amin.

Bapa Pegang Tanganku, Engkau Alasan Slamaku Hidup (by Ps. Nehemia L.)

Bapa Pegang Tanganku, Engkau Alasan Slamaku Hidup (by Ps. Nehemia L.)

“Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya.  Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.  Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.”

1 Kor 3:10-11

 Tuhan memberikan pesan kepada saya di bulan May ini: Bapa Pegang Tanganku, Engkau Alasan Slama Kuhidup.

1 Kor 3:10-17; Dasar dan bangunan.

“Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya.  Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.  Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.  Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak.  Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.  Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.  Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.  Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?  Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia.  Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.”

Arti Kata:

  • Alasan = Dasar, Asas, Hakikat
  • Dasar = Pokok atau pangkal
  • Asas = Sesuatu yang menjadi tumpuan berpikir/berpendapat
  • Hakikat = Kenyataan yang sebenarnya/ sesungguhnya

Tuhan adalah yang menjadi dasar atau pokok dalam hidup kita.  Untuk membangun sebuah gedung yang tinggi harus digali dasar yang sedalam-dalamnya, dan untuk itu diperlukan alat yang keras untuk menggalinya agar mendapatkan fondasi yang kuat.

Untuk membangun hidup kita, Kristus yang menjadi dasar/asas dalam hidup kita.  Kalau kita mempunyai dasar yang kokoh dalam Kristus sehingga bangunan/hidup kita ini setiap hari akan kita bangun dengan ucapan syukur, kekuatan dan iman kepada Tuhan.

Mengapa Kita Harus Dibangun Di Atas Dasar Yang Teguh?

  1. Setiap “Bangunan” akan diuji (Mat 7:13; angin, gempa, hujan, banjir). Mat 7:24-27.

Di Jepang seringkali terjadi gempa bumi, sehingga mereka membangun sebuah gedung yang dapat mengantisipasi gempa, angin supaya tidak rubuh.  Setiap kita akan diuji.  Meski kita melayani, ikut pengurapan, tetapi suatu hari kita akan mendapat ujian, peperangan rohani.  Apakah kita dibangun di atas emas, perak atau permata?

Mat 7:24-27, “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.  Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.  Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.  Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”

Tahukah saudara pada saat kita melayani Tuhan, kita yang memilih untuk melayani Tuhan karena berterima kasih sudah menerima anugerah dan diselamatkan, karena itu kita mau melayani Tuhan.  Biasanya kalau badai datang dalam kehidupan atau rumah tangga dan kita mundur, maka hebatlah kerusakannya.

Coba kalau saudara lihat orang-orang yang dahulunya pelayanan tetapi akhirnya mundur karena kepahitan, lalu kita ngomong sama mereka tentang Tuhan atau pelayanan, pasti kata-kata yang keluar dari mulut orang tersebut pahit semuanya, karena dibangun di dasar yang salah, seperti yang dikatakan maka hebatlah kerusakannya.

Luk 6:47-48, “Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu.  Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun.”

  1. Harus “Bayar Harga”. Luk 14:25-33; 9:23-25.

Kita harus mengerti tentang bayar harga.  Yesus berkata setiap orang yang mengikut Aku harus pikul salib.  Di hari-hari ke depan kita akan mengalami goncangan-goncangan baik secara keuangan, pekerjaan, dll.  Setiap masalah itu kita harus bayar harga.

Luk 14:25-31, “Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikut Yesus dalam perjalanan-Nya.  Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka: “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.  Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.  Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?  Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.  Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?”

Kata membenci di sini, maksudnya kita tidak boleh mencintai yang lain melebihi Tuhan, tetapi kita harus mengasihi Tuhan lebih dari segalanya.

Begitu juga hidup kita sewaktu melayani Tuhan, ada tanggung jawab, keluarga, dan pekerjaan.  Dan pada waktu kita membuat keputusan melayani Tuhan, pikir baik-baik anggarannya, biayanya, diomongin orang, bangun pagi, puasa, dll, ini namanya bayar harga.  Jangan sampai kita sudah pelayanan, ikut pengurapan, tetapi tidak dapat mencapai garis finish.  Tentunya kita semua mau mencapai garis finish, dan untuk itu kita harus bayar harga.

Bagaimana Membangunnya?

  1. Dengan Batu Karang Rohani ialah Kristus. 1 Kor 10:4; 3:11; Mat 16:18.
  2. Di atas Dasar Iman Yang Paling Suci = murni, tidak bercampur, dan berdoa dalam Roh. Yudas 1:20; 1 Tim 1:18-19; 3:9; Kis 24:16.
  3. Di atas “Batu Ketaatan”. Mat 7:24-27.
  4. Di atas Puji-pujian dan Penyembahan. Maz 8:3; Mat 21:14-16.
  5. Di atas Dasar “Kasih Karunia Allah”. 1 Kor 3:10.

1 Kor 10:1-4, “Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut.  Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut.  Mereka semua makan makanan rohani yang sama dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus.”

Karena itu Yesus berkata kepada Petrus bahwa di atas batu karang ini Aku akan membangun gereja-Ku, dan alam maut tidak dapat menguasainya.

Yudas 1:20, “Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.”

Penting untuk kita mendengar Firman Tuhan, karena iman timbul dari pendengaran, pendengaran akan Firman Kristus.

Maz 8:1-4, “Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!  Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan.  Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam. Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?”

Mazmur Daud, dikatakan orang yang senang memuji Tuhan, setiap kali kita memuji Tuhan, kita membangun dasar dalam hidup kita.

10 Faktor yang berpengaruh terhadap kesuksesan:

  1. Jujur
  2. Disiplin
  3. Kemampuan Bergaul.
  4. Dukungan dari komunitas (bisa juga pasangan hidupnya, bagi yang sudah menikah).
  5. Bekerja lebih keras dari pada yang lain.
  6. Mencintai apa yang tengah dihidupi atau kerjakan.
  7. Kepemimpinan yang baik dan kuat.
  8. Semangat dan berkepribadian kompetitif.
  9. Pengelolaan kehidupan yang baik (A good life management).
  10. Kemampuan menjual gagasan dan produk.

Saudara yang dikasihi Tuhan, ini yang Tuhan minta kepada kita.  Saya berdoa supaya mulai bulan ini, cara hidup dan cara pikir kita berubah, kita mulai bangun hidup kita di atas dasar yang paling suci, berdoa dalam Roh Kudus, dan mau bayar harga, meski ada badai atau masalah, kita tetap kokoh, karena Yesus adalah alasan kita hidup, sehingga pada waktu ujian itu datang dalam hidup, kita dapat meraih kemenangan.  Amin.

Hati & Mata Kita Tertuju Hanya kepada Tuhan – Fokus Hanya kepada Tuhan (By Ps. Nehemia L.)

Hati & Mata Kita Tertuju Hanya kepada Tuhan – Fokus Hanya kepada Tuhan (By Ps. Nehemia L.)

Mazmur 141 : 8
“Tetapi kepada-Mulah, ya Allah, Tuhanku, mataku tertuju ; pada-Mulah aku berlindung, jangan campakkan aku!”

Mazmur 26 : 2 – 6
“(2) Ujilah aku, ya Tuhan, dan cobalah aku ; selidikilah batinku dan hatiku. (3) Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu ; dan aku hidup dalam kebenaran-Mu. (4) Aku tidak duduk dengan penipu dan dengan orang munafik aku tidak bergaul ; (5) aku benci kepada perkumpulan orang yang berbuat jahat, dan dengan orang fasik aku tidak duduk. (6) Aku membasuh tanganku tanda tak bersalah, lalu berjalan mengelilingi mezbah-Mu, ya Tuhan.”

Apa arti fokus ?

  1. Fokus berarti mengambil semua sumber, informasi, ide lalu disalurkan kepada satu tujuan. Itu sebabnya, fokus akan menghasilkan kekuatan yang luar biasa (Yos 1 : 2 – 9)
    Seperti kamera yang difokuskan kepada satu tujuan, maka yang akan tampak di foto hanyalah tempat / orang dimana kamera tersebut difokuskan.
    Dalam Yosua 1 : 2 – 9 dikatakan bahwa Musa telah mati. Namun rencana Tuhan tidak berhenti sampai di situ saja, melainkan tetap berjalan melalui Yosua. Tuhan berpesan kepada Yosua agar ia tidak menyimpang ke kanan dan ke kiri (dengan kata lain : harus fokus) supaya dapat berhasil.
    Kacamata dipakai untuk membantu lensa mata agar bisa fokus sehingga dapat melihat dengan jelas. Orang berkacamata tidak akan bisa melihat dengan jelas jika tidak memakai kacamata karena matanya tidak bisa fokus. Atlit yang akan bertanding tidak boleh pegang cell-phone supaya pikirannya tidak terganggu dengan hal-hal lain. Sama juga seperti kita, jika tidak fokus, maka akan gagal karena tidak bisa melihat tujuan & rencana Tuhan.
    Tuhan memberikan informasi kepada Yosua (Yos 1 : 2 – 5) dan Ia menjanjikan bahwa Ia tidak akan membiarkan / meninggalkan Yosua. Tuhan juga sudah memberikan informasi kepada kita lewat Alkitab dan Ia berjanji untuk senantiasa menyertai kita sampai akhir jaman (Mat 28 :19 – 20). Kita harus fokus agar bisa melihat dan mencapai tujuan sesuai rencana Tuhan.
  2. Place of agreement ; tubuh, jiwa, dan roh ada di satu tempat. (Fil 3 : 13 – 14)
    Saat memuji dan menyembah Tuhan, semua harus diarahkan hanya kepada Dia saja. Jangan hanya tubuh ada di gereja, tapi pikiran di tempat lain.
    Pada saat ada unity, semua sepakat, akan ada kuasa yang besar. Mat 18 : 19 “jika dua orang dari padamu sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka akan dikabulkan oleh Bapa-Ku di sorga.”
  3. Belajar berkata tidak. Harus berani berkata tidak pada keinginan daging, harus tau prioritas dan fokus pada tujuan. Misalnya : punya rencana untuk menikah tahun depan, maka belajar berkata tidak saat ada yang menawarkan barang mewah.

Contoh orang yang kehilangan fokus :

  1. Orang yang sibuk dengan urusan rumahnya sendiri (Hagai 1 : 9 – 11)
    Di jaman sekarang ini kita punya banyak pilihan untuk mengisi waktu. Karena terlalu banyak pilihan, akhirnya semakin banyak yang kita kerjakan, kita disibukkan dengan hal-hal yang tidak penting dan tidak ada waktu lagi untuk membaca Alkitab, rumah Tuhan tetap menjadi reruntuhan. Fokus kita tidak lagi pada Tuhan, tetapi kita sibuk dengan berbagai macam urusan pribadi, akhirnya kita tidak mendapat berkat Tuhan.
  2. Luk 15: Perikop ini berjudul “Anak yang Hilang”, bukan “anak bungsu yang hilang”. Jadi dalam cerita ini kedua anak kehilangan fokus. Anak bungsu menghabiskan hartanya untuk berfoya-foya (Luk 15 : 13), sedangkan anak sulung punya harta tapi tidak bisa menikmati, tidak bisa bersyukur atas berkat yang dimiliki, sehingga marah dan iri dengan adiknya (Luk 15 : 31).
  3. Orang yang kurang persiapan (Mat 25 : 3). Kita harus siap dengan yang terbaik, dalam doa, dalam pelayanan, dalam pekerjaan, dalam segala hal. “Poor preparation, poor performance.” Jangan menjadi seperti 5 gadis bodoh yang tidak mempersiapkan dengan baik menyambut kedatangan Tuhan.

Tuhan Yesus tidak pernah kehilangan fokus. Saat disalib, Ia tetap mengarahkan fokus-Nya kepada panggilan dan rencana Bapa.

Amsal 23 : 26 “ Hai anakku, berikanlah hatimu kepadaku, biarlah matamu senang dengan jalan-jalanku.”

Mujizat Masih Ada dan Pasti (By Ps. Nehemia L.)

Mujizat Masih Ada dan Pasti (By Ps. Nehemia L.)

“Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”

Markus 9:23


Pesan Tuhan untuk bulan October ini adalah : Mujizat Masih Ada  Dan Pasti.

Hari-hari ke depan ini akan banyak perubahan dan hal-hal atau tekhnologi yang lebih canggih lagi, dan bangsa Amerika sudah merasa tidak perlu Tuhan dan mujizat lagi karena mengandalkan barang-barang yang modern dan canggih.

Begitu juga dalam hal pelayanan akan ada perubahan, mulai bulan ke depan ini, saya akan lebih focus kepada cabang-cabang, tetapi saya tetap mendoakan saudara semua.  Jangan ada pemikiran yang negative, karena kita rindu agar penuaian jiwa-jiwa itu terjadi, memenangkan jiwa untuk Tuhan.

Di dalam Markus 9, kisah pada saat Yesus mengusir roh jahat dari seorang anak yang bisu.  Di mana ayah dari anak ini minta tolong pada murid-murid Tuhan Yesus, dan murid-murid-Nya tidak dapat mengusirnya dan Tuhan Yesus berkata jenis seperti ini tidak dapat diusir tanpa doa puasa.

