Tak Berkekurangan Orang yang Mencari Tuhan (by Ps. Nehemia L.)

Home / Monthly Theme / Tak Berkekurangan Orang yang Mencari Tuhan (by Ps. Nehemia L.)
Tak Berkekurangan Orang yang Mencari Tuhan (by Ps. Nehemia L.)

 

 

“Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!  Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik.” –  Mazmur 34:10-11

Pada waktu berdoa puasa, Tuhan memberikan pesan kepada saya adalah: “Tak Berkekurangan” Orang Yang Mencari Tuhan!

Mengapa Tuhan memberikan pesan ini?

  1. Punya-Kulah segala binatang hutan dan beribu-ribu hewan di gunung. (Maz 50:10-12)
  2. Tuhan yang menyediakan benih bagi penabur dan roti untuk dimakan. (2 Kor 9:10)
  3. Bapa di sorga tahu bahwa kita memerlukan itu. (Mat 6:32)
  4. Tuhan yang punya Kelegaan = Merasa senang, tentram, tidak gelisah, khawatir. (Mat 11:28)

Maz 50:7-12, “Dengarlah, hai umat-Ku, Aku hendak berfirman, hai Israel, Aku hendak bersaksi terhadap kamu: Akulah Allah, Allahmu!  Bukan karena korban sembelihanmu Aku menghukum engkau; bukankah korban bakaranmu tetap ada di hadapan-Ku?  Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu, sebab punya-Kulah segala binatang hutan, dan beribu-ribu hewan di gunung.  Aku kenal segala burung di udara, dan apa yang bergerak di padang adalah dalam kuasa-Ku.  Jika Aku lapar, tidak usah Kukatakan kepadamu, sebab punya-Kulah dunia dan segala isinya.”

Pesan Tuhan bulan ini untuk mengingatkan kepada kita semua pelayan Tuhan, bahwa Tuhan yang akan mencukupi semua kebutuhan kita.  Karena alam roh di New York ini, ada roh intimidasi yang membuat kita menjadi capek, uring-uringan, sehingga meski sesama pekerja suka berantem dan tidak suka satu dengan yang lain.

2 Kor 9:10, “Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu.”

Kalau kita potong buah pasti kita akan melihat bijinya, itu adalah benih, dikatakan Tuhan yang menyediakan benih untuk ditabur, kita yang menabur, sebanyak yang kita tabur itu yang akan kita tuai.  Jadi kita tidak usah merasa sombong dan hebat karena semua itu datangnya dari Tuhan.

Ada orang meski sudah mempunyai pekerjaan, tetapi masih merasa kurang akhirnya menjadi stress karena memaksa diri dengan kekuatan sendiri. Padahal Bapa kita di sorga tahu kalau kita memerlukan semua itu, jadi tak kekurangan orang yang mencari Tuhan.

Mat 6:28-33, “Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu, jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?  Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kamu minum? Apakah yang akan kami pakai?  Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah.  Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.  Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

Kerja keras itu harus, berusaha itu harus, tetapi pertanyaannya adalah: Apakah kita mempunyai waktu untuk mencari Tuhan?

Seperti yang ditanyakan Tuhan: Tidak sanggupkah engkau berjaga-jaga satu jam saja?

Kalau kita sudah bekerja terlampau capek dan stress, apakah kita masih mampu berdoa mencari Tuhan? Capek dan stress bisa berdoa, tetapi kedagingan bukan dengan Roh.

Mat 11:28, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”

Yang Tuhan inginkan adalah kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap kekuatan kita.  Tuhan yang akan memberikan damai, sukacita dan tenteram kepada kita.

Kita tidak usah sibuk dengan urusan orang lain, seperti halnya sekarang ini di Indonesia sedang dalam masa pemilu, sehingga banyak pihak yang satu menjelekkan pihak yang lain, sampai akhirnya saling membenci, bahkan ada hamba Tuhan juga yang ikut-ikutan terlibat.  Dan saya hanya menjawab tugas kita adalah berdoa agar Tuhan memberikan pemimpin yang terbaik untuk Indonesia.

Apa yang menyebabkan orang merasa kurang?

  1. Keserakahan1), iri hati2). (Mark 7:22)
  2. Acuh tak acuh, tidak peduli, tidak mau tahu, cuek, masa bodoh akan Firman Tuhan. (Zef 2:1)
  3. Kikir3). (1 Kor 6:19)
  4. Perasaan yang tidak diperhatikan, capek, malas, uring-uringan4). (1 Raja 19:10-18)

Tuhan berkata agar kita jangan mempunyai 2 tuan yaitu Tuhan dan mamon, karena banyak orang hanya karena uang bisa bertengkar dan marah-marah.  Orang bisa menjadi kikir karena ia menilai segala sesuatu dengan uang, padahal uang itu dari pohon, uang itu adalah benih, untuk ditabur.

1 Raja raja 19:10-13, “Jawabnya: “Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku.  Lalu firman-Nya: “Keluarlah dan berdiri di atas gunung itu di hadapan TUHAN!” Maka TUHAN lalu! Angin besar dan kuat, yang membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu, mendahului TUHAN. Tetapi tidak ada TUHAN dalam angin itu.  Dan sesudah angin itu datanglah gempa.  Tetapi tidak ada TUHAN dalam gempa itu.  Dan sesudah gempa itu datanglah api.  Tetapi tidak ada TUHAN dalam api itu.  Dan sesudah api itu datanglah bunti angin sepoi-sepoi basa.  Segera sesudah Elia mendengarnya, ia menyelubungi mukanya dengan jubahnya, lalu pergi ke luar dan berdiri di pintu gua itu, maka datanglah suara kepadanya yang berbunyi: “Apakah kerjamu di sini, hai Elia?”

Ayat 18, “Tetapi Aku akan meninggalkan tujuh ribu orang di Israel, yakni semua orang yang tidak sujud menyembah Baal dan yang mulutnya tidak mencium dia.”

Seringkali pada saat kita sudah sungguh-sungguh kepada Tuhan, tetapi pada saat kita melihat teman-teman pengerja yang lain yang tidak sungguh-sungguh, akhirnya kita menjadi capek.  Eliapun pada saat ia merasa lemah dapat berkata seperti itu.  Pada saat orang berada di level yang capek dan stress berat sulit untuk diajak ke gereja.  Ada roh yang mengacaukan di alam roh, sehingga melihat ke gereja hanya begitu-begitu aja.

Hei! Kita tidak hanya begitu-begitu aja.  Tetapi kita datang menyembah Tuhan, melayani Raja di atas segala raja, kita diberkati Tuhan, mujizat masih ada, pintu-pintu mujizat akan dibukakan bagi orang yang percaya kepada Tuhan!

Elia beranggapan bahwa hanya dia seorang diri yang masih hidup tidak menyembah Baal, tetapi Tuhan berkata bahwa masih ada tujuh ribu orang yang tidak menyembah Baal.  Artinya kalau Elia tidak bisa, masih ada tujuh ribu orang lagi yang tidak menyembah Baal dan bisa Tuhan pakai.

Yang Harus Dilakukan (2 Tawarikh 7:14):

  1. Perlu Kerendahan Hati dan Bertobat. (Zef 2:3)
  2. Hati-hati dengan Comfort Zone. (2 Taw 26:16)
  3. Mengucap Syukur dan Berkorban.

Orang yang mencari Tuhan perlu kerendahan hati, dan hati-hati dengan comfort zone, pada saat kita merasa sudah bisa dan kuat lalu bersantai-santai, hati-hati jatuh ke dalam dosa.

2 Taw 26:16, “Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak.  Ia berubah setia kepada TUHAN, Allahnya, dan memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan.”

Ini adalah awal kehancuran, pada saat kita merasa nyaman dengan comfort zone, kita sudah memiliki semua yang kita ingini, lalu tinggi hati.

Pada saat Daud sudah menjadi raja, sementara anak buah berperang, ia berjalan-jalan santai di atas sotoh, di sana ia melihat Batsyeba sedang mandi, saat itu Daud jatuh dalam dosa.

2 Taw 26:4-5, “Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Amazia, ayahnya.  Ia mencari Allah selama hidup Zakharia, yang mengajarnya supaya takut akan Allah.  Dan selama ia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil.”

Selama raja Uzia mencari Tuhan, Allah membuat segala usahanya berhasil.  Selama kita mencari Tuhan, Allah membuat segala usaha kita berhasil, karena tak berkekurangan orang yang mencari Tuhan.  Amin.

Arti Kata:

  1. Serakah = Selalu hendak memiliki lebih dari yang dimiliki, tamak, rakus (Meskipun sudah kaya ia masih serakah).
  2. Iri = Merasa kurang senang melihat kelebihan orang lain, cemburu, sirik, dengki.
  3. Kikir = Terlampau hemat memakai harta bendanya, pelit, Lokek, Kedekut (orang yang kikir tidak banyak sahabat).
  4. Uring-uringan = Marah-marah, menggerutu.