Author: EM

Home / Articles posted by EM
Hiduplah BIJAKSANA (by Ps. Nehemia L)

Hiduplah BIJAKSANA (by Ps. Nehemia L)

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” 2 Timotius 3:16

Bulan Juli ini Pesan Tuhan adalah: Hiduplah Bijaksana.  Tuhan mau apa yang dikatakan dalam firman Tuhan ini menjadi rhema dalam hidup kita, dan dikatakan beberapa kali di sini “sebagai contoh bagi kita” karena Tuhan tidak mau itu terjadi kepada kita.

1 Kor 10:1-13, “Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut.  Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut.  Mereka semua makan makanan rohani yang sama dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus.  Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun.  Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat, dan supaya jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala, sama seperti beberapa orang dari mereka, seperti ada tertulis: “Maka duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria.”  Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang.  Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular.  Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut.  Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.  Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!  Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebih kekuatan manusia.  Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu.  Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”

Setiap hari berdoa minta hadirat Tuhan dalam hidup kita, karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari.  Tuhan mau kita pandai dan bijaksana dalam hidup ini, karena yang namanya hidup selalu akan ada tantangan.

Tiga Hal Untuk Membuat Hidup Lebih Baik:

  1. Personality.  Mengenal siapa kita di mata Tuhan dan pribadi kita, bahwa kita sangat berharga di mata Tuhan dan mempunyai nilai, sudah ditebus dengan harga yang mahal.
  2. Community.  Menolong orang lain dan komunitas sekitar kita, dan memberitakan Injil.
  3. Life.   Mempunyai prioritas dan Tuhan yang menjadi utama dalam hidup kita.

Jadikan Tuhan yang utama dalam setiap pikiran, perkataan dan perbuatan (Maz 1:1-3):

  • Tidak peduli bagaimana perasaan anda hari ini. Bangun, berpakaian dan keluarlah (bekerja, berdoa, melayani, dll).
  • Berterimakasihlah kepada Tuhan.

Jangan Pernah Batasi Kuasa Tuhan (Bil 14:15-16).

Pada waktu Musa mengutus 12 orang pengintai termasuk Yosua dan Kaleb, di mana kota yang mereka intai itu ada orang Enak yang tinggi besar yang harus dikalahkan.  Dan ke-10 pengintai berkata kita ini seperti belalang di mata mereka, sedangkan Yosua dan Kaleb percaya bahwa Tuhan akan menyertai mereka untuk mengalahkan musuh.

Bil 13:30-33, “Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: “Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!”  Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan dia berkata: “Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita.”  Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: “Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya.  Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.”

Bil 14:6-9, “Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan pakaiannya, dan berkata kepada segenap umat Israel: “Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya.  Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.  Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis.  Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka.”

Dari firman Tuhan yang kita baca di atas, kesimpulan yang dapat diambil adalah jangan batasi kuasa Tuhan.  Karena dalam hidup kita pasti ada tantangan dan masalah besar yang harus kita hadapi (Orang Enak), tetapi apakah kita bisa tetap mempunyai keyakinan dan percaya bahwa Tuhan menyertai dan pasti menolong hidup kita.

Ada tiga macam orang dalam hidup:

  1. Orang yang membuat kejadian.
  2. Orang yang sekedar menonton.
  3. Orang yang sekedar bertanya-tanya: Ada apa?

Kita termasuk orang yang bagaimana?  Apakah yang membuat kejadian atau hanya penonton saja yang hanya bisa berkomentar?

Kalau kita adalah orang-orang yang membuat kejadian maka kitalah yang pertama kali akan melihat pertolongan Tuhan dalam hidup kita, tetapi kalau hanya penonton hanya bisa bersungut-sungut/complain, dan juga jangan jadi orang tipe ketiga yang hanya bisa bertanya: Ada apa?

Beberapa hal yang dapat kita pelajari:

  • Mencegah lebih baik dari pada mengobati; Kesehatan, belajar, bisnis, dll (Bil 14:6-9).
  • Mencegah lebih murah dari pada mengobati.
  • Mencegah lebih ringan dari pada mengobati.
  • Mencegah lebih sebentar dari pada mengobati.

Dalam hidup harus selalu ada cek dan ricek, jangan sampai sudah parah baru bertobat, lebih baik mencegah dari pada mengobati.

Perbuatan daging telah nyata (Gal 5:19-21):

  • Tato (Ul 14:1-2; Im 19:28; 1 Raja18:28)

Ul 14:1-2, “Kamulah anak-anak TUHAN, Allahmu; janganlah kamu menorah-noreh dirimu ataupun menggundul rambut di atas dahimu karena kematian seseorang; sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu, dan engkau dipilih TUHAN untuk menjadi umat kesayangan-Nya dari antara segala bangsa yang di atas muka bumi.”

1 Raja 18:28, “Maka mereka memanggil lebih keras serta menorah-noreh dirinya dengan pedang dan tombak, seperti kebiasaan mereka, sehingga darah bercucuran dari tubuh mereka.  Sesudah lewat tengah hari, mereka kerasukan sampai waktu mempersembahkan korban petang, tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab, tidak ada tanda perhatian.  Kata Elia kepada seluruh rakyat itu: “Datanglah dekat kepadaku!” Maka mendekatlah seluruh rakyat itu kepadanya.  Lalu ia memperbaiki mezbah TUHAN yang telah diruntuhkan itu.”

  • Mabuk (Ef 5:18; Dan 5:1-3; 24-30)
  • Rokok (1 Kor 6:19-20)
  • Kikir (1 Kor 6:9; 5:11)
  • Percabulan (1 Kor 10:8)

Tubuh ini adalah Bait Allah, jangan kita merusaknya baik dengan tato maupun rokok, mabuk, percabulan, dll.  Jadilah pandai, hidupmu adalah anugerah dari Tuhan.

