BUKAN KUAT DAN GAGAH MELAINKAN OLEH ROH-KU (by Ps. Nehemia Lolowang)

Home / Monthly Theme / BUKAN KUAT DAN GAGAH MELAINKAN OLEH ROH-KU (by Ps. Nehemia Lolowang)
BUKAN KUAT DAN GAGAH  MELAINKAN OLEH ROH-KU (by Ps. Nehemia Lolowang)

Maka berbicaralah ia, katanya: “Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.             

             Zakharia 4:6

 

Pesan Tuhan untuk bulan November ini terdapat di dalam kitab Zakharia, di mana ia mendapat pesan Tuhan melalui mimpi-mimpi dan salah satu pesan-Nya adalah: Bukan Kuat dan Gagah Melainkan Oleh Roh-Ku.

Orang Kristen yang penuh dengan sukacita tidak bisa disantet, karena perlindungan Tuhan sempurna atas kita dan juga karena Roh yang ada di dalam kita lebih besar dari semua roh yang ada di dunia ini.

Mazmur 91:1-14,Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”  Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk. Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.  Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang. Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik.  Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.  Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.  Singa dan ular tedung akan kaulangkahi, engkau akan menginjak anak singa dan ular naga. Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.”  

Baik kita dalam melayani dan beribadah, Tuhan mau supaya segala sesuatu bukan karena kekuatan kita tetapi karena Roh Tuhan yang ada pada kita.

1 Yohanes 4:4, Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.”

Karena itu kita mau siap menerima Roh yang excellent dan kita mau belajar seperti apa orang yang kuat, dan bagaimana kita bisa bertahan pada saat mengalami tantangan dan masalah:

1.) Lewat Proses/Aniaya (Daniel 6:1-29). 

Daniel pada waktu dituduh karena kepercayaannya kepada Tuhan, meski di tengah tantangan/ masalah yang dihadapi Daniel, Roh Tuhan tetap ada di dalam dirinya.  Daniel mempunyai sikap hati yang rendah hati dan suka berdoa, karena itu ia bisa tetap kuat di tengah masalah.

Daniel 6:11, Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya.  Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.”

Kalau kita memiliki Roh Tuhan, tidak ada yang dapat menghalangi kita untuk berdoa dan membaca firman serta melayani Tuhan.

ayat 22-23, “Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan.  Lalu sangat sukacitalah raja dan ia memberi perintah, supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu.  Maka ditariklah Daniel dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya.

2.) Pengharapan Yang Tidak Terpenuhi?  Tetap Percaya (Daniel 3:14-18). 

Pada waktu Sadrakh, Mesakh dan Abednego diperintahkan raja untuk menyembah patung tetapi mereka menolak perintah raja.

Daniel 3:14-18, “Berkatalah Nebukadnezar kepada mereka: “Apakah benar, hai Sadrakh, Mesakh dan Abednego, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu?  Sekarang, jika kamu bersedia, demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu!  Tetapi jika kamu tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala.  Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?”  Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: “Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.  Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”

Mereka mempunyai keteguhan hati dan mampu berkata kepada raja untuk tidak menyembah patung buatan tersebut.  Orang yang pandai adalah orang yang selalu merenungkan firman Tuhan siang dan malam, dan yang kuat pada saat mengalami aniaya.  Meski pengharapan yang kita nantikan belum terpenuhi tetapi tetap percaya bahwa pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat dan tepat pada waktunya.

3.) Kecewa dan Sakit Hati (2 Samuel 15:1-12). 

Orang yang mengalami kecewa dan sakit hati itu sangat berbahaya.  Kita lihat dari kisah seorang penasihat raja yang bernama Ahitofel, tetapi ia bergabung dengan anak raja Daud yang mau memberontak terhadap raja.

1 Tawarikh 27:33, Ahitofel adalah penasihat raja; Husai, orang Arki, adalah sahabat raja.”

2 Samuel 15:12, Ketika Absalom hendak mempersembahkan korban, disuruhnya datang Ahitofel, orang Gilo itu, penasihat Daud, dari Gilo, kotanya.  Demikianlah persepakatan gelap itu menjadi kuat, dan makin banyaklah rakyat yang memihak Absalom.”

