Author: EM

Home / Articles posted by EM (Page 2)
BUKAN KUAT DAN GAGAH  MELAINKAN OLEH ROH-KU (by Ps. Nehemia Lolowang)

BUKAN KUAT DAN GAGAH MELAINKAN OLEH ROH-KU (by Ps. Nehemia Lolowang)

Maka berbicaralah ia, katanya: “Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.             

             Zakharia 4:6

 

Pesan Tuhan untuk bulan November ini terdapat di dalam kitab Zakharia, di mana ia mendapat pesan Tuhan melalui mimpi-mimpi dan salah satu pesan-Nya adalah: Bukan Kuat dan Gagah Melainkan Oleh Roh-Ku.

Orang Kristen yang penuh dengan sukacita tidak bisa disantet, karena perlindungan Tuhan sempurna atas kita dan juga karena Roh yang ada di dalam kita lebih besar dari semua roh yang ada di dunia ini.

Mazmur 91:1-14,Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”  Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk. Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.  Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang. Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik.  Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.  Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.  Singa dan ular tedung akan kaulangkahi, engkau akan menginjak anak singa dan ular naga. Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.”  

Baik kita dalam melayani dan beribadah, Tuhan mau supaya segala sesuatu bukan karena kekuatan kita tetapi karena Roh Tuhan yang ada pada kita.

1 Yohanes 4:4, Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.”

Karena itu kita mau siap menerima Roh yang excellent dan kita mau belajar seperti apa orang yang kuat, dan bagaimana kita bisa bertahan pada saat mengalami tantangan dan masalah:

1.) Lewat Proses/Aniaya (Daniel 6:1-29). 

Daniel pada waktu dituduh karena kepercayaannya kepada Tuhan, meski di tengah tantangan/ masalah yang dihadapi Daniel, Roh Tuhan tetap ada di dalam dirinya.  Daniel mempunyai sikap hati yang rendah hati dan suka berdoa, karena itu ia bisa tetap kuat di tengah masalah.

Daniel 6:11, Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya.  Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.”

Kalau kita memiliki Roh Tuhan, tidak ada yang dapat menghalangi kita untuk berdoa dan membaca firman serta melayani Tuhan.

ayat 22-23, “Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan.  Lalu sangat sukacitalah raja dan ia memberi perintah, supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu.  Maka ditariklah Daniel dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya.

2.) Pengharapan Yang Tidak Terpenuhi?  Tetap Percaya (Daniel 3:14-18). 

Pada waktu Sadrakh, Mesakh dan Abednego diperintahkan raja untuk menyembah patung tetapi mereka menolak perintah raja.

Daniel 3:14-18, “Berkatalah Nebukadnezar kepada mereka: “Apakah benar, hai Sadrakh, Mesakh dan Abednego, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu?  Sekarang, jika kamu bersedia, demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu!  Tetapi jika kamu tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala.  Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?”  Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: “Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.  Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”

Mereka mempunyai keteguhan hati dan mampu berkata kepada raja untuk tidak menyembah patung buatan tersebut.  Orang yang pandai adalah orang yang selalu merenungkan firman Tuhan siang dan malam, dan yang kuat pada saat mengalami aniaya.  Meski pengharapan yang kita nantikan belum terpenuhi tetapi tetap percaya bahwa pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat dan tepat pada waktunya.

3.) Kecewa dan Sakit Hati (2 Samuel 15:1-12). 

Orang yang mengalami kecewa dan sakit hati itu sangat berbahaya.  Kita lihat dari kisah seorang penasihat raja yang bernama Ahitofel, tetapi ia bergabung dengan anak raja Daud yang mau memberontak terhadap raja.

1 Tawarikh 27:33, Ahitofel adalah penasihat raja; Husai, orang Arki, adalah sahabat raja.”

2 Samuel 15:12, Ketika Absalom hendak mempersembahkan korban, disuruhnya datang Ahitofel, orang Gilo itu, penasihat Daud, dari Gilo, kotanya.  Demikianlah persepakatan gelap itu menjadi kuat, dan makin banyaklah rakyat yang memihak Absalom.”

Ahitofel bergabung dengan Absalom untuk memberontak terhadap raja, karena ia kecewa terhadap raja Daud.  Ternyata Ahitofel ini adalah kakek dari pada Batseyba, di mana Daud mengambil Batsyeba menjadi istrinya dengan membunuh Uria di medan perang, sehingga ia mulai kecewa kepada Daud.

2 Samuel 11:3, Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: “Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu.”