Gal 5:19-21, “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora, dan sebagainya.  Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu seperti yang telah kubuat dahulu bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”

1 Kor 10:23, “Segala sesuatu diperbolehkan.”  Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna.  “Segala sesuatu diperbolehkan.”  Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.”

Sebelum kita melakukan segala sesuatu, kita tanya dulu apakah yang akan kita lakukan itu berguna dan membangun?  Jadi perlu kedewasaan untuk membuat keputusan dan berkata: “Tidak” kepada dunia dan dosa, karena tubuh kita adalah Bait Allah dan hormat kepada Roh Kudus yang tinggal di dalam kita dan yang juga menjadi Penolong kita.

Fil 3:7, “Apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku sekarang kuanggap rugi karena Kristus.”

Orang yang pintar dan bijaksana mampu menatap masa depan (Roma 8:18; Ibrani 12:2).  Pintar dalam mengatur waktu, uang, dll.

Tidak ada seorangpun yang bisa buat pohon.  Tetapi jika tanam benih dari setiap pohon di tempat yang subur, maka di masa yang akan datang kita akan mendapatkan sebuah pohon bersama dengan buahnya.

Mulai hari ini jadilah pandai dan jangan pernah batasi kuasa Tuhan dalam hidup!  Kita sedang melayani Tuhan di atas segala tuhan dan Raja di atas segala raja, maka Ia yang akan memberikan kita reward, terutama hidup kekal yang akan menjadi jaminan bagi hidup kita.  Amin.

 

Other posts:

The Birth of Christ and The Cross of Christ

 

“And the angel said unto them, Be not afraid; for behold, I bring you good tidings of great joy which shall be to all the people: for there is born to you this day in the city of David a Saviour, who is Christ the Lord.” (Luke 2:10-11).

Today, Praying for you and family. Merry Christmas 2016. God bless

Other Posts:

 

Friends, let’s welcome…


God put us in a specific environment that will best allow us to shine with His light..Shine on!

“Let your light so shine before men,that they may see your good works and glorify your Father in heaven.”

(Matthew 5:16).

Other Posts:

 

Wonderful Reality

wonderfulreality

 

“I have uttered what I did not understand, things too wonderful for me, which I did not know.”(Job 42:3).

Other Posts:

Colossians 3:3

you-died-and-your-life-is-hidden-with-christ-in-god

To show His love, Jesus died for us; To show our love, we must live for Him!

 

Other Posts:

TUHAN, APAKAH YANG KAU INGINKAN DARIKU?

Diambil dari warta jemaat 27 November 2016:

“…apakah yang dimintakan dari padamu oleh TUHAN, Allahmu, selain dari takut akan TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, beribadah kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, berpegang pada perintah dan ketetapan TUHAN yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu.” Ulangan 10:12-13

Salah satu pertanyaan yang sering kita utarakan adalah “Apakah yang TUHAN inginkan dariku?” Semua anak-anak TUHAN tentunya ingin menyenangkan hati-Nya, karena Ia telah menyelamatkan dan terus mengasihi kita sekalipun sebenarnya kita tidak layak untuk menerimanya. Apapun yang kita lakukan tidak akan dapat menandingi apa yang telah TUHAN berikan dan sediakan bagi kita. Karena itu sepatutnya kita mengasihi dan menyenangkan Dia.

 

Israel sedang memasuki fase yang penting dalam keberadaan mereka setelah keluar dari Mesir.  Sejak generasi ayah-ibu mereka keluar dari perbudakan Mesir, mereka hidup di padang gurun, generasi yang baru yang akan memasuki Tanah Perjanjian. Mereka bersiap akan memasuki perubahan dalam kehidupan mereka, yaitu dari fase padang gurun menjadi fase Tanah Perjanjian. Di antara mereka sebenarnya tidak ada yang benar-benar tahu apa yang akan terjadi di depan mereka. Sebelum Musa mengakhiri kepemimpinannya, ia mengulang kembali (kitab “Ulangan”) apa yang telah TUHAN perbuat kepada mereka selama ini sebelum mereka masuk Tanah Perjanjian. Menghadapi fase yang baru ini, setiap orang akan bertanya-tanya “Apakah yang TUHAN inginkan dariku?”

  1. Takut Akan TUHAN

“Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah” (2 Korintus 7:1)

“Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.” (Ibrani 12:28)

 

Jikalau kita mengatakan bahwa kita mengasihi TUHAN, seharusnya kita juga menghormati dan takut akan Tuhan. Secara sederhana, kita bisa membuktikan sikap mental kita sebagai orang-orang yang mengasihi Dia adalah dengan takut untuk berbuat dosa, dan takut untuk menyia-nyiakan kasih karunia yang sudah Yesus berikan. Ketakutan ini adalah ketakutan yang positif, sebagai penghormatan (reverence) kepada TUHAN yang begitu mengasihi kita. Kejadian 39 menuliskan bahwa Yusuf memiliki kesempatan untuk berbuat dosa melalui godaan istri Potifar, tetapi karena ia takut akan Tuhan maka ia menolak untuk melakukannya.

 

Mengapa orang Kristen bisa jatuh dalam dosa? Karena ia tidak takut akan TUHAN dan tidak takut akan konsekuensi yang ia terima jika tidak mentaati TUHAN. Tidak adanya takut akan TUHAN yang membuat banyak orang berbuat dosa dan kejahatan. Takut akan TUHAN bukan berarti Dia yang kita sembah adalah Tuhan yang menakuti-nakuti kita. Sama sekali tidak. Jika seseorang tidak takut akan TUHAN maka ia juga tidak takut akan konsekuensi dari segala kesalahannya, sebagai akibatnya ia akan menjalankan hidupnya seperti tidak terjadi apa-apa dan tidak ada yang dapat menghukumnya. Ini sesuatu yang tidak disukai TUHAN karena inilah hakikat pemberontakan.

