Lihatlah Kasih dan Kuasa-Nya (By Ps. Nehemia L)

Home / Monthly Theme / Lihatlah Kasih dan Kuasa-Nya (By Ps. Nehemia L)
Lihatlah Kasih dan Kuasa-Nya (By Ps. Nehemia L)

Tuntunan Tuhan Bulan December – Rev. Nehemia Lolowang

“dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku.”  Yohanes 12:45

Pada waktu saya berdoa kepada Tuhan, Roh Kudus mengingatkan untuk merenungkan sepanjang tahun ini, bagaimana kita semua sudah menerima kasih dan kuasa yang daripada Tuhan.

Yoh 12:44-49, “Tetapi Yesus berseru kata-Nya:”Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku; dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku.  Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.  Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.  Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.  Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.”

Apabila kita berbicara tentang melihat itu, antara mata dan visi itu jauh berbeda.

  • Mata  = Indera untuk melihat
  • Melihat = Menggunakan mata untuk memandang (memperhatikan)
  • Visi       = Kemampuan untuk melihat ke depan, kemampuan untuk melihat pada inti persoalan, apa yang tampak di khayalan; penglihatan; pengamat.

Coba kita lihat kebaikan Tuhan selama tahun 2014 ini, banyak hal Tuhan sudah tolong dalam hidup kita, apa karya Tuhan dalam hidup kita.

Bagaimana Allah Melihat (Memperhatikan) Manusia?

  1. Allah melihat hati. 1 Sam 16:7; Mat 5:8.
  2. Mereka yang takut akan Dia dan berharap akan kasih setia-Nya. Maz 33:18.
  3. Orang-orang benar. 1 Pet 3:12; Maz 3:4-9.
  4. Pada saat kesengsaraan umat-Nya. Kel 3:4-9.
  5. Apakah manusia berakal budi? Maz 53:2-3.

Maz 33:18, “Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya.”

Allah melihat kepada orang-orang benar.  Orang benar adalah orang yang mencari dan berharap kepada Tuhan.  Tuhan juga melihat pada kesengsaraan orang, pada waktu Tuhan memanggil bangsa Israel keluar dari Mesir, Tuhan berkata kepada Musa bahwa Ia melihat kesengsaraan umat-Nya.

Bagaimana Manusia Memandang Allah?

  1. Tidak percaya (timbul keraguan).  Luk 24:36-42.
  2. Ketakutan (dibilang hantu).  Mat 14:23-33.
  3. Tidak ada, tidak nampak (buat patung).  Kel 32:1-9.
  4. Kebodohan & hati yang lamban.  Luk 24:25-26.

Luk 24:17-32, “Yesus berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?” Maka berhentilah mereka dengan muka muram. Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya:”Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?”  Kata-Nya kepada mereka:”Apakah itu?”  Jawab mereka:”Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret.  Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.  Tetapi imam-imam kepada dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah meyalibkan-Nya.  Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel.  Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi.  Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, dan tidak menemukan mayat-Nya.  Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan, bahwa Ia hidup.  Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat.  Lalu Ia berkata kepada mereka:”Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi!  Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?  Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.  Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya.  Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya:”Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam.”  Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.  Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka.  Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.  Kata mereka seorang kepada yang lain:”Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?”

Manusia melihat Tuhan dengan keragu-raguan dan ketakutan, masih ingat dengan cerita Petrus ketika ia melihat Tuhan, ia berkata “hantu!”.

Dan pada waktu bangsa Israel menunggu Musa untuk turun dari gunung, tetapi begitu lama tidak turun sehingga ia berkata kepada Harun, marilah kita buat patung, karena Musa tidak turun dari gunung, mungkin Tuhan tidak ada.

Bagaimana cara pandang kita tentang Tuhan?  Apakah kita melihat Tuhan dengan keragu-raguan dan tidak percaya?

Dalam Yoh 10, jelas dikatakan bahwa Tuhan datang agar kita mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Dari hal-hal ini kita akan belajar, karena saya ingin agar kita semakin meningkat dan menggali potensi yang ada dalam diri kita.  Cara pandang tentang Tuhan, melihat kasih dan kuasa-Nya dalam hidup kita.

Pada waktu kita berdoa dalam Roh, kita berbicara kepada Bapa, dan kalau kita percaya dan menerima Yesus maka kita akan menerima kuasa.  Apabila kita menerima kasih dan kuasa-Nya, maka kita bisa melihat persoalan dengan kacamata Tuhan.

Saya selalu belajar dan mengapa dalam hati saya tidak ada benci kepada orang lain, karena saya selalu melihat orang lain dengan kacamata Tuhan, meski orang tersebut benci dan omongin saya.  Mungkin orang itu Tuhan pakai untuk membentuk karakter saya.  Kita hidup saling membutuhkan satu dengan yang lainnya.

Untuk apa kita menyimpan hati kesal dan gundah gulana, padahal kasih Tuhan itu begitu besar dalam hidup kita.  Jadi biarlah hati dan pandangan kita hanya tertuju kepada Tuhan, jangan sampai timbul tidak percaya dan keragu-raguan.

Seperti kisah Daud dengan Simei, pada saat Simei mengata-ngatai/menjelek-jelekkan Daud, dan pengawal Daud ingin memenggal Simei, tetapi Daud mencegahnya dan berkata mungkin Tuhan memakai dia untuk berkata sesuatu kepadanya, bahkan sampai Daud mati, ia tidak membunuh Simei.

Ingat juga dengan cara pandang Tuhan kepada kita, sebelum semuanya terjadi, Ia sudah tahu apa yang akan terjadi.  Kita harus persiapkan diri, bereskan hati, jangan waktu pelayanan tetapi simpan hati yang kesal, juga pada waktu memberi dengan hati yang benar bukan hati yang kikir atau pura-pura, tetapi ada suatu penyembahan, ada rasa hormat kepada Tuhan, karena hanya Tuhan melihat hati.

Tuhan juga melihat orang yang sungguh-sungguh berharap dan takut kepada Tuhan, Tuhan melihat semua yang kita alami, yang harus kita lakukan adalah perbaharui karakter kita, terus belajar firman Tuhan.

Kesimpulan

  1. Apa yang kita miliki “Kasih & Kuasa” bisa mengubah “hidup” orang lain.  Kis 3:1-10.
  2. Membuka mata hati kita, melihat realitas rohani Kerajaan Allah dengan lebih jelas. Luk 24:31-32; Ef 1:18-21.
  3. Lihatlah segala sesuatu dengan kacamata Tuhan.
  4. Tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali.  Ams 24:16.

Pada waktu Petrus berkata kepada orang lumpuh dari sejak lahir untuk melihat kepada mereka dan berkata kalau emas dan perak tidak ada padanya tetapi apa yang ada padanya diberikan kepada orang lumpuh tersebut, Petrus tergerak karena belas kasihannya.

Kis 3:1-9, “Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah.  Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah.  Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah.  Mereka menatap dia dan Petrus berkata:”Lihatlah kepada kami.”  Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka.  Tetapi Petrus berkata:”Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!  Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri.  Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.  Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian kemari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.”

Apa yang ada di dalam kita lebih mahal dari pada emas dan perak.  Apa yang ada pada kita, baik itu karunia dan talenta, yang sudah Tuhan berikan, berikanlah itu dengan cuma-cuma.

Orang lumpuh ini melompat dan memuji Tuhan karena ia yang lumpuh sejak lahir dapat berjalan, ia merasakan kasih dan kuasa Tuhan dalam hidupnya.

Kita yang sudah pernah melihat kasih dan kuasa Tuhan dalam hidup kita, bisakah kita melompat dan memuji Tuhan?  Bukan complain, marah-marah/bersungut-sungut.

Saya rindu, supaya setiap persoalan yang kita hadapi, kita dapat melihatnya dengan kacamata Tuhan, sehingga kita bisa berkata: Tuhan, dibalik masalah ini apa yang harus saya buat?  Apa rencana-Mu, Tuhan?

Jangan batasi kuasa Tuhan dalam hidup kita, ingat selalu bahwa Tuhan bekerja di belakang layar, Ia melihat hati kita, motivasi dan kerinduan hati kita.  Agar kita mempunya hati dan mata yang diperbaharui, minta darah Yesus menyucikan kita.

Maz 133:1-3, Persaudaraan yang rukun.

Nyanyian ziarah Daud.  “Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!  Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.  Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion.  Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.”

Ternyata gunung Hermon dengan gunung Sion itu jauh letaknya, tetapi dikatakan kalau kita hidup rukun, maka ke sanalah Tuhan memerintahkan berkat.  Meski kita beda pendapat, tetapi kalau pelayanan kita rukun, rumah tangga rukun, di sana Tuhan perintahkan berkat.  Yang kita dapatkan adalah berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Mulai hari ini kita mau belajar menerima satu dengan yang lain, jangan ada kesal hati, benci, tetapi bereskan hati karena Tuhan melihat hati kita.  Biarlah di penghujung tahun 2014 ini, kita coba memandang ke depan, kira-kira apa yang akan terjadi?  Dalam hidup kita, keluarga dan rumah tangga kita, kita berdoa agar pintu-pintu mujizat dibukakan dalam hidup kita dan ingat baik bahwa masa depan kita, masa depan yang penuh dengan harapan.  Amin.