2 Samuel 23:34, “Elifelet anak Ahasbai orang Maakha; Eliam anak Ahitofel orang Gilo;”

Karena Ahitofel kecewa dan sakit hati, ia mau menggulingkan raja Daud dan akhir hidupnya Ahitofel bunuh diri.

2 Samuel 17:23, “Ketika dilihat Ahitofel, bahwa nasihatnya tidak dipedulikan, dipasangnyalah pelana keledainya, lalu berangkatlah ia ke rumahnya, ke kotanya; ia mengatur urusan rumah tangganya, kemudian menggantung diri.  Demikianlah ia mati, lalu ia dikuburkan dalam kuburan ayahnya.” 

Orang yang kecewa dan sakit hati itu seperti racun yang sedikit demi sedikit akan menghancurkan hidup seseorang.

4.) Berani Menghadapi Kenyataan Hidup (Rut 1:1-22; 2:1-7). 

Rut 1:1-2, “Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel.  Lalu pergilah seorang dari Betlehem-Yehuda beserta isterinya dan kedua anaknya laki-laki ke daerah Moab untuk menetap di sana sebagai orang asing.  Nama orang itu ialah Elimelekh, nama isterinya Naomi dan nama kedua anaknya Mahlon dan Kilyon, semuanya orang-orang Efrata dari Betlehem-Yehuda; dan setelah sampai ke daerah Moab, diamlah mereka di sana.

Mereka tinggal di Moab selama 10 tahun dan Elimelekh meninggal, kedua anak laki-lakinya menikah, tetapi kedua anak laki-lakinya juga meninggal sehingga tinggal hanya Naomi dengan kedua menantu perempuannya yaitu Rut dan Orpa.  Naomi begitu menyesal dan ia menyuruh kedua menantunya untuk pergi dan menikah lagi, tetapi Rut tetap tinggal dengan Naomi.  Meski Rut dan Naomi juga sama-sama janda, tetapi Rut tidak complain dengan keadaannya.

Rut 2:1-7, Naomi mempunyai seorang sanak dari pihak suaminya, seorang yang kaya raya dari kaum Elimelekh, namanya Boas.  Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: “Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku.”  Dan sahut Naomi kepadanya: “Pergilah, anakku.”  Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh.  Lalu datanglah Boas dari Betlehem.  Ia berkata kepada penyabit-penyabit itu: “TUHAN kiranya menyertai kamu.”  Jawab mereka kepadanya: “TUHAN kiranya memberkati tuan!”  lalu kata Boas kepada bujangnya yang mengawasi penyabit-penyabit itu: “Dari manakah perempuan ini?”  Bujang yang mengawasi penyabit-penyabit itu menjawab: “Dia adalah seorang perempuan Moab, dia pulang bersama-sama dengan Naomi dari daerah Moab.  Tadi ia berkata: Izinkanlah kiranya aku memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas jelai ini di belakang penyabit-penyabit.  Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketikapun ia tidak berhenti.”

Rut tidak menyesali diri, complain atau depresi tetapi ia terus bekerja sungguh-sungguh, ia mampu menghadapi kenyataan hidup. 

5.) Berani Bersaksi (Kisah 1:8) 

Kisah 1:8, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Kita percaya bahwa Roh Tuhan ada dalam kita, karena itu tidak usah takut tetapi ada keberanian untuk memberitakan Injil sehingga banyak jiwa boleh dimenangkan untuk Tuhan, kita percaya bahwa satu orang percaya maka seisi rumah kita akan diselamatkan.  Dan kalau kita pegang semua prinsip ini maka Tahun Pemulihan seutuhnya akan terjadi dalam kehidupan kita.  Amin.

 

Other posts:

MENGENAL SIFAT ALLAH YANG BENAR

MENGENAL SIFAT ALLAH YANG BENAR

Sifat Allah yang pengasih dan penyayang merupakan hal yang sangat indah dan didambakan setiap manusia, sebagai dasar pengharapan untuk mendapatkan anugerah keselamatan (grace) dan pengampunan. Dasar pemahaman Teologia (Theological premise) mengajarkan bahwa Allah adalah kasih, tapi kita harus mengerti bahwa Allah yang mengasihi adalah Allah yang adil.  Karena keadilan Allah, Ia membuat hukum sehingga kasih karunia (Grace) itu semakin nyata.

Adalah keliru jika kita hanya mengajarkan tentang sifat Allah yang penuh dengan kasih dan anugerah, tanpa pengajaran tentang sifat Allah yang adil, yang menekankan akan disiplin dan kekudusan sebagai gaya hidup. Pengajaran yang tidak berimbang akan berakibat pada pemahaman tentang kasih Allah yang tanpa batas membiarkan pelanggaran sebagai sesuatu yang lumrah.  Sebagai contoh: Allah tidak akan marah apabila firman-Nya dilanggar; atau kita memandang Allah sebagai pribadi yang tidak memiliki sifat kekudusan, kebenaran, dan keadilan sehingga akan menciptakan pemahaman yang akan meremehkan akan pelanggaran dosa dan pertobatan. Itu adalah sikap umat Kristen yang menyia-nyiakan kasih karuniaNya.

MENGENAL ALLAH LEWAT PERNYATAAN-NYA

Kita harus mengerti sifat-sifat Allah seluruhnya, tidak hanya kasih karunia. Allah memiliki sikap kasih, namun Ia juga tegas; Ia Maha Pengampun, tapi Ia juga pembalas kejahatan dengan adil. Dari mana kita dapat mengenal sifat-sifat Allah tersebut? Kita dapat mengenal-Nya dari pernyataan diri-Nya dan melalui perbuatan-perbuatan-Nya.  Firman Allah menggambarkan karya dan ciptaan Allah sebagai petunjuk simbolis tentang sifat-sifat-Nya.

Sekalipun mungkin ada dua sisi dalam sifat Allah yang terkesan bertentangan, namun jika kita perhatikan kedua sifat Allah memiliki kemampuan untuk hadir bersamaan. Kita tidak dapat membuang salah satu sifatnya dan mengedepankan sifat lainnya,

1.) Kedaulatan Allah

Hari-hari ini ada pengajaran yang menekankan akan kebebasan manusia untuk melakukan segala sesuatu tanpa harus khawatir apakah tindakan tersebut dosa atau tidak. Mengapa demikian? Karena orang percaya telah ditebus oleh Kristus, itu artinya semua dosa orang percaya yang telah dilakukan atau akan dilakukannya sudah diselesaikan Kristus di kayu salib. Jika hanya dipandang dari sisi kasih karunia Allah, pengajaran ini tampak benar.  Tetapi pengajaran ini sangat tidak cocok dengan sifat Allah yang lain seperti kebenaran-Nya, yaitu memberkati mereka yang hidup benar atau menghukum mereka yang melakukan pelanggaran.

‘Kedaulatan’ disini bukan berarti Tuhan akan bertindak semena-mena seperti seorang raja yang memiliki kedaulatan penuh.  Namun kuasa kedaulatanNya ini berlaku sesuai dengan hukum dan ketetapan yang sudah ditetapkan pada mulanya.  Kuasa Allah juga bukan berarti akan membelenggu dan membebani kita dengan kewajiban-kewajiban yang memberatkan. Lebih dari itu, kesadaran akan kekuasaan Allah akan membawa umat Kristen dalam perlindungan dan pimpinan-Nya. Pandangan yang mengajarkan bahwa orang percaya boleh hidup sesukanya adalah menghina otoritas dan kekuasaan Allah.

Bagi orang percaya, kedaulatan Allah dapat  menjadi sebagai berkat atau sebagai penghukuman. Berkat atau hukuman tergantung dari respon kita terhadap kehendakNya. Sebagaimana Allah hebat dalam kesetiaan-Nya terhadap orang yang mengasihi-Nya (Mazmur 89:9), demikian juga murka-Nya amat dahsyat terhadap orang yang melawan-Nya (Mazmur 59:14). Konsep Allah yang cemburu juga berkaitan erat dengan kekuasaan Allah. Contohnya adalah dimana kecemburuan Allah menyala terhadap penyembahan berhala (Ulangan 32:16) juga terhadap penyelewengan perjanjian yang disengaja (Ulangan 29:18-20). Tetapi konsep kecemburuan tersebut juga menjadi jaminan akan perlindungan Allah kepada umat-Nya (II Raja-raja 19:31; Yesaya 26:11), ketakutan kita kepada penghukuman dan kecemburuan Allah akan membuat kita hidup dalam ketaatan, tapi sebaliknya, mereka yang tidak mengenal keadilan Allah akan hidup sesuka hatinya. DR. Ludwig Koehler menyatakan bahwa takut akan Tuhan (ketaatan) adalah sebuah wujud kebenaran.

