Jadilah Keluarga yang Mencintai Tuhan (by Ps. Nehemia L.)

Home / Monthly Theme / Jadilah Keluarga yang Mencintai Tuhan (by Ps. Nehemia L.)
Jadilah Keluarga yang Mencintai Tuhan (by Ps. Nehemia L.)

 

 

“Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” – Yosua 24:15b

Dari awal Tuhan menciptakan lembaga keluarga, Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan.

Bagi saudara yang belum berkeluarga, berdoa sungguh-sungguh kepada Tuhan, supaya Tuhan memberikan pasangan yang dari Tuhan.  Dan bagi saudara yang sudah berdoa, berdoa agar jangan sampai ada kata cerai dalam keluarga, dan kalau dalam rumah tangga ribut terus, berdoa biar Tuhan pulihkan keluargamu.

Kej 1:26-28, “Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.  Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.  Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Apa tujuan Tuhan ciptakan keluarga (Kej 1:26-28):

  1. Berkuasa atas ikan-ikan, burung-burung dan ternak, atas seluruh bumi.
  2. Beranakcuculah, bertambah banyak.
  3. Penuhilah bumi dan taklukkan itu.

Mengapa banyak rumah tangga hancur? Karena mereka tidak mengerti bahwa Tuhan sudah memberikan kuasa dan perintah untuk menaklukkan bumi.

Jangan lingkungan/kota di mana kita tinggal yang membuat kita depresi dan stress, tetapi kita yang menaklukkan kota di mana kita tinggal.

Apa yang membuat keluarga hancur?

  1. Dusta Kej 3:4-5
  2. Ketidaktaatan Kej 3:6
  3. Saling menyalahkan Kej 3:11-13
  4. Mencintai Mamon (uang)  Matius 6:24; 1 Tim 6:10
  5. Mencintai diri sendiri 2 Tim 3:2

Contoh:

  • Dosa Akhan (Yos 7:14-25)
  • Dosa Ananias dan Safira ( Kis 5:1-11)

Karena dusta, Adam dan Hawa jatuh dalam dosa karena ketidaktaatan, sehingga hubungan Tuhan dengan manusia terputus.  Pada saat Tuhan bertanya apakah engkau memakan buah yang dilarang itu, lalu mereka mulai menyalahkan satu dengan yang lainnya.

Keluarga mulai hancur pada saat mulai ada dusta dan saling menyalahkan, dan terus berkembang mulai mencintai uang dan diri sendiri.

Bagaimana keluarga yang mencintai Tuhan?

  • Ulangan 6:1-9
  1. Mengajarkan Firman berulang-ulang
  2. Lakukan itu dengan setia
  3. Seumur hidupmu, engkau dan anak cucumu takut akan Tuhan (ayat 2)
  • Mazmur 133:1-3
  1. Diam bersama dengan rukun.
  2. Baik dan damai, tidak bertengkar, bersatu hati atau bersepakat. Untuk rukun itu penting sekali dari atas turun ke bawah, perlu kerendahan hati.

Ulangan 6:1-7, “Inilah perintah, yakni ketetapan dan peraturan, yang aku ajarkan kepadamu atas perintah TUHAN, Allahmu, untuk dilakukan di negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, supaya seumur hidupmu engkau dan anak cucumu takut akan TUHAN, Allahmu, dan berpegang pada segala ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu, dan supaya lanjut umurmu.  Maka dengarlah, hai orang Israel! Lakukanlah itu dengan setia, supaya baik keadaanmu, dan supaya kamu menjadi sangat banyak, sperti yang dijanjikan TUHAN, Allah nenek moyangmu, kepadamu di suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.  Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!  Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”

Setan menghancurkan keluarga, kalau keluarga hancur maka gereja hancur dan bangsa hancur.  Karena itu jangan bosan berulang-ulang mendengar firman, biar firman itu terus kita dengar berulang-ulang sehingga sampai menjadi rhema dalam hidup kita.

Kalau dalam rumah tangga ribut terus, maka jiwamu akan tersiksa.  Kalau rumah tangga ribut terus, coba cek apakah ada salah satu hal penyebab rumah tangga hancur seperti adanya dusta, saling menyalahkan, atau adanya berhala dalam rumah tangga seperti lebih mencintai uang, dll.

Yang harus dilakukan sebagai anggota-anggota keluarga/rumah tangga (Kol 3:18-25; 4:1-6; 1 Pet 3:7).

  1. Istri tunduk pada suami.
  2. Suami kasihilah istrimu.
  3. Anak-anak taatilah orang tuamu.
  4. Hamba-hamba taatilah tuanmu.
  5. Tuan-tuan berlakulah adil dan jujur.
  6. Suami hidup bijaksana dengan istri, hormatilah mereka, supaya doamu jangan terhalang (1 Pet 3:7).

Kolose 3:18-25, “Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan.  Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.  Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.  Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.  Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.  Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah.  Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.  Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang.”

Kita harus mengerti posisi, tugas dan panggilan kita masing-masing, baik dalam rumah tangga, pekerjaan, dll.

Mazmur 133:1-3, “Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!  Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.  Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.”

Moto gereja kita adalah membangun keluarga-keluarga yang kuat dan individu-individu yang kuat.  Agar melalui keluarga dan hidup kita, banyak orang dimenangkan dan menjadi berkat bagi orang lain.  Jika kita tahu posisi kita, maka kita tahu melakukan tugas kita.

Biarlah kita melihat setiap masalah dari kacamata Tuhan, jangan langsung emosi dan kesal hati.  Kalau dalam hubungan suami dengan isteri atau anak dengan orang tua ada kesal hati, segera bereskan dan minta Tuhan bersihkan hati kita, karena Tuhan mau memberkati keluargamu, dan melalui gereja kita, boleh banyak jiwa dimenangkan dan diberkati.  Amin.