Mark 9:15-24, “Pada waktu orang banyak itu melihat Yesus, tercenganglah mereka semua dan bergegas menyambut Dia.  Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Apa yang kamu persoalkan dengan mereka?” Kata seorang dari orang banyak itu: “Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia.  Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang.  Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat.”  Maka kata Yesus kepada mereka: “Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu kemari!”  Lalu mereka membawanya kepada-Nya.  Waktu roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa.  Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: “Sudah berapa lama ia mengalami ini?”  Jawabnya: “Sejak masa kecilnya.  Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya.  Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.” Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”  Segera ayah anak itu berteriak: “Aku percaya.  Tolonglah aku yang tidak percaya ini!”

Sama seperti halnya yang terjadi terhadap anak ini, di satu sisi dalam kehidupan kita yang ‘digoncang-goncang’ dan hanya Yesus yang mampu menolong kita.

Mujizat Tidak Bisa Terjadi Karena:

  1. Ketidakpercayaan (Mat 13:58).
  2. Tidak mau bertobat (Mat 11:20).
  3. Menolak Yesus (Luk 10:16).

Ini juga bicara tentang gereja, jika gereja tidak ada hadirat Tuhan maka tidak akan ada mujizat.  Begitu juga kita sebagai pelayan Tuhan tidak mau bertobat tidak akan mengalami mujizat.

Bagaimana Meraih Mujizat?  Matius 14:28-29; 2 Raja-raja 7:3-9.

  1. Tidak takut pada kegagalan.
  2. Berani bertindak dengan iman.
  3. Kita harus memulainya, kalau tidak, kita tidak dapat apa-apa.
    “Keluar dari perahu” bergerak mendekat pada Yesus, berjalan di atas gelombang, datanglah, di atas air? Ya, disitulah mujizat terjadi = di tengah lautan mujizat.
  4. Ketaatan (Yoh 21:3-6).

Matius 14:22-33, Yesus berjalan di atas air.

“Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.  Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri.  Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.  Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.  Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air.  Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: “Itu hantu!”, lalu berteriak-teriak karena takut.  Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”  Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.”  Kata Yesus: “Datanglah!”  Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.  Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!”  Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”  Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.  Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: “Sesungguhnya Engkau Anak Allah.”

Pengertian rohani yang dialami Petrus, ia sempat berjalan di atas air, begitu juga dalam kehidupan kita, kita harus bergerak, karena mujizat itu terjadi pada saat kita bertindak dan melangkah dengan iman.

Masih ingat dengan kisah Daniel, pada saat orang-orang menuduhnya karena ia berdoa kepada Tuhannya, ia tetap setia dan berdoa kepada Allahnya, dan tidak terpengaruh dengan surat perintah yang dikeluarkan, yang akhirnya Daniel dimasukkan ke dalam goa singa.

Kebangunan rohani selalu disertai dengan penganiayaan, Negara-negara yang mengalami goncangan setelah itu juga mengalami mujizat penuaian jiwa besar-besaran.  Selama kita mengikut Tuhan, kita akan mengalami mujizat.

2 Raja 7:3-9, “Empat orang yang sakit kusta ada di depan pintu gerbang.  Berkatalah yang seorang kepada yang lain: “Mengapakah kita duduk-duduk di sini sampai mati?  Jika kita berkata: Baiklah kita masuk ke kota, padahal dalam kota ada kelaparan, kita akan mati di sana.  Dan jika kita tinggal di sini, kita akan mati juga.  Jadi sekarang, marilah kita menyeberang ke perkemahan tentara Aram.  Jika mereka membiarkan kita hidup, kita akan hidup, dan jika mereka mematikan kita, kita akan mati.”  Lalu pada waktu senja bangkitlah mereka masuk ke tempat perkemahan orang Aram itu, tampaklah tidak ada orang di sana.  Sebab TUHAN telah membuat tentara Aram itu mendengar bunyi kereta, bunyi kuda, bunyi tentara yang besar, sehingga berkatalah yang seorang kepada yang lain: “Sesungguhnya raja Israel telah mengupah raja-raja orang Het dan raja-raja orang Misraim melawan kita, supaya mereka menyerang kita.”  Karena itu bangkitlah mereka melarikan diri pada waktu senja dengan meninggalkan kemah dan kuda dan keledai mereka serta tempat perkemahan itu dengan begitu saja; mereka melarikan diri menyelamatkan nyawanya.  Ketika orang-orang yang sakit kusta itu sampai ke pinggir tempat perkemahan, masuklah mereka ke dalam sebuah kemah, lalu makan dan minum.  Sesudah itu mereka mengangkut dari sana emas dan perak dan pakaian, kemudian pergilah mereka menyembunyikannya.  Lalu datanglah mereka kembali, masuk ke dalam kemah yang lain dan mengangkut juga barang-barang dari sana, kemudian pergilah mereka menyembunyikannya.  Lalu berkatalah yang seorang kepada yang lain: “Tidak patut yang kita lakukan ini.  Hari ini ialah hari kabar baik, tetapi kita ini tinggal diam saja.  Apabila kita menanti sampai terang pagi, maka hukuman akan menimpa kita.  Jadi sekarang, marilah kita pergi menghadap untuk memberitahukan hal itu ke istana raja.”

Empat orang kusta yang menjadi sampah masyarakat menghebohkan Negara, bisa meraih mujizat, menerima kehidupan dalam hal beriman, tidak mau malas-malasan.

2 Raja 7:12, “Sekalipun masih malam, raja bangun juga, lalu berkata kepada para pegawainya: “Baiklah kuterangkan kepadamu apa maksud orang Aram itu terhadap kita.  Mereka tahu bahwa kita ini menderita kelaparan, sebab itu mereka keluar dari tempat perkemahan untuk menyembunyikan diri di padang, sambil berpikir: Apabila orang Israel keluar dari dalam kita, kita akan menangkap mereka hidup-hidup, kemudian kita masuk ke dalam kota,”

Raja kuatir kalau-kalau ini hanya jebakan dari musuh, terkadang kita juga berpikir apa betul ini mujizat dari Tuhan, ingat Tuhan tidak pernah setengah-setengah memberi kepada kita tetapi Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk kita.  Biarlah kita bangkit dan maju dalam segala hal, Tuhan akan bekerja dalam segala sesuatu bagi orang percaya.  Mujizat itu masih ada dan pasti bagi kita orang percaya.  Amin.

 

Hiduplah di Hadapanku Dengan Tidak Bercela  (by Ps. Nehemia L.)

Hiduplah di Hadapanku Dengan Tidak Bercela (by Ps. Nehemia L.)

“Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya:”Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.  Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak.”

Kej 17:1-2

Pesan Tuhan bulan Agustus ini adalah: Hiduplah Dihadapan-Ku Dengan Tidak BercelaDan untuk pesan Tuhan bulan lalu adalah: Kerendahan Hati Mendahului Kehormatan.  Memang diperlukan kerendahan hati untuk berdoa dan mengampuni orang lain, dan Abraham adalah seorang pendoa, bagaimana ia berdoa untuk kota Sodom dan Gomora.

Kej 17:1-9, “Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya:”Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.  Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak.”  Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya: “Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.  Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.  Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja.  Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.  Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka.”  Lagi firman Allah kepada Abraham: “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.”

Kenapa kita harus hidup di hadapan Tuhan dengan tidak bercela?

  1. Memperlengkapi kita untuk menerima mujizat yang ‘Tidak Masuk Akal” (Kej 22:12-18).
  2. Menguatkan iman pada waktu ujian datang (Kej 22:1-19).
  3. Mengingatkan kita bahwa Tuhan adalah Allah El-Shadai (Kej 17:1).
  4. Semua janji-janji-Nya pasti digenapi (Kej 21:1-3; Roma 4:16).

Kej 12:1-4; Abram dipanggil Allah.

“Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah ke negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.  Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.  Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lotpun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.”

Ayat inilah yang selalu kita pegang dan bawa, dan setiap tahun kita memberkati bangsa Israel dengan membawa persembahan secara rohani dan financial.

Dikatakan di Kejadian pasal 17, Abraham berumur sembilan puluh sembilan tahun tetapi janji Tuhan belum digenapi, dan di pasal 12 bahwa Tuhan berjanji kepada Abraham dan pada saat itu ia berumur tujuh puluh lima tahun.  Ketika Abraham berumur delapan puluh enam tahun, ia mendapatkan Ismael, karena Sara, isteri Abraham menyuruhnya menghampiri Hagar, gundiknya.  Padahal janji Tuhan bukan dari keturunan Hagar tetapi dari keturunan Sara.

Kej 16:1-2, “Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak.  Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya.  Berkatalah Sarai kepada Abram: “Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak.  Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak.” Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai.”

Karena janji yang diberikan Tuhan kepada Abraham belum datang, maka Sara menjadi tidak sabar.  Padahal Tuhan mau kita hidup tidak bercela di hadapan-Nya, karena ada rencana Tuhan yang luar biasa dalam hidup kita, dan janji-Nya itu tidak pernah gagal, tetapi yang menjadi penghalang adalah hidup kita yang bercela.

Hidup yang bercela (ada cacatnya; ada kekurangannya):

  1. Memaksakan kehendak, tidak sabar.
  2. Takut gagal, masa bodoh.
  3. Sengaja tidak mau tahu (2 Pet 3:5).

Seringkali kita memaksakan kehendak kita seperti anak kecil, kalau doa belum dijawab, terus berdoa, terus rendah hati, sabar menantikan Tuhan sampai doa kita terjawab.

Kej 18:10-14, “Dan firman-Nya: “Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki.”  Dan Sara mendengarkan pada pintu kemah yang di belakang-Nya.  Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya dan Sara telah mati haid.  Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: “Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?” Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Abraham: “Mengapakah Sara tertawa dan berkata: Sungguhkah aku akan melahirkan anak, sedangkan aku sudah tua?  Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki.”

Tahun depan, Tahun Yobel, Tahun kemenangan buat kita semua!  Amin.

Pada pasal 22, Tuhan sudah memberikan anak, Ishak kepada Abraham, tetapi di sana Abraham diuji oleh Tuhan untuk mempersembahkan anaknya yang tunggal.  Untuk masuk ke level ini tidak mudah.

Bagaimana Caranya?

  1. Berubahlah oleh Pembaharuan Budimu (Roma 12:1-3).
  2. Berbuah dan Menjadi Berkat (Mat 7:16-20; 25; 35-40).
  3. Ikuti Teladan Yesus (1 Pet 2:19-25).
  4. Tinggalkan Manusia Lama (Kol 3:5-11; 1 Tim 6:2b-5).

Contoh: Abraham (Roma 4:16).

  1. Bangun Mezbah (Kej 12:7).
  2. Miliki Hikmat (Kej 12:10-20).
  3. Tidak suka ribut-ribut (Kej 13:7-9) Ambil Jalan Damai.
  4. Mengerti & Memberi. Orang pertama yang memberikan perpuluhan adalah Abraham, kepada Melkisedek.
  5. Suka Berkorban.

Roma 12:1-3, “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.  Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.  Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.”

Ada perubahan dalam hidup kita, yang dulunya suka marah-marah, berubah dan berbuah dalam kehidupan kita.

 1 Tim 6:2b-5, “Ajarkanlah dan nasihatkanlah semuanya ini.  Jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat yakni perkataan Tuhan kita Yesus Kristus dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita, ia adalah seorang yang berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa.  Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, cidera, fitnah, curiga, percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan.”

Mengapa Tuhan berkata kepada Abraham hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela, ada di dalam Roma 4:16, “Karena itulah kebenaran berdasarkah iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham.  Sebab Abraham adalah bapa kita semua.”

Sehingga janji itu terus berlangsung sampai hari ini, kita hidup dari bawah sumpah berkat dari pada Abraham, janji Tuhan kepada Abraham.  Setiap kali mendapat janji Tuhan, Abraham selalu membangun mezbah.

2 Taw 20:15, “dan berseru: “Camkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku Yosafat, beginilah firman TUHAN kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah.”

Ayat 21-22, “Setelah ia berunding dengan rakyat, ia mengangkat orang-orang yang akan menyanyi nyanyian untuk TUHAN dan memuji TUHAN dalam pakaian kudus yang semarak pada waktu mereka keluar di muka orang-orang bersenjata, sambil berkata: “Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi TUHAN, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!”  Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat Tuhanlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah.”

Hanya dengan memuji dan menyembah Tuhan, musuh dikalahkan.  Pada saat kita menaikkan pujian dan penyembahan, Allah hadir.  Kalau Tuhan meminta kita agar hidup tidak bercela karena ada tujuan yang kekal, ada rencana Tuhan yang luar biasa dalam hidup kita. Ingatlah selalu kalau Allah yang kita sembah adalah Allah El-Shadai.  Amin.

Pegang Firman dan Janji Tuhan (by Ps. Nehemia L.)

Pegang Firman dan Janji Tuhan (by Ps. Nehemia L.)

“Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.
2 Pet 3:9

Minggu lalu saya berada di Tampa, Florida, pelayanan dengan Bp. Niko dan mengadakan pengurapan di sana, kemudian ada meeting leadership di Cleveland, Tennessee.

Pada waktu pengurapan, saya melihat semua orang-orang itu maju ke depan dan diurapi, ada rasa haus dan lapar akan hadirat dan firman Tuhan sehingga mereka dilawat oleh Tuhan.

Pada saat kami meeting dengan para pemimpin, yang dibicarakan adalah tentang sorga dan neraka, sehingga saya katakan kepada para pemimpin, memang itu adalah gol kita, gol kita adalah ke sorga. Ada seorang pendeta dari Korea bernama Park Yong Gyu, mendapat penglihatan dan menulis bukunya secara terperinci tentang sorga dan neraka.  Ini harus diingatkan kembali kepada kita para pelayan Tuhan bahwa gol kita adalah ke sorga.

Yang saya pelajari dari itu semua adalah sebagai manusia jangan terima pujian, karena yang layak menerima pujian hanya Tuhan Yesus dan jangan suka ngomongin hamba Tuhan.

Sepanjang minggu ini saya terus berdoa agar kita semua ini mengerti bahwa tujuan hidup kita itu mau ke mana? Apa yang sedang kita pikirkan dan kerjakan setiap hari?  Jangan sampai kita kehilangan fokus dan tujuan.

Lima Hal Yang Menarik Hadirat Tuhan:

  1. Kerendahan Hati.
  2. Doa, Pujian, Penyembahan.
  3. Kekudusan
  4. Unity
  5. Dengan Iman.

Maz 133:1-3, “Sungguh alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!  Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.  Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion.  Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.”

Untuk kita melihat berkat dalam pelayanan, rumah tangga dan keluarga kita, harus ada unity/rukun.

Tiga Hal Dilakukan Dalam Ibadah:

  1. Kehadiran Tuhan (terus dijaga).
  2. Berdoa Dalam Roh.
  3. Pengurapan

Jangan dalam ibadah main handphone, sms, ngobrol dan tidak menghargai hadirat Tuhan, sehingga Iblis mencuri firman dari hidup kita.

Firman Tuhan bulan May 2015 adalah: Pegang Firman dan Janji Tuhan (2 Pet 3:9-14; Ibr 11:8-11).

Pesan Tuhan ini sederhana sekali, tetapi kalau kita telusuri baik-baik, bagaimana agar kita dapat pegang firman dan apa yang membuat kita jatuh dalam dosa sehingga kita tidak menerima janji Tuhan?

Apa Yang Menghalangi?

  1. Melupakan Tuhan dan mengikuti allah lain (Ul 8:11).
  2. Sengaja tidak mau tau (2 Pet 3:5).
  3. Iri hati dan perselisihan (1 Kor 3:1-9).
  4. Akar segala kejahatan cinta akan uang (1 Tim 6:10).
  5. Tidak berdoa atau salah berdoa (Yak 4:1-4) dan tidak setia.

Ul 8:11-14, “Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, Allahmu, dengan tidak berpegang pada perintah, peraturan dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini; dan supaya, apabila engkau sudah makan dan kenyang, mendirikan rumah-rumah yang baik serta mendiaminya, dan apabila lembu sapimu dan kambing dombamu bertambah banyak dan emas serta perakmu bertambah banyak, dan segala yang ada padamu bertambah banyak, jangan engkau tinggi hati, sehingga engkau melupakan TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.”

Ini adalah gambaran di mana kita sudah keluar dari kehidupan yang lama, sudah lahir baru, sebagai pengerja/pelayan Tuhan, sudah tinggalkan Mesir/kehidupan lama, hati-hati dengan cara berpikir, cara bergaul atau cara bertindak, jangan sampai kita lupa apa kata Tuhan dalam hidup kita.  Banyak pelayan Tuhan yang jatuh karena pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik.

Ayat 17-18, “Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini.  Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.”

Kita diberkati, kita mempunyai usaha, itu karena Tuhan yang memberikannya kepada kita.  Jangan sampai kita melupakan firman Tuhan, kita hidup di bawah sumpah berkat, dan kita melayani Tuhan, melayani Raja segala raja, semakin hari semakin respect/hormat kepada Tuhan.

2 Pet 3:1-5, Hari Tuhan.

“Saudara-saudara yang kekasih, sudah surat yang kedua, yang kutulis kepadamu.  Di dalam kedua surat itu aku berusaha menghidupkan pengertian yang murni oleh peringatan-peringatan, supaya kamu mengingat akan perkataan yang dahulu telah diucapkan oleh nabi-nabi kudus dan mengingat akan perintah Tuhan dan Juruselamat yang telah disampaikan oleh rasul-rasulmu kepadamu.  Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya.  Kata mereka:”Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu?  Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan.  Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air.”

Jangan kita terpengaruh dengan ejekan/omongan orang lain, tidak usah cepat tersinggung, dan kalau ada orang yang iri hati jangan diladenin, biarkan saja itu urusannya dengan Tuhan.

Sebagai gereja Tuhan, kita persiapkan diri, karena goncangan-goncangan akan datang, tetapi akan banyak jiwa-jiwa datang mengaku percaya kepada Tuhan.

Yak 4:1-4, “Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?  Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi.  Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.  Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.  Hai kamu, orang-orang yang tidak setia!  Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.”

Persoalan datang karena apa yang diinginkan tidak didapatkannya.  Ada orang berdoa tetapi tidak mendapatkan apa-apa karena salah berdoa.  Tentunya kita mau menjadi sahabat Allah bukan musuh Allah.

1 Kor 3:1-3, “Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus.  Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya.  Dan sekarangpun kamu belum dapat menerimanya.  Karena kamu masih manusia duniawi.  Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?”

Pada saat itu jemaat Korintus sedang mengalami perselisihan pada waktu mereka melayani Tuhan, sampai Paulus menulis surat ini.

Bagaimana Caranya Kita Bisa Pegang Firman Dan Janji Tuhan?

  1. Terlatih; berkemampuan karena sering berlatih. Tuhan yang telah menolong kemarin, Tuhan yang sama akan menolong hari ini (1 Sam 17:32-37).
  2. Nantikan dengan tekun (Rom 8:22-25).
  3. Roh Allah yang memampukan kita (Yeh 36:25-27).
  4. Roh Allah yang membantu kita (Rom 8:26).

1 Sam 17:32-37, “Berkatalah Daud kepada Saul:”Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu,” Tetapi Saul berkata kepada Daud:”Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit.”  Tetapi Daud berkata kepada Saul:”Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya.  Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya.  Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya.  Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini.  Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan tentara Allah yang hidup.”  Pula kata Daud:”TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.”  Kata Saul kepada Daud:”Pergilah! TUHAN menyertai engkau.”

Kita sebagai pelayan Tuhan harus dilatih, kalau tidak dilatih hanya akan menjadi bulan-bulanan Iblis.  Semakin tinggi kita dipakai Tuhan juga semakin banyak latihan yang harus kita lakukan, karena akan semakin banyak goncangan, dan Roh Allahlah yang memampukan dan membantu kita.

Mampu = kuasa (bisa, sanggup) melakukan sesuatu, dapat.

Bantu = tolong, penolong.

Siapa Mereka?

  1. Roma 4:18-25. Terhadap janji Allah, ia tidak bimbang.  Contoh: Abraham.
  2. Kejadian 39:7-10. Bagaimanakah mungkin melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah (Integritas).  Contoh: Yusuf.
  3. Bilangan 14:6-8. Negeri yang kami lalui luar biasa baiknya, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya (sudah melihat tapi belum menjadi kenyataan). Contoh: Yosua dan Kaleb.
  4. Wahyu 21:1-7. Aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru.  Kota yang kudus Yerusalem yang baru.

Kej 39:2, “Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.”

Masalah besar orang Indonesia yang tinggal di Amerika, pada waktu selalu berhasil dalam pekerjaannya, dia lupa datang dari mana.  Yusuf selalu diberkati tetapi pada saat godaan datang, ia menolak.

Kej 39:9-10, “bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya.  Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?”  Walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf, Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur di sisinya dan bersetubuh dengan dia.”

Kalau Abraham mampu beriman, Allah yang sama juga memampukan kita beriman kepada Tuhan.  Kalau Yusuf mampu menolak, kita juga mampu.  Kalau Yosua dan Kaleb mampu melihat janji Tuhan meski belum menjadi kenyataan, Tuhan yang sama juga memampukan kita.

Saya mempunyai visi bahwa kota-kota yang sunyi di Amerika, ada pujian dan penyembahan, ada gereja Tuhan untuk dibangun, orang-orang Indonesia bertobat dan percaya kepada Yesus, juga orang-orang Amerika berbalik kepada Tuhan.  Tuhan memakai kita untuk terus berdoa bagi bangsa ini, meski kita belum melihat tetapi kita percaya bahwa sesuatu pasti akan terjadi.  Amin.