2.) Kekudusan Allah

Allah senang akan kebaikan dan kebenaran (Yeremia 9:24), namun Allah juga membenci segala yang jahat, yaitu yang menajiskan nama-Nya yang kudus (Imamat 20:3). Kekudusan menjadi media/alat untuk menjaga hubungan perjanjian Allah dengan umat-Nya. Pada saat Rasul Paulus mengutip beberapa bagian Hukum Taurat dalam pengajarannya. Rasul Paulus sedang mengajarkan moral kekudusan. Jika kita pelajari, Hukum Taurat itu terbagi menjadi 3 bagian, yaitu: hukum moral, ibadah, dan sipil. Dalam mengajarkan moral, Hukum Taurat jelas sekali menekankan kekudusan Allah. Hukum Taurat menulis barangsiapa taat pada kekudusan Allah akan diberkati, tetapi barangsiapa melanggar kekudusan-Nya akan “hangus.” Hukum Taurat memang tidak kita lakukan lagi, tetapi ia bagaikan seorang guru yang membawa orang-orang kepada Kristus (Galatia 3:24). Melalui Hukum Taurat kita semakin mengerti betapa berbahayanya jika seseorang melanggar kekudusan Allah.

Sebagaimana kekuasaan Allah bisa menjadi berkat atau penghukuman, demikian juga kekudusan Allah dapat dialami orang percaya sebagai penghukuman (Yesaya 10:17) atau sebagai penyelamatan (Yesaya 43:3). Justru dengan kekudusan kita bisa melihat Tuhan; melihat-Nya dengan lengkap.

3.) Kebenaran Allah

Kebenaran Allah berhubungan erat dengan sifat keadilan atau keputusan-Nya yang didasarkan hukum. Keadilan Allah terlihat jelas dalam pemeliharaan perjanjian-Nya dengan umat-Nya. Allah menghendaki umat-Nya untuk lebih mengedepankan hidup dalam kebenaran ini daripada yang lainnya, bahkan lebih dari ritual sebuah ibadah. Rasul Yohanes dalam penglihatan di pulau Patmos ‘melihat’ pengantin perempuan pada perjamuan Kawin Anak Domba akan mengenakan kain lenan halus yang merupakan perbuatan yang benar dari orang-orang kudus (Wahyu 19:8). Kebenaran dan Keadilan Allah menyatakan pemeliharaan, tetapi kita harus ingat bahwa kebenaran juga menyatakan dua hal yang lainnya, yaitu penghakiman Allah dan murka Allah. Pilihan tetap ada ditangan kita.

 

Allah kita adalah Hakim yang adil. Keadilan-Nya tidak hanya memutuskan hukuman, tetapi Ia juga mengumpulkan bukti-bukti dan bekerja secara kreatif dalam melaksanakan keputusan. Ia tidak semena-mena dalam bertindak, tetapi Ia juga tidak akan mengabaikan ketidaktaatan sekecil apapun. Penghakiman Allah bersifat memulihkan bagi mereka yang taat; sekalipun dalam penghukuman-Nya Allah selalu menyertakan kemurahan dan anugerah-Nya (Yesaya 30:18) namun bila kehendak-Nya ditentang secara terus menerus maka murka Allah akan bangkit. Murka Allah bukan sebuah proses yang tak dapat dihindarkan atau spontan, sedapat mungkin Allah menahan atau memperlambatnya dengan kemurahan-Nya, itulah kasih karunia-Nya yang ajaib. Tapi jika manusia menjadi bebal dan tetap tidak mau taat dan bertobat maka murka Allah merupakan kebijakan terakhir untuk menghadapi para penentang-Nya.

 

Seperti yang telah kita lihat, sifat Kekuasaan, Kekudusan, Kebenaran, dan Keadilan-Nya saling berkaitan erat. Sifat-sifat Allah tersebut menjadi seperti kepingan-kepingan puzzle yang harus secara lengkap tersusun untuk penyingkapan Allah. Satu keping puzzle tanpa keping yang lainnya tidaklah berguna. Mengenal hanya kasih Allah tanpa mengenal sifat-sifat yang lainnya sangat berbahaya.

Kemurahan seringkali dikaitkan dengan kelemahan atau sikap pasrah, namun dengan latar belakang sifat-sifat Allah yang tersebut di atas; kita tidak dapat berkata demikian lagi. Kemurahan merujuk pada kesetiaan Allah kepada perjanjian yang ditetapkan-Nya (Kejadian 32:10). Kemurahan mendahului adanya perjanjian tersebut, sehingga kemurahan pun akan bertahan lebih lama daripada perjanjian itu sendiri (Mazmur 136). Menurut DR. Koehler, kemurahan dalam perjanjian berkembang ke arah pertanggung-jawaban antara mereka yang memiliki hubungan. Artinya umat yang menerima kemurahan (kasih karunia) memiliki tanggung jawab untuk memelihara perjanjian dengan Allah.

 

KESIMPULAN

Kasih karunia Allah dan disiplin-Nya bagaikan dua sisi dari sebuah koin. Kedua hal tersebut tidak mengurangi nilai satu sama lain, justru menjadi dasar yang menguatkan satu dengan lainnya. Allah bukanlah Hakim yang semata-mata menghukum langsung setiap anak-Nya yang bersalah, Ia berusaha mencari jalan untuk membawa anak-Nya pada pemulihan.  Walaupun pada akhirnya Ia rela berkorban karena keadilanNya telah menimpakan hukuman atas diriNya sendiri.  Ada titik final ketika seseorang tidak berbalik kepada-Nya.  Semua manusia akan menghadapi keadilan Allah.

 

Quote:

Kehendak bebas manusia adalah mahkota kemuliaan dari Allah.

Kehendak bebas senantiasa berada dalam prinsip-prinsip kebenaran Allah.

Kehendak bebas bukan berarti boleh melakukan segala sesuatu yang kita inginkan.

 

Other posts:

RENCANAMU (TUHAN)  TAK PERNAH GAGAL By Ps. Nehemia L.

RENCANAMU (TUHAN) TAK PERNAH GAGAL By Ps. Nehemia L.

Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.”  Ayub 42:2

 

Rancangan Tuhan tidak pernah gagal dalam kehidupan kita.  Segala sesuatu yang ada di kolong langit ini, semuanya ada tujuannya, begitu juga dengan kita semua lahir di dunia ada tujuannya.

Yesaya 55:6-11,Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekatBaiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnyaSebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.  Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmuSebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.”

Sebelum kita lahir, Tuhan sudah mengenal kita, Tuhan sudah tahu setiap rancangan dalam hidup kita.

Yeremia 1:5, Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah meguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.”

Tuhan mempunyai rencana yang luar biasa dalam hidup kita, yang kita sendiri tidak tahu dan kekuatan yang kita miliki itu berasal dari Tuhan.

Kita belajar dari sebuah benih, di dalam biji itu ada pohon, ada buah, dan ada pohon lagi dan seterusnya yang akan menjadi sebuah taman, itu adalah potensi dari sebuah biji/benih.  Begitu juga dengan hidup kita, apabila kita sudah bertumbuh menjadi dewasa dan menjadi berkat orang lain dan orang lain dapat menikmati berkat yang Tuhan berikan kepada kita.

Matius 13:32, Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.”

Rencana Tuhan Tidak Pernah Gagal:

1.) Temukan “Kekuatan” dari dalam (2 Kor 4:6-7).

2 Korintus 4:6-7,Sebab Allah yang telah berfirman; “Dari dalam gelap akan terbit terang!”, Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah KristusTetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.” 

Kekuatan, talenta, karunia, dan semua yang kita miliki itu datangnya dari Tuhan.  Kalau kita tahu bahwa rencana Tuhan tidak pernah gagal, maka kita akan berjalan dalam rencana Tuhan sesuai dengan panggilan kita.

2.) Siap dibersihkan (diproses).  “Tinggallah” dalam Rencana-Nya (Yoh 15:2-7).

Yohanes 15:2-7, Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuahKamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.  Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.  Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.  Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya.  Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apaBarangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.  Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

Meski harus melalui proses, tetap tinggallah di dalam rencana Tuhan, banyak pengerja Tuhan mengalami stress karena tidak mengerti rencana Tuhan dalam hidupnya.  Dalam firman Tuhan dikatakan bahwa rancangan Tuhan bagi kita adalah damai sejahtera dan masa depan yang penuh harapan.

3.) Setia dalam Perkara-perkara Kecil (Luk 16:10).

Lukas 16:10, Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.  Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Setiap benih, talenta, potensi sudah Tuhan berikan pada kita, jadi kita harus melangkah dengan iman agar semua rencana Tuhan itu terjadi dalam hidup kita.  Tuhan berjalan bersama dengan apa yang kita miliki/punyai.  Allah turut bekerja dalam segala sesuatu bagi kita yang mengasihi Dia.

2 Korintus 9:10,Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;”

4.) Komitmen = Keterikatan Perjanjian untuk melakukan sesuatu (2 Tim 4:5-8; Maz 105:8).

Pada waktu kita komitmen untuk mengikut/melayani Tuhan, itu berarti ada keterikatan, komitmen bukan perasaan, begitu juga seperti orang yang berkomitmen untuk menikah, berjanji untuk sehidup semati.

5.) Hormatilah Tuhan (Bil 20:12); Hidup Kudus (Daniel 3:29).

Jangan pernah meremehkan Tuhan tetapi hormati Tuhan, jangan menyebut nama Tuhan dengan sembarangan.

6.) Rukun (Maz 133:1-3).  Tuhan akan perintahkan berkat-berkat untuk datang apabila kita rukun.

7.) Lakukan dengan Kasih (1 Kor 16:14).

 

Apabila kita melakukan semua hal di atas, rencana Tuhan pasti digenapi dalam hidup kita, tidak akan pernah gagal rencana-Nya dalam hidup kita, masa depanmu akan berhasil dan beruntung, kita tidak perlu kuatir karena Tuhan sudah menyiapkan masa depan yang penuh harapan bagi hidup kita.  Amin.

Other posts:

Sunday Services

7:30 AM
9:30 AM
11:30 AM
2:00 PM
5:00 PM
Show More

KOBARKAN KARUNIA DI DALAM MU BERSAMA TUHAN SEMAKIN HARI SEMAKIN KUAT

KOBARKAN KARUNIA DI DALAM MU BERSAMA TUHAN SEMAKIN HARI SEMAKIN KUAT

“Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.” 2 Timotius 1:6

Banyak orang tidak menyadari bahwa hidup ini adalah kesempatan yang terbatas.  Mereka hidup menjalani nasib dengan bekerja keras memenuhi tuntutan kehidupan atau sekedar bersenang-senang.  Orang yang tidak mempunyai tujuan cenderung menjadi lemah, kompromi atau hidupnya sia-sia, karena tidak tahu bagaimana memfungsikan hidupnya.  Kita tahu dari firman Tuhan bahwa tidak ada di dunia ini diciptakan tanpa tujuan.  Tuhan menciptakan segala sesuatu mempunyai fungsi dan tujuan untuk mencapai dan melakukan apa yang sudah Tuhan tetapkan.

Agar kita kuat di dalam Tuhan, kita harus berjalan sepakat dengan Tuhan, maka kita akan berjalan bersama Tuhan semakin hari semakin kuat.

 

Ada 3 langkah yang harus kita lakukan untuk mengetahui tujuan hidup:

  • Mengetahui karunia yang ada di dalam diri kita.  Dengan cara perhatikan apa yang senang kita lakukan.
  • Menyalurkan karunia itu untuk orang lain.  Bagaimana menyalurkan apa yang kita suka lakukan untuk memberkati orang lain.
  • Kita harus melatih diri kita agar kita mengembangkan karunia itu.

Dalam firman Tuhan ada perumpamaan tentang talenta, di mana hamba yang mempunyai lima talenta mengembangkannya menjadi sepuluh talenta, begitu juga hamba yang menerima dua talenta melipatgandakannya, lalu tuannya berkata: Baik sekali hambaku yang baik dan setia.  Tetapi hamba yang menerima satu talenta berkata engkau adalah tuan yang jahat dan hanya menyimpan talenta yang dipercayakan padamu, lalu tuannya berkata: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas.

 

Jadi apa yang ada pada kita harus dipakai menjadi berkat bagi orang lain.  Kebanyakan orang yang tidak mengerti maka ia hanya menyimpan karunia tersebut, sehingga kehidupannya bukan makin naik tetapi makin turun.  Semakin kita menyimpan karunia itu, kita menjadi semakin terhilang, dan tidak berhasil.

Hasil riset di Amerika ini, 70% orang di Amerika itu dilanda depresi, sehingga mereka harus minum obat anti-depresi setiap hari, karena mereka tidak mengetahui arti dan tujuan hidup mereka. Sistem pendidikan tidak mengajarkan hal ini.  Keluarga-keluarga yang berantakan tidak mengerti hal ini akibatnya masyarakat kehilangan sesuatu yang sangat penting yaitu kesempatan untuk memaksilmalkan hidup mereka.

 

Apabila kita sudah mengetahui tujuan dan fungsi kita, jadilah kuat berjalan bersama Tuhan karena di dalam perjalanan menuju garis akhir, bisa saja kita menjadi lemah dan tawar hati.

Kebanyakan orang punya alasan kenapa hidup mereka tidak bisa maksimal, contoh orang tua yang kekuatannya semakin menurun, kalau masih muda mempunyai banyak alasan untuk menunda.  Sementara keadaan dunia, semakin hari teknologi semakin canggih, kalau kita tidak belajar kita akan ketinggalan di belakang.  Jadi kita harus maju terus dan umat Tuhan harus semakin kuat.

 

Untuk menjadi kuat, yang harus dilakukan:

Tidak Sendiri, Berjalan Bersama Tuhan.

Ibrani 13:5, “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu.  Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

1 Tim 6:10, “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang.  Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”

Orang yang kuat kalau cinta akan uang maka ia akan menjadi lemah karena tidak mengandalkan Tuhan.  Bangunlah iman percaya kepada Tuhan.

 

Yesaya 40:28-31, Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.  Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.  Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”

 

Orang yang menanti-nantikan Tuhan adalah orang yang senang berada di dalam hadirat Tuhan, dia senang berdoa, membaca firman Tuhan, pujian dan penyembahan.  Kalau kita berdiam diri dalam hadirat Tuhan, kita mendapatkan kekuatan yang baru, tidak menjadi lemah bahkan semakin hari menjadi semakin kuat.

1 Kor 15:57-58, “Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan!  Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”

 

Kita harus tahu dalam hidup ini kita tidak berjalan sendiri karena Tuhan berjanji tidak akan meninggalkan atau membiarkan kita.  Dunia mungkin menawarkan banyak hal, tetapi kita harus tahu bahwa Tuhanlah yang terutama, kita harus berakar dan tertanam di dalam Kristus Yesus, sehingga tidak ada yang dapat memisahkan kita de-ngan Tuhan.  Giatlah di dalam pekerjaan Tuhan, melalui pekerjaan Tuhan inilah kita menjadi berkat buat orang lain.

 

Menjadi Berkat untuk Orang Lain.

Tuhan tidak meminta sesuatu yang tidak kita miliki, tetapi dengan apa yang ada pada kita, asal kita mau menjadi berkat bagi orang lain, Tuhan akan pakai kita.  Terus berada dalam hadirat Tuhan dan melayani

pekerjaan Tuhan.  Tuhan mengasihi jiwa-jiwa dan Ia juga mau kita memiliki hatiNya mengasihi jiwa-jiwa, melayani orang lain dan menjadi berkat untuk orang lain.

Kalau hidup kita ibarat pohon, pohon itu tidak pernah makan buahnya sendiri, tetapi ia berikan buahnya untuk jadi berkat bagi orang lain.  Kalau kita mau hidup kita menjadi berkat untuk orang lain, maka saudara adalah orang yang paling berbahagia dan paling diberkati.  Lebih berbahagia memberi dari pada menerima.  Kita harus memberi dengan sukacita dan tulus hati.

Saudara bisa memberi tidak hanya sebatas uang saja, tetapi juga bisa memberi waktu, pengetahuan, pertolongan, senyuman, duku-ngan, menjadi telinga yang baik dan mendoakan orang lain.  Ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menjadi berkat.  Kita sudah menerima kasih dari Tuhan, untuk menjaganya kita harus mengalirkan kasih itu.

 

Di kitab Amsal 11:24 mengatakan, “ada orang yang menyebar harta (membagi berkat, menabur) tetapi bertambah kaya, ada yang berhemat secara luar biasa namun selalu berkekurangan.”

Perintah Tuhan adalah kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, segenap akal budimu dan segenap kekuatanmu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.  Bagaimana kita me-ngasihi sesama kita, yaitu dengan menjadi berkat bagi mereka.

Pada saat kita punya, kita bisa memberikan kepada orang lain, dan ada saatnya kita tidak punya, orang lain akan memberi kepada kita, jadi kita saling mengisi, dan saling membantu sehingga tidak ada yang berkekurangan.

Pengkhotbah 4:9-10, “Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka.  Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!”

Di Amerika dibangun suatu kebudayaan individualis, di mana kita merasa kita dapat melakukan semuanya sendiri, kita tidak mau dibantu orang lain, sehingga sulit membangun hubungan.  Ini bukan kehendak Tuhan.  Kalau kita berjalan sendiri, pada waktu kita jatuh, siapa yang mengangkat kita?

 

Bersambung minggu depan…

Other posts:

PERGILAH IMANMU TELAH  MENYELAMATKAN ENGKAU By Ps. Nehemia L.

PERGILAH IMANMU TELAH MENYELAMATKAN ENGKAU By Ps. Nehemia L.

“Lalu kata Yesus kepadanya: “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.”

Markus 10:52, Tanpa doa puasa, kita tidak bisa mendapatkan hadirat Tuhan, karena untuk menarik hadirat Tuhan harus datang dari iman, hati yang unity, dan hidup yang kudus.

Markus 10:17-27, Orang kaya sukar masuk Kerajaan Allah.
Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”  Jawab Yesus:”Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.  Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!”  Lalu kata orang itu kepada-Nya:”Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.”  Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: “Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku.”  Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanyaLalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.”  Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu.  Tetapi Yesus menyambung lagi: “Anakanak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah.  Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”  Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”  Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah.  Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.”