“Tuhan bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka” (Mazmur 25:14)

 

  1. Hidup Menurut Jalan Yang Ditunjukkan-Nya

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2)

Manusia diberikan kehendak bebas selama dia hidup. Ia diberikan kebebasan dan tanggung-jawab atas segala keputusan yang diambilnya, termasuk cara ia hidup di muka bumi ini. Pertanyaannya adalah apakah cara hidup yang kita pilih sudah sesuai dengan yang IA tunjukkan atau tidak? Dalam Perjanjian Lama TUHAN sangat sering mengajarkan anak-anak-Nya bagaimana mereka harus hidup berkenan di hadapan-Nya. Di dalam Perjanjian Baru, cara hidup TUHAN YESUS adalah teladan utama tentang bagaimana seharusnya kita menjalani kehidupan kita. YESUS berkata bahwa DIA-lah jalan, kebenaran dan hidup (Yohanes 14:6) oleh karena itu sudah seharusnya kita hidup sebagaimana YESUS hidup sehingga semakin lama kita menjadi semakin serupa dengan gambarannya.

 

Apa yang dimaksud hidup yang berkenan kepada-Nya?

  • Hidup yang tidak mengikuti keinginan daging atau duniawi

Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.” Roma 8:8

  • Hidup yang kudus dan dipersembahkan kepada Allah untuk melakukan apa yang Ia kehendaki.

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” Roma 12:1

  • Hidup yang didedikasikan untuk melayani TUHAN dan sesama

Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.” Roma 14:17-18

 

  1. Mengasihi DIA

Di dalam Kitab Ulangan, Musa mengingatkan Bangsa Israel bahwa kasih setia dan penyertaan TUHAN kepada mereka tidak berkesudahan. Kita sekarang tahu bahwa kasih setia TUHAN dibuktikan melalui pengorbanan YESUS di atas kayu salib. Itulah sebabnya TUHAN menginginkan kita pun mengasihi DIA karena DIA sudah terlebih dahulu mengasihi kita. Kata “kasih” di sini adalah “love” atau “affection” yang juga dapat diartikan jatuh-cinta dan tidak tergoyahkan pada alternatif yang lain. Sama seperti seorang suami jatuh cinta kepada istrinya (dan sebaliknya) demikian juga kita hanya mencintai dan me-ngasihi TUHAN dalam hidup ini dan tidak kepada ilah-ilah lain.

 

Sangat penting bagi kita untuk menjaga hubungan kasih/keintiman dengan TUHAN. Jangan biarkan permasalahan hidup, pergumulan-pergumulan dan berbagai kesulitan hidup menjauhkan kita dari kasih yang mula-mula kepada TUHAN. Ingatlah selalu apa yang telah Kristus perbuat bagi kita dari dahulu sampai hari ini dan percayalah bahwa Ia akan terus memberkati dan mengasihi kita. Belajarlah dari jemaat Efesus dalam Wahyu 2:1-7 yang ditegur Tuhan karena menjauh dari kasih mereka yang mula-mula, namun Yesus juga yang memberi kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan berbalik kepada-Nya.

 

  1. Beribadah Kepada TUHAN Dengan Segenap Hati Dan Jiwa

Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.” (Matius 22:37-38)

TUHAN sangat menginginkan agar kita beribadah kepada-Nya dengan hati yang tulus dan jiwa yang sungguh mengasihi Dia. Ada begitu banyak orang yang menjalankan kewajiban agama mereka dengan motivasi sekedar mendapat untung atau untuk menjauhkan diri dari malapetaka. Banyak orang menjalankan ibadah mereka sepertinya kepada TUHAN tetapi sebenarnya berpusat pada dirinya sendiri, misalnya: beribadah hanya ketika diberkati; begitu ada masalah, langsung goyah. Seharusnya kita beribadah kepada TUHAN dengan segenap hati, terlepas dari apapun keadaan yang sedang atau akan kita hadapi.

Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:12-13)

 

  1. Berpegang Kepada Perintah Dan Ketetapan TUHAN

Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku” (Yohanes 14:15)

TUHAN Yesus menegaskan bahwa bukti dari orang yang mengaku mengasihi diri-Nya adalah mereka akan menuruti segala perintah-Nya. Perintah TUHAN bukanlah beban. Apa yang Ia perintahkan, Ia juga akan memperlengkapi kita dengan kekuatan-Nya agar kita bisa menggenapinya. Itulah sebabnya dalam ayat-ayat selanjutnya dari Yohanes 14:15, Yesus menjelaskan bahwa Roh Kudus akan dicurahkan untuk menyertai kita, agar di dalam perjalanan hidup ini kita selalu melakukan perintah-Nya. Penyertaan Roh Kudus dan damai sejahtera yang dianugrahkan kepada kita sejalan dengan ketaatan kita melakukan Firman-Nya.

Menarik sekali bahwa dalam Ulangan 10:13 Musa menggunakan kata “berpegang pada perintah”. Dalam segala situasi dan keadaan kita harus tetap berpegang teguh kepada perintah dan ketetapan Tuhan yang kokoh dan dapat diandalkan. Semua perintah dan ketetapan yang IA berikan bukanlah untuk membuat kita susah atau menyulitkan hidup kita, justru sebaliknya untuk membuat hidup kita diberkati.

 

Jika kita hidup sesuai dengan kehendak TUHAN, menyenangkan hati TUHAN dan membalas kasih-Nya dengan melakukan apa yang Ia kehendaki, pastilah kita mengalami berkat yang luar biasa dari-Nya. Amin.

dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” (1 Yohanes 3:22)

 

Quote:

“Sebab inilah kasih kepada Allah yaitu,

Bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya.”

1 Yohanes 5:3

 

MENGENALI TANDA-TANDA JAMAN – PESAN TUHAN KEPADA TUJUH SIDANG JEMAAT

 

Diambil dari warta jemaat 20 November 2016:

Mari baca Matius 16:1 “Kemudian datanglah orang-orang Farisi dan Saduki  hendak mencobai Yesus. Mereka meminta supaya Ia memperlihatkan suatu tanda dari sorga  kepada mereka.  16:2 Tetapi jawab Yesus: “Pada petang hari karena langit merah, kamu berkata: Hari akan cerah, 16:3 dan pada pagi hari, karena langit merah dan redup, kamu berkata: Hari buruk. Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak. 16:4  Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.  Lalu Yesus meninggalkan mereka dan pergi.”

Dalam Matius 16 Orang-orang Farisi dan Saduki  hendak mencobai Yesus dengan meminta supaya Ia memperlihatkan suatu tanda dari Sorga.  Yesus menjawab “Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak.” Matius 16:3b.

 

Alkitab dengan jelas memberikan tanda-tanda akhir jaman sebelum kedatangan Yesus kali yang ke dua.  Ada 6 tanda akhir jaman yang saat ini sedang terjadi dan semakin lama akan semakin “intense”:

  1. Banyak Pengajar Sesat dan Nabi-nabi Palsu (Mat 24:5).

Pengajar sesat akan mengajarkan hal-hal yang keliatannya benar tetapi sesat kepada orang-orang yang bisa disesatkan. Kalau orang yang belum mengenal Tuhan, mereka tidak perlu disesatkan lagi karena mereka dalam keadaan tersesat. Matius 24:24, “Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.”

Agar kita tidak mudah disesatkan, yang harus dilakukan adalah baca firman Tuhan setiap hari dan tertanam dalam gereja local, jangan mudah tergoda dengan tawaran-tawaran yang menyenangkan kedagingan kita.  Pada saat kita menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, Roh Kudus tinggal di dalam hati, maka kita akan bisa membedakan yang asli dan yang palsu, dan kalaupun ada yang mau mengajak kita untuk mengikuti pengajaran sesat itupun tidak bisa. Jadi kalau ada orang Kristen yang bisa murtad, itu karena dari awal mereka tidak memiliki Roh Kudus di dalam hati mereka.

  1. Perang Dunia (Mat 24:6).

Perang Dunia I terjadi 100 tahun lalu pada tahun 1914-1918, di mana saat itu peralatan perang semua masih terbatas.  Perang Dunia II diperlengkapi dengan kapal laut dan udara dan diakhiri dengan meledakkan bom atom.  Perang Dunia III nanti, bangsa-bangsa akan berperang dengan peralatan yang diperlengkapi dengan teknologi mutakhir seperti cyber and nuklir. dan kalau Tuhan tidak intervensi maka semua manusia akan lenyap.  Tetapi karena Tuhan mengasihi orang-orang benar, maka sebelum semuanya itu terjadi Tuhan akan datang menjemput orang-orang benar, dalam sekejap mata tubuh kita akan diganti dengan tubuh kemuliaan dan diangkat ke awan-awan.

Matius 24:29-31, “Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.”

1 Tesalonika 4:16-17, “Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.”

  1. Kelaparan, Sakit Penyakit dan Gempa Bumi di Berbagai Tempat (Mat 24:7).

Mengapa bisa ada kelaparan? sementara ada yang berkelimpahan.  Seharusnya yang berkelimpahan berbagi dengan yang kekurangan sehingga terjadi keadilan sosial tetapi pada kenyataannya tidak demikian. Sejak manusia jatuh dalam dosa dan kehilangan kemuliaan Allah, Life doesn’t matter, sehingga manusia tidak memikirkan hidup orang lain.  Seperti orang-orang kaya yang egois, mereka mengeruk harta dan menyimpannya untuk kepentingan diri sendiri dan tidak membagikannya kepada orang-orang yang tidak punya/miskin sehingga kelaparan itu terjadi.  Life matters to God.  Dalam Yoh 10:10 dikatakan, pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh dan membinasakan; banyak orang meninggal karena kelaparan, sakit penyakit dan gempa bumi.

 

  1. Penganiayaan Bangsa Israel (Mat 24:9).

Sejak jaman dulu, bangsa-bangsa mau melenyapkan bangsa Israel. Bangsa Israel adalah bangsa pilihan Tuhan.  Bangsa-bangsa yang tidak mengakui adanya Tuhan mau melenyapkan bangsa ini dari muka bumi.  Mereka adalah orang-orang atheis dan agnostic, orang-orang ciptaan Tuhan yang tidak mau mengakui sang pencipta.

  1. Gereja Tuhan Akan Murtad/Apostasy of the Church (Mat 24:10).

Matius 24:10, “dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.” Kalau orang yang sungguh-sungguh lahir baru tidak akan menjadi murtad karena ada Roh Kudus yang tinggal di dalam mereka. Tetapi di sini dikatakan bahwa banyak orang akan menjadi murtad, karena meski orang-orang tersebut pergi ke gereja, tetapi pada saat penganiayaan datang dan iman mereka gugur maka mereka akan meninggalkan Tuhan.

  1. Injil Kerajaan Diberitakan ke Seluruh Dunia (Mat 24:14).

Matius 24:14, “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”

Orang-orang yang hidup benar merindukan kedatangan Tuhan Yesus kali yang kedua, karena itu tugas kita memberitakan Injil. Meski tidak semua bangsa menerima Yesus sebagai Juruselamat tetapi Injil harus tetap diberitakan ke seluruh dunia, barulah tiba kesudahannya. Mengapa? Because “Life” Matters.  Dalam Yohanes 10:10, kata ‘Hidup’ mempunyai arti: Hidup yang seutuhnya dan tidak kekurangan sesuatu apapun, kehidupan yang sejati dan yang sebenarnya.

Orang hidup didunia pada umumnya hanya sekedar mempertahankan existensi, mereka hidup hanya untuk bekerja, makan dan berkeluarga dstnya.  Tanpa Tuhan mereka akan kehilangan nilai, arah dan tujuan sehingga kehidupan mereka binasa karena keinginan dan hawa nafsu mereka sendiri.  Apa yang mereka lakukan tidak ada hubungannya sama sekali dengan Tuhan dan kekekalan, tidak banyak beda-nya dengan binatang yang hanya sekedar exist.