Ahitofel bergabung dengan Absalom untuk memberontak terhadap raja, karena ia kecewa terhadap raja Daud.  Ternyata Ahitofel ini adalah kakek dari pada Batseyba, di mana Daud mengambil Batsyeba menjadi istrinya dengan membunuh Uria di medan perang, sehingga ia mulai kecewa kepada Daud.

2 Samuel 11:3, Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: “Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu.”

2 Samuel 23:34, “Elifelet anak Ahasbai orang Maakha; Eliam anak Ahitofel orang Gilo;”

Karena Ahitofel kecewa dan sakit hati, ia mau menggulingkan raja Daud dan akhir hidupnya Ahitofel bunuh diri.

2 Samuel 17:23, “Ketika dilihat Ahitofel, bahwa nasihatnya tidak dipedulikan, dipasangnyalah pelana keledainya, lalu berangkatlah ia ke rumahnya, ke kotanya; ia mengatur urusan rumah tangganya, kemudian menggantung diri.  Demikianlah ia mati, lalu ia dikuburkan dalam kuburan ayahnya.” 

Orang yang kecewa dan sakit hati itu seperti racun yang sedikit demi sedikit akan menghancurkan hidup seseorang.

4.) Berani Menghadapi Kenyataan Hidup (Rut 1:1-22; 2:1-7). 

Rut 1:1-2, “Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel.  Lalu pergilah seorang dari Betlehem-Yehuda beserta isterinya dan kedua anaknya laki-laki ke daerah Moab untuk menetap di sana sebagai orang asing.  Nama orang itu ialah Elimelekh, nama isterinya Naomi dan nama kedua anaknya Mahlon dan Kilyon, semuanya orang-orang Efrata dari Betlehem-Yehuda; dan setelah sampai ke daerah Moab, diamlah mereka di sana.

Mereka tinggal di Moab selama 10 tahun dan Elimelekh meninggal, kedua anak laki-lakinya menikah, tetapi kedua anak laki-lakinya juga meninggal sehingga tinggal hanya Naomi dengan kedua menantu perempuannya yaitu Rut dan Orpa.  Naomi begitu menyesal dan ia menyuruh kedua menantunya untuk pergi dan menikah lagi, tetapi Rut tetap tinggal dengan Naomi.  Meski Rut dan Naomi juga sama-sama janda, tetapi Rut tidak complain dengan keadaannya.

Rut 2:1-7, Naomi mempunyai seorang sanak dari pihak suaminya, seorang yang kaya raya dari kaum Elimelekh, namanya Boas.  Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: “Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku.”  Dan sahut Naomi kepadanya: “Pergilah, anakku.”  Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh.  Lalu datanglah Boas dari Betlehem.  Ia berkata kepada penyabit-penyabit itu: “TUHAN kiranya menyertai kamu.”  Jawab mereka kepadanya: “TUHAN kiranya memberkati tuan!”  lalu kata Boas kepada bujangnya yang mengawasi penyabit-penyabit itu: “Dari manakah perempuan ini?”  Bujang yang mengawasi penyabit-penyabit itu menjawab: “Dia adalah seorang perempuan Moab, dia pulang bersama-sama dengan Naomi dari daerah Moab.  Tadi ia berkata: Izinkanlah kiranya aku memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas jelai ini di belakang penyabit-penyabit.  Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketikapun ia tidak berhenti.”

Rut tidak menyesali diri, complain atau depresi tetapi ia terus bekerja sungguh-sungguh, ia mampu menghadapi kenyataan hidup. 

5.) Berani Bersaksi (Kisah 1:8) 

Kisah 1:8, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Kita percaya bahwa Roh Tuhan ada dalam kita, karena itu tidak usah takut tetapi ada keberanian untuk memberitakan Injil sehingga banyak jiwa boleh dimenangkan untuk Tuhan, kita percaya bahwa satu orang percaya maka seisi rumah kita akan diselamatkan.  Dan kalau kita pegang semua prinsip ini maka Tahun Pemulihan seutuhnya akan terjadi dalam kehidupan kita.  Amin.

 

Other posts: