JALAN BERSAMA TUHAN MAKIN LAMA MAKIN KUAT – By Ps. Nehemia Lolowang

Home / Monthly Theme / JALAN BERSAMA TUHAN MAKIN LAMA MAKIN KUAT – By Ps. Nehemia Lolowang
JALAN BERSAMA TUHAN MAKIN LAMA MAKIN KUAT – By Ps. Nehemia Lolowang

“Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.”   Mazmur 84:8

 

 

 

Pesan Tuhan bulan ini membawa kita makin lama makin dekat dengan Tuhan, makin hari makin kuat dengan Tuhan.  Saya mendapat pesan Tuhan ini begitu jelas yaitu Mazmur 84.

Mazmur 84:2-11, “Betapa disenangi tempat kediaman-Mu, ya TUHAN semesta alam!  Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran TUHAN; hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup. Bahkan burung pipit telah mendapat sebuah rumah, dan burung layang-layang sebuah sarang, tempat menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu, ya TUHAN semesta alam, ya Rajaku dan Allahku!  Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau. Sela.  Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!  Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat.  Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.  Ya TUHAN, Allah semesta alam, dengarkanlah doaku, pasanglah telinga, ya Allah Yakub. Sela.  Lihatlah perisai kami, ya Allah, pandanglah wajah orang yang Kauurapi!  Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.”

Saudara kalau kita bisa merenungkan apa yang telah terjadi sampai pada hari ini, tentu ada kalanya kita mengalami lembah Baka.

Mengapa kita berjalan bersama dengan Tuhan makin lama makin kuat?

1. Tidak Sendirian. Untuk pergi beribadah kepada Allah di Sion, harus sehati, sepakat, dan seiman.

Pada waktu orang mau ke Sion harus berjalan bersama-sama, tidak boleh sendiri-sendiri, karena mereka akan melewati lembah Baka, jika bersama-sama maka lebih kuat.

Dalam Alkitab dikatakan jika dua atau tiga orang sepakat meminta di bawah kolong langit ini maka Allah akan menjawab doa.

Sepakat = Symphoneo = harus beberapa orang dalam satu.

Komunitas/persekutuan; Symphony = Sesuatu yang harmonis, sama seperti untuk orchestra.

Dikatakan bersama-sama di sini, pertama bersama dengan Tuhan, lalu bersama dengan orang lain.

2. Akan Melewati Lembah Baka (Maz 84:5-7).

Baka dalam bahasa Ibrani artinya “Air Mata” atau lembah ratapan, tangisan (apapun masalah yang kita hadapi, Tuhan selalu memberi kekuatan baru).  Dalam perjalanan kita mengiring Tuhan, kita pasti melewati lembah Baka, tantangan dan masalah yang kita hadapi.  Banyak pelayan Tuhan pada waktu melewati lembah Baka, akhirnya tidak kuat, mundur dan hancur.

Yesaya 40:28-31, “Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu tidak terduga pengertian-Nya.  Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.  Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Dikatakan ayat di atas bahwa orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru yang dari pada Tuhan.

Beberapa hal yang dapat kita pelajari dari ban kendaraan:

  1. Ban itu tidak pernah berubah, selalu bulat, selalu konsisten.
  2. Mengalami kejadian yang terberat.
  3. Mengalami beban berat.
  4. Tidak pernah menolak permintaan.
  5. Selalu senang bekerja sama.
  6. Tidak mau menonjolkan diri, tetap rendah hati, meski tidak pernah diperhatikan.
  7. Mempunyai fungsi dan menjalankan tugas sampai selesai.

Ayub mengatakan bahwa hidup itu berat, mungkin saudara juga berkata bahwa hidup saudara berat dan banyak mengalami tantangan, kita harus tahu bahwa Tuhanlah yang memberikan kekuatan.

Bagaimana caranya agar kita berjalan bersama Tuhan, makin lama makin kuat?

  1. Berdiri teguh, jangan goyah, dan giat selalu dalam pekerjaan Tuhan (1 Kor 15:57-58).
  2. Firman Tuhan menjadi prioritas setiap hari (1 Yoh 2:14).
  3. Tidak terbawa arus, harus melawan arus (Ibrani 2:1). Orang yang kuat tidak akan peduli dengan orang lain dan mempunyai integritas.
  4. Bertumbuh dan menjadi dewasa (Ibrani 4:2).
  5. Percaya bahwa Roh dalam kita lebih dari pada roh yang ada di dalam dunia (1 Yoh 4:4; Ef 6:10).

1 Kor 15:57-58, “Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.  Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan!  Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”

Dalam persekutuan dengan Tuhan, pada waktu menjadi lelah dan lemah, di situlah Tuhan kasih kekuatan.  Pada waktu ia membatasi Tuhan maka ia akan menjadi lemah dan mundur.

1 Yoh 2:14, “Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, karena kamu mengenal Bapa.  Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu mengenal Dia, yang ada dari mulanya.  Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu dan kamu telah mengalahkan yang jahat.”

Karena firman itu sudah ada di dalam kita maka kita menjadi kuat di dalam Tuhan.  Yang Tuhan mau dalam hidup kita bahwa firman Tuhan dan hadirat Tuhan menjadi prioritas yang utama, dan memang pasti ada harga yang harus dibayar.

Semua pelayanan yang kita lakukan untuk Tuhan meski ada tantangan dan masalah yang kita hadapi, meski orang lain tidak melihat apa yang sudah kita lakukan, dan kalau sampai hari ini kita boleh tetap melayani Tuhan, itu semua karena kekuatan dari Tuhan.  Karena Tuhan memberikan kekuatan kepada orang yang menanti-nantikan Tuhan, dan apabila kita berjalan dengan Tuhan, makin lama makin kuat.  Amin.