Sebagai orang yang mengenal Tuhan, kita hidup tidak hanya sekedar exist, tetapi kita “alive” karena Roh Allah yang hidup dalam hati kita.  Sehingga hidup ini kita pakai untuk menjadi garam dan terang dunia, memberi pengaruh bagi orang lain, menjadi pemimpin di dalam segala bidang, di marketplace, di dunia pendidikan, ekonomi, politik, semuanya dipenuhi orang-orang percaya.

Waspadalah sebagai orang percaya yang terjun ke dunia jangan tercemar dan menjadi tertarik/kembali ke dunia.  Untuk itu setiap orang harus berakar dan tertanam dalam kasih Tuhan, sehingga bisa menjadi berkat untuk orang lain karena mereka bisa melihat Tuhan yang ada di dalam hidupmu.

Kata Yesus ‘datang’ dalam Yoh 10:10, berarti Ia datang ke dunia, mengetok pintu hatimu dan masuk, dan kata ‘datang’ juga berarti Ia yang datang dari sorga meninggalkan semua keilahian-Nya dan mengambil rupa sebagai hamba lalu mati di atas kayu salib untuk menanggung dosa kita, sehingga Ia dapat memberikan kemuliaan-Nya kepada kita. Tuhan rela mati untuk kita yang hidupnya tidak karu-karuan ini, because your life matters to God.

Kita yang tadinya berdosa dan hina tetapi menerima kemuliaan-Nya karena Tuhan sudah mati untuk kita, baiklah kita sadar dan hidup sepadanan dengan panggilan-Nya dan memancarkan kemuliaan Yesus. Walaupun kita hidup di dunia tetapi kita tidak hidup secara duniawi karena kita adalah anggota sorgawi, kemuliaan Tuhan terpancar dalam kehidupan kita sebagai duta-duta besarnya Allah.

Dalam kitab Wahyu Tuhan berpesan kepada 7 sidang jemaat atau gereja-Nya pada waktu itu dan kita hari-hari ini, disitu Tuhan Yesus menunjukkan apa yang dikehendaki-Nya, yaitu apa yang Dia sukai sehingga mereka yang melakukan akan mendapat pujian. Dia juga menunjukkan apa yang Dia benci, sehingga mereka yang melakukan akan mendapat hukuman. Dia menunjukkan konsekuensi kepada yang tidak taat, dan upah bagi mereka yang berjaga-jaga dan setiap kepada-Nya.

 

Jadi kalau kita melihat ini ternyata:  Tidak benar kalau dikatakan bahwa setiap orang percaya pasti masuk sorga apa pun yang dia lakukan selama hidup di dunia ini.  Di sini Tuhan Yesus menunjukkan bahwa yang masuk sorga itu hanya yang menang. “Barangsiapa yang menang!” Perhatikan hanya pemenang yang masuk sorga!

  1. Hanya yang menang yang akan makan dari pohon kehidupan (Wahyu 2:7)
  2. Hanya yang menang yang tidak akan menderita kematian yang kedua, artinya tidak masuk neraka (Wahyu 2:11)
  3. Hanya yang menang yang akan menerima manna yang tersembunyi dan akan diberikan nama baru di dalam sorga (Wahyu 2:17)
  4. Hanya yang menang yang akan dikaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa, yaitu memerintah bersama dengan Tuhan Yesus (Wahyu 2:26)
  5. Hanya yang menang, yang namanya tidak akan dihapus dari kitab kehidupan (Wahyu 3:5)

Nama yang tertulis dalam kitab kehidupan bias dihapus kalau kalah.  Hati-hati! jangan sampai ada yang namanya dihapus, karena kita harus keluar sebagai pemenang.

  1. Hanya yang menang akan tinggal bersama Allah dalam Bait-Nya dan akan mengenakan Nama Allah Kristus dan Yerusalem baru (Wahyu 3:12)
  2. Hanya yang menang yang akan duduk bersama-sama dengan Kristus di atas takhta-Nya (Wahyu 3:21)
  3. Hanya yang menang yang akan menjadi anak-anak Allah selama-lamanya. Amin!

 

Pesan Tuhan kepada kita semua adalah “Baca Kitab Wahyu!” Mengapa kita harus membaca Kitab Wahyu? Karena Tuhan Yesus berkata, “Aku datang segera!” Di situlah saya mulai mengerti mengapa saya harus banyak membaca Kitab Wahyu, sebab sebanyak 4x Tuhan katakan “Aku datang segera!” dan 2x dikatakan, “Waktunya sudah dekat!”.

Yang pertama yang berkata adalah Yohanes dan yang kedua adalah malaikat Tuhan. Jadi 6x dalam Kitab Wahyu yang memperingatkan kita bahwa waktunya sudah dekat! “Aku datang segera!”, kata Tuhan. goncangan yang sekarang ini masih biasa, tetapi nanti kita lihat bahwa goncangan itu semakin lama akan semakin keras. Bukan hanya di Indonesia, tetapi di seluruh dunia. Tetapi bagi para pemenang Tuhan memberikan perlindungan yang khusus. Dan janji Tuhan yang lebih lagi adalah kita akan masuk sorga bersama-sama dengan Dia.  Amin!

 

Other posts:

KITA HARUS KELUAR SEBAGAI PEMENANG!

KITA HARUS KELUAR SEBAGAI PEMENANG!

Diambil dari warta jemaat 13 November 2016:

Dari tanggal 3 Oktober 2016 s/d 20 September 2017, menurut kalender Yahudi adalah tahun 5777 yang disebutkan dengan Tahun Ayin Zayin (77). Ayin adalah angka 70 yang berbicara tentang sebuah mata.  Di Mazmur 32:8 dan Mazmur 33:18, dikatakan bahwa mata Tuhan tertuju kepada kita, orang-orang yang takut akan Tuhan dan yang berharap hanya kepada kasih setia-Nya. Orang yang berharap kepada kasih setia-Nya, pasti mata-Nya tertuju kepada Dia.

 

Zayin (7), Tuhan hendak mengajar, menasehati, menunjukkan jalan apa yang harus kita tempuh. Ada beberapa arti dari Tahun Ayin Zayin, yaitu:

  1. Tahun Penuaian jiwa yang terbesar dan terakhir sebelum Tuhan Yesus datang untuk kali yang kedua.
  2. Tahun Pedang > Pedang Tuhan akan turun! Pedang berbicara tentang sesuatu yang tajam mungkin sesuatu yang tidak enak. Pedang Tuhan sedang turun bagi gereja-Nya berarti Tuhan sedang memurnikan gereja-Nya. Pedang Roh berbicara tentang Firman Tuhan.
  3. Tahun Peperangan > Peperangan secara fisik maupun peperangan secara rohani sedang terjadi. Semua ini terjadi karena Tuhan izinkan agar terjadi penuaian besar-besaran.
  4. Tahun Penyembahan > Ini berbicara tentang apa yang kita lakukan dalam peperangan rohani: doa, pujian dan penyembahan bersama-sama dalam unity siang dan malam.

Jika kita melihat Indonesia sedang digoncang, banyak dari antara Saudara mengalami masalah-masalah, tekanan-tekanan yang terjadi dalam hidup ini, Saudara harus tahu bahwa kita memang harus melalui ini semua. Dan semua itu hanya bisa kita lalui kalau Saudara hidup intim dengan Tuhan di dalam doa, pujian dan penyembahan bersama-sama dalam unity siang dan malam.

 

RESTORASI PONDOK DAUD

Apa Kehendak Tuhan Pada Zaman Ini?

Kehendak Tuhan pada zaman ini adalah PENTAKOSTA YANG KETIGA, yaitu tentang pencurahan Roh Kudus, kemuliaan Tuhan sedang turun ke bumi ini. Apa yang terjadi dalam Pentakosta yang Ketiga?

  1. Lima (5) generasi akan dipakai Tuhan secara luar biasa
  2. Mujizat terjadi luar biasa
  3. Goncangan yang luar biasa
  4. Penuaian jiwa yang terbesar dan yang terakhir sebelum Tuhan Yesus datang untuk kali yang kedua.

 

Selain itu Tuhan juga mau kita melakukan kehendak Tuhan pada zaman ini yaitu menjadi penuai-penuai jiwa! Untuk menjadi penuai-penuai jiwa, maka:

  1. Kita harus menjadi prajurit-prajurit Tuhan yang gagah perkasa yang melakukan peperangan rohani dan keluar sebagai pemenang.
  2. Kita harus hidup intim dengan Tuhan dalam doa, pujian, penyembahan bersama-sama dalam unity siang dan malam.

 

LANGKAH-LANGKAH UNTUK KELUAR SEBAGAI PEMENANG

  1. Tidak Memusingkan Diri Dengan Soal-soal Penghidupan

Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.” 2 Timotius 2:3-4

Prajurit-prajurit Tuhan yang gagah perkasa harus siap menderita. Kalau kita sungguh-sungguh dengan Tuhan, kita taat kepada Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh, maka kita akan mengalami banyak penderitaan! Orang yang sungguh-sungguh, yaitu prajurit Tuhan pasti banyak menderita dan kita harus siap, dan keluar sebagai pemenang!

 

Pada waktu kita menjadi kaya, jangan sampai kita menjadi seperti orang di Laodikia sehingga Tuhan berkata, “Aku ini muak melihat kamu…kamu ini suam-suam kuku! Sebaiknya kalau mau dingin, ya dingin sekalian…kalau mau panas, ya panaslah! Jangan suam-suam kuku begini”. Mengapa bisa suam-suam kuku? Sebab kamu berkata, “Aku kaya dan telah memperkaya diriku, dan aku tidak kekurangan sesuatu apa pun.” Tetapi Tuhan berkata, “Aku muak melihat kamu! Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku”. (Baca Wahyu 3:14-22)

 

Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.” Kolose 3:1-4

Ada beberapa hal yang harus kita lakukan, yaitu:

  • Mencari dan memikirkan perkara-perkara yang di atas bukan yang di bumi.
  • Melawan dosa
  • Hidup sama seperti Kristus telah hidup

“Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal,….” Yohanes 6:27a

Kelak pada waktu Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya dan menjemput kita, kita akan diangkat dan bersama-sama dengan Tuhan Yesus selama-lamanya.

 

  1. Kenakan Seluruh Perlengkapan Senjata Allah

Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.” Efesus 6:11-13

 

Peperangan kita bukan melawan darah dan daging, artinya bukan melawan sesama, bukan istri, suami, mertua, atau teman baik. Bukan itu! Tetapi peperangan kita melawan Iblis dan roh-roh jahat di udara. Kekuatan iblis adalah tipu muslihatnya! Kelemahan Iblis adalah kalau kita menggunakan seluruh perlengkapan senjata Allah, maka iblis akan kalah.

  • Berdiri Tegap. Jangan sampai tawar hati. “Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu” (Amsal 24:10).
  • Berikat pinggang Kebenaran. Kita harus hidup dipimpin oleh Firman Tuhan.
  • Berbaju zirah Keadilan. Artinya bertindak adil dan benar terhadap orang lain.
  • Kerelaan Memberitakan Injil Damai Sejahtera.
  • Iman adalah perisai terhadap tipu muslihat dari si jahat.
  • Ketopong Keselamatan. Kita harus mengerjakan keselamatan itu dengan takut dan gentar, setia sampai akhir.
  • Pedang roh atau Firman Tuhan
  • Doa dan Permohonan

Berdoa itu tidak cukup hanya pagi hari atau malam hari; namun di tengah-tengah hari kita terus berdoa!

  1. Membaca Mazmur 91

Siapa diantara Saudara yang membaca, memperkatakan, menghafalkan Mazmur 91 setiap hari? Terus membaca, perkatakan, hafalkan dan percaya, “Tuhan, saya percaya Firman-Mu!”.  Di situ dikatakan bahwa kita menjadikan Tuhan Yesus tempat perlindungan, sebagai kubu pertahanan  dan hati kita melekat kepada-Nya.

Tuhan berjanji bahwa kita akan ditolong, kita akan diluputkan, kita akan dilepaskan dari sakit-penyakit, panah api dari si jahat, jerat penangkap burung, kedahsyatan malam. Saudara tahu jerat penangkap burung? Itu adalah usaha-usaha yang dilakukan orang lain dengan jebakan-jebakan. Hari-hari ini manusia bertambah jahat di mana kadang-kadang kita tidak menyangka orang yang tadinya dekat ternyata menjebak. Dan itu kalau bukan Tuhan yang menolong kita akan kena jebakannya. Kedahsyatan malam itu berbicara tentang perampokan, pemerkosaan, pembunuhan dan hal-hal lainnya. Tetapi Tuhan berjanji kalau kita menjadikan Dia tempat perlindungan, kubu pertahanan dan hati kita melekat kepada Tuhan, kita justru akan diluputkan, ditolong, dilepaskan dari hal-hal yang seperti itu.

 

  1. Mendengarkan Apa Yang Dikatakan Roh

Dalam Wahyu 2 dan 3 ada pesan Tuhan Yesus kepada 7 sidang jemaat atau 7 gereja-Nya pada waktu itu. Saya mau katakan kepada Saudara, pesan Tuhan Yesus pada waktu itu kepada 7 gereja-Nya itu bukan hanya 7 gereja pada waktu itu saja, sebab 7 gereja itu berbicara tentang gereja sepanjang masa termasuk gereja masa kini. Karena itu kalau kita melihat Kitab Wahyu itu dibagi menjadi 3, yaitu:

  • Pasal 1 berbicara tentang hal-hal yang dilihat oleh Yohanes
  • Pasal 2 dan 3 berbicara tentang pesan Tuhan Yesus kepada gereja-Nya tentang hal-hal yang sedang terjadi sekarang ini.
  • Pasal 4 – 22 berbicara tentang hal-hal yang akan terjadi setelah ini, yaitu peristiwa-peristiwa sebelum dan sesudah kedatangan Tuhan Yesus ke dalam dunia ini.

Pesan Tuhan itu selalu diakhiri dengan kata-kata, “Barangsiapa bertelinga, hendaklah mendengarkan apa yang dikatakan oleh Roh kepada jemaat-jemaat” (Apa yang dikatakan Tuhan Yesus kepada jemaat-jemaat). Baru setelah itu dikatakan, barangsiapa menang Tuhan memberi upah dan mahkota.

 

Saudara yang dikasihi Tuhan, kita akan keluar sebagai pemenang kalau kita mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat. Kita mendengar dan melakukan apa yang dikatakan Tuhan Yesus kepada gereja-Nya sekarang ini. Akhir-akhir ini Tuhan berpesan kepada kita untuk banyak membaca Kitab Wahyu. Ada pesan-pesan Tuhan yang khusus terutama dalam Wahyu 2 dan 3 tentang apa yang menjadi isi hati-Nya Tuhan.

Wahyu 1:3, “Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.”

 

Kalau kita membaca, mendengar dan menuruti apa yang terdapat dalam Kitab Wahyu, kita akan berbahagia. Mari kita melakukannya!

Wahyu 22:7, “Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!” Ini Tuhan Yesus sendiri yang berkata, “Aku segera datang, berbahagialah kamu yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!”.

 

Other posts:

Life Matters

john1010

 

Other Posts:

HIDUP DALAM PERTOBATAN

HIDUP DALAM PERTOBATAN

“dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami…” (Matius 6:12)

Doa Bapa Kami adalah bentuk doa yang sempurna yang diajarkan Yesus Kristus kepada murid-murid-Nya. Doa Bapa Kami ini memuat semua unsur penting yang harus kita minta dan nyatakan kepada Tuhan, salah satunya seperti yang tertulis didalam ayat 12 tadi. Saat kita berdoa, kita harus sadar dan mengakui diri kita dihadapan Tuhan bahwa kita masih banyak kekurangan dan kelemahan dan untuk itu kita harus selalu memohon belas kasihan dan pengampunan dari Tuhan karena hanya Dialah yang sanggup memberikan pengampunan kepada kita dan bahwa sesungguhnya pengampunan itu hanya tersedia dalam Kristus Yesus karena pengorbanan-Nya di atas kayu salib.

 

Dua ribu tahun lalu Yesus mati di kayu salib untuk menebus segala dosa dan pelanggaran kita umat manusia. Manusia hanya akan menerima karya kematian dan kebangkitan Kristus itu jika manusia mau datang dan percaya kepada-Nya. Setelah percaya, Alkitab mengatakan bahwa kita harus minta ampun dan mengakui segala dosa dan pelanggaran kita, sebab pengampunan tidak secara otomatis diberikan tapi kita akan menerimanya ketika kita datang dengan iman percaya, mengakui dan minta ampun kepada Tuhan.

“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yohanes 1:9)

 

Ayat di atas dengan jelas menyatakan bahwa untuk diampuni dan disucikan, maka kita harus datang dan mengakui dosa kita. Mengaku bahwa kita sudah bersalah dan memohon belas kasihan dan pengampunan-Nya. Namun saat ini ada beberapa kalangan orang Kristen yang mencoba untuk mengabaikan ayat-ayat ini dengan berdalih “yang pen-ting kan sudah terima Yesus, maka semua dosa kita yang dulu, sekarang, dan yang akan datang, sudah diampuni semua, jadi ketika berbuat salah / dosa, tidak perlu minta ampun lagi.” Di sinilah sering terjadi kesalahan; memang Kristus sudah mati untuk semua dosa kita tetapi untuk menerima pengampunan itu secara pribadi maka kita harus datang dan mengakuinya, setelah itu kita akan menerima pengampunan dosa tersebut secara pribadi.

 

Sama seperti seseorang yang diberikan kartu ATM, misalnya berisi uang sebesar Rp. 500 milyar. Uang yang sangat banyak itu tidak pernah dimanfaatnya sama sekali oleh orang tersebut sampai akhirnya ia datang ke mesin ATM dan mengambil sejumlah uang yang dia perlukan untuk dipakai dan dibelanjakan. Dia harus melakukan transaksi dahulu, yaitu dengan menggunakan kartu ATM tersebut, barulah setelah itu dia akan dapat menikmati ‘berkat’ yang sebenarnya dia sudah miliki. Pengampunan Kristus tidak hanya bernilai 500 milyar – yang bisa habis terpakai – tapi kasih dan pengampunan Kristus itu unlimited / tanpa batas, tapi hanya bisa kita alami ketika kita datang memintanya dalam DOA, dan dengan iman menerimanya!

Datang kepada Tuhan dan mengakui segala dosa dan pelanggaran kita itu sama dengan hidup dalam pertobatan. Sadar, akui, dan bertobat, itulah yang Tuhan kehendaki. Banyak orang hanya mengaku sebagai orang Kristen saja tetapi tidak hidup dalam pertobatan, mereka tidak pernah menyadari dan tidak pernah mau mengakui dosanya untuk datang minta ampun kepada Tuhan. Yang ada dipikirannya hanyalah “yang penting sudah percaya Yesus, tidak perlu bertobat dari dosa atau dari kehidupan yang lama, karena semua sudah diampuni di atas kayu salib.” Ini pikiran yang sesat!

 

Sekurangnya ada 5 alasan mengapa kita harus selalu datang dan minta ampun kepada Tuhan seperti yang Yesus telah ajarkan dalam ‘Doa Bapa Kami’ :

  1. Agar kita sadar akan kelemahan dan kekurangan kita

Mengakui setiap kesalahan kita dihadapan Tuhan menunjukkan ketergantungan kita kepada-Nya. Tanpa Tuhan kita tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak ada yang baik yang bisa kita perbuat diluar Tuhan. Kita hidup semata-mata karena anugerah Tuhan, sebab itu tidak ada alasan bagi kita untuk memegahkan diri apalagi menjadi sombong, karena semua dari Tuhan, oleh Tuhan, dan untuk Tuhan. Lalu dengan apa kita membalas segala kebaikannya, selain kita datang dan merendahkan diri dihadapanNya, hidup selalu dalam takut dan hormat akan Tuhan.

“Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.” (Galatia 5:13)

 

  1. Mencegah kita semakin jatuh dan jauh dari Tuhan

Ada istilah yang berkata “dosa beranak dosa”. Artinya, sebuah dosa jika tidak cepat-cepat diakui dan dibereskan, akan selalu melahirkan dosa yang berikutnya, yang berikutnya, dan seterusnya. Sampai kita sadar dan mengakuinya, barulah dosa itu selesai. Sebagai contoh, sebuah kebohongan yang tidak kita akui dan ditutup-tutupi maka akan membuat kita terus berbohong untuk menutupi kebohongan itu, sampai akhirnya kita mengakuinya, minta ampun, bertobat dan mulai berkata jujur.

“Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang. Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan. Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.” (Ibrani 12:15-17)

 

  1. Kita harus siap sedia kapanpun Dia datang menjemput kita

Alkitab mengajarkan supaya kita selalu hidup dalam perdamaian dengan Tuhan. Kristus sudah memperdamaikan kita dengan Bapa di Surga oleh darah-Nya yang mahal dan berharga. Respon kita ialah untuk hidup dalam pengudusan dan perdamaian dengan-Nya, sampai Dia datang kedua kali dan menjemput kita Gereja-Nya.

“Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semua-nya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.” (2 Petrus 3:14)

 

  1. Karena Roh Kudus yang menyadarkan kita akan dosa dan membuat kita berubah

Selama kita mengeraskan hati untuk tidak mau mengakui dan minta ampun kepada Tuhan, maka selama itu pula tidak akan terjadi perubahan apapun dalam diri kita. Selama kita terus membela diri terhadap kesalahan yang dibuat, selama itu pula kita tidak akan mengalami pertumbuhan dan kedewasaan dalam hal apapun. Ketika kita sadar dan mau berubah, Roh Kudus pasti bekerja dan memampukan kita untuk berubah menjadi semakin serupa dengan Kristus.

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:1-2)

 

  1. Selalu berharap akan Anugerah dan Kasih Karunia Tuhan

Menyadari akan kelemahan dan kekurangan kita membuat kita selalu rindu untuk bersekutu dan bergaul karib dengan Tuhan, sebab hanya dari Dialah sumber segala-galanya. Tuhanlah yang empunya segala berkat dan anugerah, mujizat dan kesembuhan, kelepasan dan pembebasan yang seutuhnya. Kita memperoleh semua itu ketika kita datang dan merendahkan hati dihadapan-Nya. Rasul Paulus menuliskan bagaimana dalam segala hal dia hanya berharap dan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan.

“Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.” (2 Korintus 12:9)

 

Firman Tuhan dengan jelas berkata :

“Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” (1 Petrus 1:14-16)

Hidup kudus adalah perintah Tuhan yang harus dilakukan oleh setiap orang percaya. Hidup dalam pertobatan setiap hari akan membawa kita kepada kehidupan yang kudus di hadapan Tuhan. Kekudusan menjadi syarat untuk kita bisa melihat Dia dan kemuliaan-Nya. Amin.

 

“Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.” (Ibrani 12:14)

 

Other posts: