Tuhan Yang Bertindak dan Memberi Pertolongan (by Ps. Nehemia L.)

Home / Monthly Theme / Tuhan Yang Bertindak dan Memberi Pertolongan (by Ps. Nehemia L.)
Tuhan Yang Bertindak dan Memberi Pertolongan (by Ps. Nehemia L.)

 

 

“Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.” – Mazmur 37:5

Saya baru pulang dari Pertemuan para Hamba Tuhan di Pensylvania, pada malam penyembahan saya melihat pada saat ditumpang tangan baru berbahasa roh, yang mau saya bagikan di sini adalah orang Amerika sudah kehilangan api, kehilangan orang-orang yang menyembah dalam roh dan kebenaran, bahkan ada orang-orang yang tidak bisa menyembah dalam roh.

Boleh dikatakan kalau mau mencari pengkhotbah yang hebat di dunia ada di Amerika, pengajar-pengajar yang hebat juga ada di Amerika, tetapi banyak orang hanya masuk dalam pikiran, tetapi untuk menerobos dan dipimpin oleh Roh serta orang-orang yang mengerti kebenaran itu sangat sedikit.

Pesan Tuhan untuk bulan Mei ini adalah Tuhan Yang Bertindak dan Memberi Pertolongan  (Maz 37:5; 39:40).

Arti Bertindak:

  1. Melakukan tindakan/aksi atau Berbuat.
  2. “Saya harus bertindak hati-hati.”
  3. “Pemerintah bertindak memberantas korupsi.”

Arti Tolong: Bantu = “Minta Bantuan”

Pertolongan: Bantuan.  “Dengan pertolongan Tuhan sembuhlah dia.”

Daud menulis Mazmur 37 ini, pada saat Daud mengalami serangan dari berbagai arah, sehingga ia berkata kepada Tuhan, dengan apa aku bisa membalas semua kebaikan-Mu yaitu dengan memuji dan menyembah-Mu.

Mazmur 37:1-5, “Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau.  Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik; diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.”

Arti Fasik:

  1. Tidak peduli terhadap perintah Tuhan (buruk kelakuan, jahat, berdosa besar).
  2. Percaya Tuhan tapi tidak mengamalkan perintah-Nya, bahkan melakukan perbuatan dosa.

Apa Syaratnya?  

  1. Jangan marah pada waktu diproses dan jangan iri hati dengan keberhasilan orang fasik.
  2. Terus-menerus berseru kepada Tuhan (Mat 15:22-28).  Jangan berhenti berdoa sampai Tuhan menjawab doa kita dan bertindak.
    Matius 15:22-28, “Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.  Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya.  Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya:”Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dan berteriak-teriak.” Jawab Yesus:”Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata:”Tuhan, tolonglah aku.”  Tetapi Yesus menjawab:”Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”  Kata perempuan itu:”Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya. Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya:”Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.”  Dan seketika itu juga anaknya sembuh.” 
    Meski Ibu ini mengalami banyak penolakan tetapi ia terus-menerus berseru kepada Tuhan sampai Tuhan menolong dan menyembuhkan anaknya.
  3. Orang yang rendah hati dan penuh Firman serta mempunyai sikap hati yang mengasihi dan mau berkorban.  Tuhan selalu bertindak tepat pada waktunya.

Lukas 7:1-10, “Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum.  Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya.  Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.  Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.  Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya:”Ia layak Engkau tolong, sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami.” Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka.  Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya:”Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu.  Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.  Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit.  Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.” Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: ”Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!” Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.”  

Kenapa Tuhan Bertindak?

  1. Karena kasih setia yang baik (Maz 109:21).
  2. Karena Nama-Mu (Yer 14:7; Dan 9:18-19).

Daud berdoa dalam Mazmur 109:21, “Tetapi Engkau, ya ALLAH, Tuhanku, bertindaklah kepadaku oleh karena nama-Mu, lepaskanlah aku oleh sebab kasih setia-Mu yang baik!”

Karena kasih Ia menolong hidup kita, karena kasih Ia memberkati hidup kita!

Nama Tuhan itu kudus dan ajaib karena itu jangan kita menyebut nama Tuhan dengan sembarangan.

Daniel 9:18-19, “Ya Allahku, arahkanlah telinga-Mu dan dengarlah, bukalah mata-Mu dan lihatlah kebinasaan kami dan kota yang disebut dengan nama-Mu, sebab kami menyampaikan doa permohonan kami ke hadapan-Mu bukan berdasarkan jasa-jasa kami, tetapi berdasarkan kasih sayang-Mu yang berlimpah-limpah.  Ya, Tuhan, ampunilah! Ya Tuhan, perhatikanlah dan bertindaklah dengan tidak bertangguh, oleh karena Engkau sendiri, Allahku, sebab kota-Mu dan umat-Mu disebut dengan nama-Mu!”

Daud dan Daniel mempunyai sikap hati yang mau datang dengan doa kepada Tuhan.

Bangsa Amerika telah kehilangan sikap hati yang mau berdoa kepada Tuhan sehingga tidak mempunyai api lagi.  Meski memiliki gedung gereja yang mewah dan bagus tetapi tidak banyak orang yang hadir.  Karena itu jangan berhenti berdoa tetapi terus menerus berdoa dalam menara doa.  Karena itu adalah kunci agar Tuhan datang bertindak dan menolong kita.

Mari kita mempunyai sikap hati yang suka berdoa kepada Tuhan, terus doakan agar pemimpin rohani kita takut akan Tuhan, rendah hati, mengasihi Tuhan, dan pemimpin yang sungguh-sungguh dari Tuhan.

Saya berdoa mulai hari ini setiap pengerja menjadi dewasa dalam Tuhan dan terus unity! Jangan saling menjelekkan sesama pelayan Tuhan!  Tetapi ada kasih dengan sesama pelayan Tuhan! Biar pengurapan bulan ini kita mempunyai sikap hati yang kudus, dibenarkan oleh Tuhan, biar pengurapan kasih dan mujizat turun dalam hidup kita sehingga pintu-pintu mujizat pasti akan dibukakan dalam hidup kita masing-masing!  Amin.