Tuhan Adalah Kekuatan dalam Hidup Kita (by Ps. Nehemia L.)

Home / Monthly Theme / Tuhan Adalah Kekuatan dalam Hidup Kita (by Ps. Nehemia L.)
Tuhan Adalah Kekuatan dalam Hidup Kita (by Ps. Nehemia L.)

 

 

“Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” –  2 Timotius 1:7

Rasul Paulus menulis surat ini kepada anak rohaninya, Timotius, pada waktu ia di dalam penjara, karena injil yang ia beritakan, Paulus dimasukkan dalam penjara dan banyak teman-temannya yang meninggalkannya.

Dari surat yang ditulis ini, Paulus mau memberitahukan kepada Timotius, bahwa dalam melayani Tuhan, tantangan dan masalah itu pasti ada, dan ia memberikan kekuatan kepada Timotius.

2 Tim 1:7-14 “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.  Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.  Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.  Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru.  Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.  Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus.  Peliharalah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus.  Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita.”

Pada waktu saya sedang berdoa puasa untuk meminta pesan Tuhan, saya mendengar sebuah pujian: “Yesus Engkau Juruselamatku…” dan saya mendapatkan pesan Tuhan bahwa: Tuhan Adalah Kekuatanku Dalam Hidup Kita. (2 Tim 1:7; Maz 118:14-17).

Janganlah kita malu kalau mendapatkan masalah pada waktu melayani Tuhan, yang penting kita tetap setia dan melayani Tuhan.

Dan kita mau belajar, Apa Yang Membuat Kita Lemah? (Hakim 16:4-5; 16-17),

  1. Jatuh cinta yang salah.
  2. Tergoda oleh si jahat (bujukan).
  3. Cara pandang yang salah tentang uang.  Uang adalah alat tukar/standard pengukur nilai.  Seringkali kita menilai segala sesuatu dengan uang dan ini juga membuat kita menjadi lemah.

Kisah Samson yang jatuh cinta dan terbujuk oleh Delila, yang setiap hari merengek-rengek dan terus mendesak Samson agar ia memberitahukan kelemahannya kepada Delila.

Setan mempunyai senjata untuk menggagalkan kita dengan rayuan/bujukan yang membuat ktia terpengaruh.

Orang kalau sudah suka atau jatuh cinta dengan seseorang atau barang, pasti ia akan berusaha mendapatkannya, bahkan sampai lupa pada Tuhan.  Inilah yang membuat kita menjadi lemah.

Karena itu Tuhan mau kita jatuh cinta kepada Tuhan dan mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan pikiran kita.

Samson mengira ia akan berhasil melepaskan diri dari sergapan orang Filistin, tetapi tanpa ia ketahui Roh Tuhan sudah meninggalkan dirinya.

Jadi jangan sampai karena rayuan gombal, jatuh cinta yang salah dan karena uang kita melakukan hal yang salah, sehingga semua pelayanan yang kita lakukan dan iman kita menjadi sia-sia.

Kapan Kita Mendapat Kekuatan? (Daniel 10:18-19).

  1. Berdoa (Maz 138:3).
  2. Perkataan Firman dengan Iman (Kis 3:1-7).

(Memiliki Yesus lebih dari cukup.)

  1. Mengikuti peraturan-peraturan Firman Tuhan (2 Tim 2:1-6).
  2. Pujian dan Pengagungan kepada Tuhan di tengah susah (Habakuk 3:17-19).

Daniel 10:1-3, “Pada tahun ketiga pemerintahan Koresh, raja orang Persia, suatu firman dinyatakan kepada Daniel yang diberi nama Beltsazar; firman itu benar dan mengenai kesusahan yang besar.  Maka dicamkannyalah firman itu dan diperhatikannyalah penglihatan itu.  Pada waktu itu aku, Daniel, berkabung tiga minggu penuh: makanan yang sedap tidak kumakan, daging dan anggur tidak masuk ke dalam mulutku dan aku tidak berurap sampai berlalu tiga minggu penuh.”

Ayat 17-19, “Masakan aku, hamba tuanku ini dapat berbicara dengan tuanku! Bukankah tidak ada lagi kekuatan padaku dan tidak ada lagi nafas padaku?”  Lalu dia yang rupanya seperti manusia itu menyentuh aku pula dan memberikan aku kekuatan, dan berkata: “Hai engkau yang dikasihi, janganlah takut, sejahteralah engkau, jadilah kuat, ya jadilah kuat!”  sementara ia berbicara dengan aku, aku merasa kuat lagi dan berkata: “Berbicaralah kiranya tuanku, sebab engkau telah memberikan aku kekuatan.”

Karena Daniel sungguh-sungguh berpuasa, sehingga badannya menjadi lemah lalu Tuhan datang dan memberikan kekuatan kepadanya.  Jadi pada waktu kita berdoa puasa, Tuhan memberikan kekuatan kepada kita.

2 Tim 2:1-6, “Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus.  Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.  Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.  Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.  Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.  Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.”

Proses untuk kita menjadi kuat digambarkan seperti prajurit, olahragawan dan petani.  Apakah kita sebagai pelayan Tuhan mengikuti peraturan yang ada, dan sebagai prajurit Kristus kita sudah menyenangkan komandan kita?

Pada Waktu Kita Dikuatkan (Efesus 6:10)

  1. Jangan malu karena injil dan kebenaran (2 Tim 1:11-13).
  2. Peliharalah harta yang indah yang dipercayakan kepadamu (2 Tim 1:14).
  3. Mau diperbaharui dalam Roh dan Pikiran (Ef 4:23).
  4. Terus bertumbuh dalam kasih dan pengenalan akan Tuhan (2 Pet 3:18).
  5. Tetap mengucap syukur, sebab itulah yang dikehendaki Allah (1 Tes 5:18).

Seperti yang dikatakan Rasul Paulus kepada Timotius: Jangan malu karena injil, maka hal yang sama saya katakan kepada saudara: Jangan malu untuk melakukan kebenaran, tetap melayani Tuhan, tetap setia dan bertekun dengan Tuhan, karena Tuhanlah yang memberikan kekuatan kepada kita, Tuhanlah yang akan menolong dan mengurapi hidup kita.

Saya berdoa agar saudara datang dengan kekuatan yang diberikan oleh Tuhan, tinggalkan semua kesal hati dan gantikan dengan kasih dan pengampunan, percaya kepada Tuhan kalau pemimpinmu mengalami mujizat, Tuhan yang sama juga akan memberikan mujizat kepada saudara, kalau Tuhan sudah menolong dan memberkati serta mengurapi saya, maka Tuhan yang sama juga akan menolong, mengurapi dan memberkati saudara!  Amin.