Mark 10:46-52, Yesus menyembuhkan Bartimeus.
Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho.  Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan.  Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!”  Banyak orang menegornya supaya ia diam.  Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!”  Lalu Yesus berhenti dan berkata: “Panggillah dia!”  Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: “Kuatkanlah hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau.”  Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus.  Tanya Yesus kepadanya: “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang buta itu:”Rabuni, supaya aku dapat melihat!”  Lalu kata Yesus kepadanya:”Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.

Dari ayat ini kita melihat ada banyak orang yang mengikut Yesus, dan ada seorang pengemis yang mendengar Yesus datang dan berteriak memanggil Yesus, dan Yesus berkata kepadanya: pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau, saat itu melihatlah orang buta itu.

Bagaimana caranya agar Yesus yang sama berkata kepada kita: pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau, Aku menyertai engkau.

Yang Harus Kita Lakukan:

  1. Terus berseru walaupun ada tantangan/rintangan.
  2. Tanggalkan “jubah” yang menjadi andalan kita.
  3. Apa yang menjadi kebutuhan kita (yang terpenting) itu yang kita minta.
  4. Jangan lupa diri, harus ikut Yesus sampai mati.

Di Israel, orang buta itu memakai tongkat yang ada bell dan ada jubah tersendiri untuk orang buta, dan orang yang lewat memberikan uang kepada orang buta itu.

Selama kita mengikut Tuhan, mungkin kita ada ‘jubah’ yang kita andalkan, yang mengira kita hebat dalam suatu hal, jubah kesombongan kita, itu harus kita tanggalkan untuk kita dapat melihat mujizat Tuhan.

Dalam mengikut Tuhan, jangan sampai putus di tengah jalan, tetapi ikut Yesus sampai mati.

Upah Mengikut Yesus (Mat 19:27-30):

  1. Apa yang pernah hilang, pada masa ini juga engkau akan menerima kembali 100x lipat, dan akan menerima hidup yang kekal (Mark 10:28-31).
  2. Sekalipun disertai berbagai penganiayaan.
  3. Ia akan dihormati Bapa di sorga (Yoh 12:26).
  4. Kamu tau dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia (1 Kor 15:58).
  5. Terkutuklah orang yang melakukan pekerjaan Tuhan dengan lalai (Yer 48:10).
  6. Anak manusia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani.

Mark 10:28-31, Berkatalah Petrus kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!”  Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekalTetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

Jangan sampai kita menjadi yang terbelakang, jangan sampai kita ketinggalan karena pelayanan kita.

Yoh 12:26, Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan beradaBarangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.”

Cara hidup kita harus berhati-hati, karena ke manapun kita pergi Tuhan menyertai kita.

Mengapa Tuhan berhenti karena panggilan dari Bartimeus, orang buta tersebut:

  1. Aku datang bukan untuk memanggil orang yang benar tetapi untuk orang berdosa supaya mereka bertobat (Luk 5:31-32).
  2. Yang Kukehendaki adalah belas kasihan (Mat 9:13).
  3. Orang banyak yang mengikuti Yesus (Mark 8:1-3).
  4. Orang yang sakit kusta (Mark 1:41).
  5. Orang yang sedih hati yang dalam/menangis (Luk 7:13).
  6. Benar, Yesus keturunan Daud yang sanggup menolong kita (Mark 10:47-48).

Dalam kitab Injil, setiap kali ada mujizat terjadi karena ada dua hal yaitu karena belas kasihan dan iman.  Tuhan Yesus tergerak karena belas kasihan.

Saya berdoa supaya kita sebagai pelayan Tuhan mengerti siapa Tuhan yang kita sembah, agungkan dan kita muliakan setiap hari, Dia tidak hanya ada di sorga tetapi Ia ada di dalam hati kita, dalam hidup kita.  Biar imanmu dikuatkan senantiasa di dalam Tuhan, berharap dan mengandalkan Tuhan dalam hidupmu, karena Ia satu satunya yang dapat kita andalkan.  Amin.

Other posts:

Live a Life Worthy of The Lord

so-that-you-may-live-a-life-worthy-of-the-lord-and-please-him-in-every-way-bearing-fruit-in-every-good-work-growing-in-the-knowledge-of-god

 

Other Posts:

For We Are His Workmanship

for-we-are-his-workmanship-created-in-christ-jesus-for-good-works-which-god-prepared-beforehand-that-we-should-walk-in-them

 

Other Posts:

If Your Life is A Book

20160701-if_your_life

Other posts:

Life is to bear good fruits

20160623

Other posts: