Lakukan Segala Sesuatu Seperti untuk Tuhan (by Ps. Nehemia L.)

Home / Monthly Theme / Lakukan Segala Sesuatu Seperti untuk Tuhan (by Ps. Nehemia L.)
Lakukan Segala Sesuatu Seperti untuk Tuhan (by Ps. Nehemia L.)

 

 

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”Kolose 3:23

Kedatangan Tuhan semakin dekat, karena itu Iblis semakin gencar untuk menghancurkan keluarga-keluarga khususnya keluarga pelayan Tuhan.  Sebagai pelayan Tuhan, penting sekali bagi kita untuk ikut pengurapan, beribadah kepada Tuhan, untuk mengingatkan kita agar terus setia dan taat, bersandar serta mengandalkan Tuhan.

Saya mendengar suara Tuhan untuk pesan Tuhan bulan Maret ini: Lakukan Segala Sesuatu Seperti Untuk Tuhan!.

Kolose 3:23-25, “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.  Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah.  Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.  Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang.”

Untuk belajar tidak ada batas waktu dan tidak ada kata terlambat, kita akan terus belajar sampai kita mati, terus setia dan melayani Tuhan.  Saya menjumpai orang yang terus belajar Firman itu adalah orang yang sehat dan kuat, terus bersemangat dengan Tuhan, meski ada persoalan tetapi ia berjalan di atas persoalan.

BAGAIMANA CARANYA?

  1. Lakukan dengan kasih. (1 Korintus 16:14; Matius 25:40-45).
  2. Lakukan dengan kerelaan. (2 Korintus 8:19).
  3. Lakukan untuk kemuliaan-Nya. (1 Korintus 10:31-33).
  4. Lakukan dalam nama Tuhan Yesus sambil mengucap syukur. (Kolose 3:17).
  5. Lakukan dengan setia. (Ulangan 6:3).

Penting bagi kita mengerti, di dalam gereja kita melayani bukan sekedar melayani, tetapi kita melayani dengan kasih, belajar menerima sesuatu yang Tuhan berikan kepada kita.

Matius 25:40-45, “Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.  Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.  Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.  Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?  Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.”

Setiap perbuatan kita atau bentuk pelayanan kita, apa yang kita buat, kita harus perbuat untuk Tuhan.  Dengan begitu tidak akan ada yang namanya kecewa, sakit hati, dll karena kita melakukannya untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Gesekan dalam pelayanan itu pasti ada, tetapi justru dengan adanya gesekan-gesekan itu akan membentuk kita, menjadi dewasa dan bertumbuh.

Kita melakukan segala sesuatu hanya di dalam nama Tuhan Yesus, mengapa?  Karena ada kuasa di dalam nama Yesus dan hanya Yesus yang sanggup menolong kita.  Dan kita melakukannya sambil mengucap syukur, karena ada kuasa di balik ucapan syukur.

Ulangan 6:1, “Inilah perintah, yakni ketetapan dan peraturan, yang aku ajarkan kepadamu atas perintah TUHAN, Allahmu, untuk dilakukan di negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, supaya seumur hidupmu engkau dan anak cucumu takut akan TUHAN, Allahmu, dan berpegang pada segala ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu, dan supaya lanjut umurmu.  Maka dengarlah, hai orang Israel!  Lakukanlah itu dengan setia, supaya baik keadaanmu, dan supaya kamu menjadi sangat banyak, seperti yang dijanjikan TUHAN, Allah nenek moyangmu, kepadamu di suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.”

 KENAPA?

  1. Segala sesuatu adalah dari Dia, oleh Dia dan kepada Dia. Bagi Dialah kemuliaan sampai selamanya. (Roma 11:36).
  2. Ketahuilah Tuhan menyertai engkau sampai akhir zaman (Matius 28:20).
  3. Kita mendapat bagian di dalam injil (memperoleh Mahkota yang abadi). (1 Korintus 9:23-24).

Kita melayani Tuhan bukan untuk menerima tetapi untuk memberi, memberi waktu, tenaga, uang/harta kita berikan untuk melayani Tuhan.  Apapun yang kita lakukan untuk Tuhan, itu seperti kita mengirim ‘bahan bangunan’ untuk rumah kita di sorga, jadi semakin banyak kita berbuat benar, akan semakin besar rumahmu di sorga.

 SIAPA? (Sebagai Contoh)

  1. Nuh melakukan semuanya tepat seperti yang diperintahkan Tuhan. (Kejadian 6:22).
  2. Hamba yang setia. (Yosua 1:1-18; 24:14-16).
  3. Raja Hizkia melakukan yang benar, melakukan dengan tulus ikhlas. (2 Raja-raja 20:3).

Ketiga orang ini adalah contoh orang yang berdampak kepada banyak orang.  Nuh ini menceritakan tentang keselamatan sebuah keluarga, kita sebagai gereja Tuhan adalah sebuah keluarga, bangun keluarga dengan unity, saling memaafkan dan jangan menyimpan kesalahan/sakit hati.  Jangan hanya karena sakit hati jadi berhenti melayani Tuhan.

Tuhan berjanji kepada Yosua akan menyertainya, dan Yosua adalah hamba yang setia, ia taat akan apa yang Tuhan dan Musa katakan ia taat.

Raja Hizkia mendapat hukuman mati, tetapi karena ia bertobat maka Tuhan memperpanjang hidupnya selama 15 tahun.

2 Raja 20:1-6, “Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hamper mati.  Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos, dan berkata kepadanya:”Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi.”  Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN:”Ah TUHAN, ingatlah kiranya bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu.” Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat.  Tetapi Yesaya belum lagi keluar dari pelataran tengah, tiba-tiba datanglah firman TUHAN kepadanya:”Baliklah dan katakanlah kepada Hizkia, raja umat-Ku: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah TUHAN.  Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi dan Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur; Aku akan memagari kota ini oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku.”

Semua yang kita lakukan untuk Tuhan dengan tulus hati, itu dilihat oleh Tuhan.  Kita harus lebih berkorban dan hidup kudus di hadapan Tuhan.

Saya berdoa pada hari ini, kesetiaan seperti Nuh, ketaatan seperti Yosua dan Hizkia, akan kita terima selagi kita masih hidup.  Kita akan menerima mahkota dan apa yang diberikan Tuhan yaitu kesembuhan, berkat, pertolongan, jawaban doa, dan mujizat akan kita terima, kalau kita melakukan firman Tuhan dan segala sesuatu seperti untuk Tuhan bukan untuk manusia.  Amin.